MEMBANGUN KESADARAN LITERASI DALAM TOLKSHOW BENTUK PROSA KE FILM

Jumat, 28 Oktober 2016 13:45

MEMBANGUN KESADARAN  LITERASI  DALAM TOLKSHOW BENTUK PROSA KE FILM

Inmas,M2M  _ Seorang novelis terkenal dari Jakarta yang cukup banyak melahirkan novel  bernuansa Islam, yaitu  Helvi Tiana Rosha sebagai narasumber dalam  Talkshow di Aula PSBB MAN 2 Mataram, 27/10/2016. Kegiatan Talkshow ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran literer atau bersastra bagi kaum muda, khususnya para pelajar, ungkap Tiana setelah dimintai komentar usai berfoto bersama para peserta kegiatan Talkshow.

Kegiatan Talkshow yang bertajuk Membangun Kesadaran Literer dari Novel dan Cerpen menjadi Film ini disampaikan oleh nara sumber Helvi Tiana Rosha di hadapan seratus lima puluh peserta. Tiana dalam penyampaian paparannya, terlebih dahulu memutarkan penggalan film dari sastra novelnya yang diangkat ke dalam bentuk film. Dalam teori sastra yang pernah berkembang, konsep pengubah bentuk sastra, seperti bentuk  novel ke dalam bentuk lain, seperti film disebut dengan teori Ikranisasi. Teori ikranisasi    ini bisa diterapkan dari bentuk puisi yang diubah ke dalam bentuk musikalisasi puisi atau ke dalam bentuk drama panggung.

Setelah paparan Tina, peserta banyak memberikan komentar tentang berbagai persoalan proses kreatif mengarang, kendala menulis, dan termasuk persoalan publikasi tulisan. Terkait dengan publikasi tulisan, Tiana menjawab dengan kisah awal ia mempublikasikan atau mencetak karyanya.

Dalam kisahnya, ia pernah menunggu sampai 4 jam untuk bertemu dengan pihak editor percetakan, namun yang dihadapi adalah beberapa orang yang kurang bersahabat dan melecehkan dirinya yang masih awal belajar menulis. Karena tidak mendapatkan respon baik dari beberapa orang  di percetakan tersebut, akhinya ia melangkah pulang dengan meninggalkan pernyataan, “Catat…suatu saat nanti bila saya melahirkan banyak karya, saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di percetakan ini. Lalu ia meninggalkan  orang di hadapannya. Persitiwa itu menjadi cambuk bagi saya, dan benar di kemudian hari saya banyak melahirkan novel yang dicetak oleh beberapa percetakan dan saya menjadi cukup di kenal luas. Setalah banyak karya saya dicetak percetakan lain,  lalu pihak percetakan yang pernah menghina saya itu meminta agar karya saya dicetak. Sikap saya tetap bertahan tidak mau. Akan tetapi, dengan rasa kemanusiaan, setelah lima belas tahun menawari saya, akhirnya saya mau mencetak karya saya di percetakannya. Jadi pelajaran yang diambil dari kisah saya ini, kalian tidak boleh putus asa dalam berkarya ", ungkapnya mengakhiri kisahnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd. Dalam kata pengatar/sambutannya, beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada narasumber dan demikian juga beliau menyampaikan terima kasih kepada peserta yang datang dari berbagai sekolah dan madrasah dari seluruh Lombok. Para peserta datang dari Kabupaten/ Kota  se-Lombok  yang Madrasah dan Sekolah tersebut diundang secara acak oleh panitia MAN 2 Mataram yang bekerja sama dengan lembaga Lingkar Pena NTB.

Mataram, 28 Oktober 2016

 

 

337
Share :

INFORMASI LAINNYA