MEDALI PERUNGGU BIDANG KIMIA DIPERSEMBAHKAN SISWI MAN 2 KOTA BIMA PADA KSM NASIONAL 2016

Selasa, 30 Agustus 2016 16:18

MEDALI PERUNGGU BIDANG KIMIA DIPERSEMBAHKAN SISWI MAN 2 KOTA BIMA PADA KSM NASIONAL 2016

MAN 2 Kota Bima, Inmas _  Husnul Ma’rifah, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima berhasil mengharumkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional yang digelar di Kota Pontianak Kalimantan Barat yang dihelat pada tanggal 23 – 27 Agustus 2016 lalu. Siswi kelas XII IPA ini berhasil menyumbangkan medali perunggu atau peringkat ke-15 untuk bidang Kimia dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Hasil KSM Tingkat Nasional 2016 diumumkan pada saat malam penutupan pada tanggal 26/08/2016.   

Pembina KSM/OSN MAN 2 Kota Bima Bidang Kimia, Nur Fitriyyah Syarifatul Awaliyah mengaku merasa senang dan bersyukur atas usaha dan kerja keras serta dukungan dari semua pihak.   “Alhamdulillah atas perjuangan selama ini meski belum bisa menyumbangkan medali perak bahkan medali emas, tapi masih bisa memberikan  sesuatu yang berarti bagi sekolah”.  

Fitriyyah menambahkan, persiapan untuk KSM Tingkat Nasional berbeda saat KSM Tingkat Provinsi. Persiapannya lebih ditingkatkan lagi dengan cara mencari soal-soal baru dan berbeda dengan soal saat pembinaan untuk KSM Tingkat Provinsi. Metode pembinaan juga sedikit dirubah dari sebelumnya. Apalagi untuk KSM Tingkat Nasional, ada materi tambahan berupa praktikum. Sehingga saat pembinaan beberapa kali melakukan praktikum dengan materi yang berbeda untuk memantapkan materi apa yang akan diambil untuk dilombakan pada saat KSM Tingkat Nasional. Setiap peserta diwajibkan melakukan praktik, materinya bisa dipilih. Husnul Ma’rifah mengambil Hukum Hess yaitu melakukan uji coba perbedaan suhu dengan menggunakan kalorimeter sederhana yang dirancang sendiri.

Berdasarkan keterangan Ifah, panggilan akrab Husnul Ma’rifah, ia merancang sendiri model Kalorimeter sederhana dengan cara mengukur suhu air panas di dalam kalorimeter sederhana rancangannya tersebut untuk mengetahui perubahan entalpi dari reaksi kimia berdasarkan Hukum Hess.   

Kepala MAN 2 Kota Bima, Mansyur, S.Ag menyatakan, Husnul Ma’rifah berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mengharumkan nama MAN 2 Kota Bima di Tingkat Nasional. “Alhamdulillah kita meraih medali perunggu walaupun kita sebenarnya tidak menargetkan apa-apa, tapi berkat kerja keras siswi dan dukungan dari pembina, MAN 2 Kota Bima bisa menyumbangkan medali perunggu”, ujarnya.  

Mansyur berharap prestasi yang diraih Husnul Ma’rifah bisa menjadi pemicu semangat bagi adik-adik kelasnya untuk bisa berprestasi di ajang KSM Nasional tahun depan yang akan dihelat di Kota Yogyakarta. “MAN 2 Kota Bima akan terus meningkatkan prestasi, target tersebut akan ditingkatkan lagi, dengan demikian jika target lebih tinggi maka usaha akan lebih maksimal. Hal ini berkat dukungan dari berbagai pihak.

Berbagai prestasi yang diraih madrasah-madrasah di Kota Bima tak bisa lepas dari kekompakan seluruh Kepala Madrasah bersama jajaran Kementerian Agama Kota Bima sehingga mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan madrasah di kota lainnya. Madrasah sudah menjadi pilihan utama apalagi di Kota Bima, para pejabat pun sudah mau menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah. Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan mutu pendidikan madrasah yang luar biasa”, terangnya.        

Kompetisi bertema “Ilmu, Iman, Amal ini keseluruhan kegiatan perlombaan dipusatkan di Hotel Kapuas Palace Kota Pontianak Kalimantan Barat. Kompetisi Sains Madrasah merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan sebagai wadah olah pikir dan kreativitas siswa-siswi madrasah/sekolah sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu mengembangkan IPTEK dan mensinergikannya dengan IMTAQ. Untuk tahun ini juga menyertakan peserta tidak hanya dari madrasah, tetapi juga diikuti oleh sekolah umum. Materi yang dilombakan juga tidak hanya soal-soal mengenai sains tetapi juga soal-soal mengenai materi agama Islam. Hal ini bertujuan agar setiap siswa tidak saja paham ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi paham dan menguasai ilmu agama Islam. (Nurrosyidah Yusuf)

 

 

375
Share :

INFORMASI LAINNYA