Anggaran Harus Sesuai Dengan Kebutuhan...

Kamis, 26 Januari 2017 14:51

Anggaran Harus Sesuai Dengan Kebutuhan...

Selong INMAS,_Tahun 2017 ini menjadi sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena review anggaran dilaksanakan sejak awal sebelum anggaran dieksekusi, bahkan tahun-tahun sebelumnya kegiatan serupa tidak pernah dilakukan. Hal ini dilakukan setelah melihat banyaknya anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan maupun permintaan, bahkan terjadi penurunan anggaran yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi pada tahun 2017 ini, terutama yang terkait dengan masalah pendidikan meliputi sertifikasi guru, impassing dan tunjangan fungsional guru Non PNS, padahal penentuan mata anggaran tahun 2017 telah dilakukan melalui proses perencanaan yang cukup matang dengan melibatkan seluruh unit kerja atau satker yang ada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, oleh karena itu review anggaran tahun 2017 ini dilakukan untuk mencari solusi agar anggaran sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjadi tonggakan pada tahun berikutnya. Hal ini disampaikan oleh H. Muh. Hasanain selaku Perencana Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten mengawali Review anggaran tahun 2017 pada hari Kamis, 26 Januari 2017 di Mushalla.

H. Nasruddin, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur mengawali arahannya dengan menitikberatkan pada pentingnya penyusunan anggaran harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing satker. Review anggaran tahun 2017 menjadi salah satu solusi untuk merasionalisasi anggaran agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjadi tonggakan bayaran pada tahun berikutnya. Karena tunggakan pembayaran yang disebabkan oleh kekurangan dana terjadi hampir setiap tahun bahkan terkesan menjadi persoalan permanen, seolah-olah tidak ada upaya untuk mengantisipasinya sejak dini. Anggaran Pendidikan Madrasah yang meliputi hak-hak guru maupun madrasah swasta selalu menjadi sorotan publik, apalagi dengan adanya penurunan pembayaran pada tahun 2016 lalu. Seolah-olah kantor dianggap tidak mampu menyelesaikan kekurangan anggaran bahkan muncul statemen yang terkesan menyudutkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Padahal persoalan kekurangan bukan menjadi ranah Kabupaten sepenuhnya, oleh karena itu review anggaran harus dapat merumuskan solusi dari segala persoalan anggaran yang ada. Hal ini tentu tidak cukup hanya sebatas review, namun harus dikawal dan dikomunikasikan oleh pihak perencana dan kasi terkait dengan pihak kanwil Kementerian Agama Prov. NTB bahkan dengan pihak pusat, tegas bapak murah senyum tersebut.

Review yang dihadiri oleh PPK, bendahara dan operator masing-masing satker berjalan dengan lancar. Data yang dipaparkan oleh masing-masing satker menunjukkan banyaknya anggaran tahun 2017 yang tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing satker atau mencapai 40% terutama satker Madrasah Negeri. Begitu juga dari segi ketersediaan anggaran, jumlah anggaran yang tersedia hanya 70% atau kekurangannya mencapai 30%. Kekurangan tersebut disebabkan oleh adanya tonggakan pembayaran Tunjangan Kinerja atau sertifikasi guru tahun 2016 yang harus dibayarkan pada tahun 2017.

Sementara itu, H. Azharuddin selaku kasubag TU menanggapi kondisi anggaran  tahun 2017 dengan menyampaikan rasa optimismenya bahwa persoalan anggaran akan dapat diselesaikan  manakala dibangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, terutama yang membidangi anggaran, karena persoalan yang dihadapi semua satker adalah terkait dengan data dukung dari permintaan anggaran. Oleh karena itu usulan perubahan anggaran tahun 2017 tentunya akan didukung oleh data yang valid dan akurat tegas alumni PPS IAIN Mataram tersebut (@lm@kin)

277
Share :

INFORMASI LAINNYA