Cara Bersyukur Kepala Allah SWT

Rabu, 16 November 2016 07:31

Cara Bersyukur Kepala Allah SWT

Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan.

 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, ada dua hal berbeda yang silih berganti yaitu kesenangan dan kesusahan. menurut beberapa orang, kalau hidup itu indah karena adanya perbedaan tersebut.

Ketika kita merasakan kesenangan, maka kita diharapkan untuk selalu ingat dimana kita dulu pernah merasakan susah.

 

Sebaliknya, ketika kita merasakan kesusahan maka ingatlah bahwa suatu saat akan ada kesenangan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah : 5-6)

 

Maka ketika kita dalam masa-masa sulit, selalu ingatlah kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al Baqarah : 152)

 

Nikmat-nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia merupakan pemberian yang terus menerus dan bermacam-macam bentuknya, baik lahir maupun batin.

Namun, manusia saja yang kurang pandai dalam memelihara nikmat, sehingga ia merasa seakan-akan belum pernah diberikan sesuatu apapun oleh Allah SWT.

 

Maka selalu bersyukur jika kita diberi suatu nikmat Allah SWT, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit. Karena orang yang selalu bersyukur niscaya Allah SWT akan menambah kenikmatan tersebut.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ibrahim : 7 yang artinya: “Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih.”

 

 Lima pondasi tersebut adalah:

  • Merendahnya orang yang bersyukur di hadapan yang dia syukuri (Allah SWT)
  • Kecintaan terhadap Sang Pemberi nikmat (Allah SWT)
  • Mengakui seluruh kenikmatan yang Dia berikan
  • Senantiasa memuji-Nya atas segala nikmat tersebut
  • Tidak menggunakan nikmat tersebut untuk sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT

Dengan demikian syukur merupakan bentuk pengakuan atas nikmat Allah dengan penuh sikap kerendahan serta menyandarkan nikmat tersebut kepada-Nya, memuji Nya dan menyebut-nyebut nikmat itu, kemudian hati senantiasa mencintai Nya, anggota badan taat kepada-Nya serta lisan tak henti-henti menyebut nama-Nya.

 

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah SWT. Allah SWT berfirman:

Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah.” (QS. An-Nahl : 53)

 

Syukur dengan hati dapat mengantar seseorang untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan, betapa pun kecilnya nikmat tersebut.

Rasulullah saw menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya.” [HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr]

 

Maksud dari hadits di atas adalah bahwa Allah menyukai hamba yang menampakkan dan mengakui segala nikmat yang dianugerahkan kepadanya.

Rasulullah SAW bersabda: “lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari pada kamu dan janganlah kamu melihat orang yang di atasmu. Maka hal itu lebih baik untuk tidak meremehkan nikmat Allah atasmu.” (Muutafaq ‘Alaih)

 

175
Share :

INFORMASILAINNYA