" Mu'jizat Merawat Orang Tua"

Selasa, 15 November 2016 07:36

Oleh : H. Joko Pitoyo

Kepala Tata Usaha

Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa

 

Tauziah Pagi, Uang bisa dicari, Ilmu bisa digali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang lagi, ketika anak kita menemui jodohnya, dan mendapatkan wanita cantik yang berhasil merebut seluruh hatinya, tidak jarang anak yang sudah mendapatkan jodoh atau sudah beristri melupakan dan mengabaikan orang tuanya, bahkan tidak jarang dijadikan musuh oleh si anak, "nauuzubillah", dilain pihak terkadang Orang tua yang semula begitu mulia, mendadak terasa menjadi sangat cerewet, dan menjadi sumber masalah rumah tangga, apalagi si anak (laki laki) tidak berhasil menyatukan hati istrinya dengan ibundanya.

Anak anak yang merawat orang tuanya sampai wafat, kebanyakan dicintai Allah, hal itu tercermin dalam karir hidupnya di dunia, dan mereka cenderung  menjadi orang yang sukses.

Mu’jizat orang tua, dapat kita temukan dalam sejarah hidup seorang sahabat ketika ibu dari Ilyas bin muawiyah wafat, ilyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya seorang sahabat tentang sebab tangisannya.

Jawabnya “ Allah bukakan untukku beberapa pintu untuk masuk surga, sekarang, satu pintu yang telah ditutup”, begitulah orang tua pintu surga, bahkan pintu yang paling tengah diantara pintu pintu yang lain.

Nabi Shallahu’alaihi wassalam bersabda, orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya. Al-Qadri berkata, maksud pintu surge yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi.

Dengan kata lain , sebaik baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang kedalam  surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati Orang tua dan menjaganya.

Bersyukur jika kita masih memiliki orang tua, karena didepan itu masih ada pintu surge yang masih terbuka lebar, terlebih bila orang tua telah berusia lanjut dalam kondisi tak berdaya atau mungkin sudah pelupa, pikun dan terkesan cerewet atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orang tuanya berusia lanjut, tapi ia tidak  masuk surga, padahal kesempatan begitu mudah baginya, Nabi Shallahu’alaihi wassalam bersabda “ sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka, lalu seorang bertanya “ Siapakah itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda “ yakni orang yang mendapatkan salah satu orang tuanya, atau kedua orang tuanya berusia lanjut, namun tidak juga masuk surga (HR Muslim).

Ia tidak masuk surga karena tidak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tidak lagi mampu hidup mandiri.

Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak yang berbakti? Sudahkah layak kita memasuki pintu surga yang paling tengah?

Wallahu’a’lamu bishawab._(joko).

 

291
Share :

INFORMASILAINNYA