PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN SERVIKS – KANKER PAYUDARA DI RUMAH DINAS KAKANWIL KEMENAG PROV. NTB

Sabtu, 07 Oktober 2017 21:13

PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN SERVIKS – KANKER PAYUDARA DI RUMAH DINAS KAKANWIL KEMENAG PROV. NTB

Mataram, Inmas_Darmawanita Persatuan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB bekerjasama dengan Tim BKKBN Prov. NTB mengadakan  penyuluhan dan pemeriksaan serviks - kanker payudara bagi karyawati Kemenag Prov. NTB. Lokasi kegiatan tersebut diadakan di rumah dinas Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, Jalan Pendidikan No.24 Mataram, pada Kamis, 05/10/2017.

            Kegiatan yang bertujuan untuk pemeriksaan secara dini penyakit serviks dan kanker payudara dihadiri Ketua Darmawanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. NTB beserta ibu-ibu anggota Darmawanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. NTB dan seluruh karyawati Kanwil Kemenag Prov. NTB. Hadir pula Tim dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram.

Hj. Ahyani Nasaruddin, Ketua Darmawanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. NTB, dalam sambutannya menyampaikan agar ibu rumah tangga dapat menjaga kesehatan sesuai dengan harapan dari Ketua Darmawanita Kemenag RI bahwasanya  sebagai ibu rumah tangga harus menjaga kesehatan. Apalagi sebagai wanita bekerja, kesehatan sangatlah penting.

Saya mengucapkan terima kasih karena ibu-ibu menyempatkan diri untuk hadir dan memeriksakan diri. Hal ini semata-mata bertujuan untuk menyehatkan diri dan sebagai ajang silaturrahim. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Tim kesehatan dari BKKBN Prov. NTB. Apa yang kita takutkan, mudah-mudahan tidak ada dalam tubuh kita”, harap Ahyani.

Tim BKKBN Prov. NTB diwakili oleh dr.Sofy menjelaskan pemeriksaan serviks - kanker payudara yang akan dijelaskan adalah dengan teknik IVA. IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna. Dengan cara ini dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.

Faktor resiko penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara antara lain: nikah muda (sebelum usia 20 tahun), resiko tertinggi terjadi pada usia 30 – 50 tahun, berganti-ganti pasangan seksual, infeksi pada kelamin (IMS), banyak anak, merokok, kurang vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, serta tidak pernah melakukan pemeriksaan leher rahim. (Nurrosyidah Yusuf).

 

133
Share :

INFORMASI LAINNYA