Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) di Kabupaten Lombok Tengah

Rabu, 11 Oktober 2017 11:28

Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) di Kabupaten Lombok Tengah

Praya_Inmas, Kirab Pemuda Nusantara 2017 menggelar kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS). Dalam kegiatan ini pemuda-pemudi dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Lombok Tengah  serentak membacakan kitab sucinya masing-masing dalam satu tempat dan waktu yang sama. MAN I Lombok Tengah juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dan itu disambut baik oleh siswa-siswi MAN I Lombok Tengah

Kegiatan yang bertempat di Aula Kampus IPDN Praya Lombok Tengah Jumat (6/10) tersebut bertujuan memupuk kebinekaan pemuda-pemudi Indonesia tanpa memandang suku, ras, dan agama yang berbeda. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka usaha meningkatkan minat kaum muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan mereka masing-masing.

Selain itu, kegiatan GPMKS yang menjadi rangkaian dari Kirab Pemuda Nusantara 2017 mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Nasri Anggara "Kami mendukung sekali program ini. Ini adalah salah satu metode untuk membentuk generasi muda yang agamais. keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia adalah suatu keistimewaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan baik. “Keberagaman adalah takdir terbaik yang Tuhan pilihkan bagi bangsa Indonesia, maka  perlu mendapatkan perhatian lebih untuk menjadikan perbedaan tersebut sebagai potensi bukan sebagai ancaman, agar kita bisa hidup rukun, harmonis dan berdampingan,” ujarnya .

Menurut data BPS tahun 2009-2015 tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan tiap tahun makin menurun. Yakni, dari 67,18 persen pada tahun 2009 ke angka 51,72 persen di tahun 2015. “Kami merasa sedih atas data yang dikeluarkan BPS tersebut, tetapi sekaligus menjadi pendorong pemerintah untuk turut andil untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan,” Nasri Anggara menambahkan. Dia berharap, ke depan kegiatan serupa dapat dilaksanakan oleh kementerian/lembaga terkait, Pemda, organisasi keagamaan/kepemudaan seluruh lapisan masyarakat hingga lingkungan keluarga. Sebab, masa depan bangsa ini antara lain ditentukan oleh kesadaran kolektif, termasuk pemuda, terhadap penguatan keyakinan agama masing-masing dalam bingkai NKRI yang senantiasa dijiwai dengan nilai-nilai religius.

Pada kesempatan yang sama, Esa Sukmawijaya, Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda menyatakan kegiatan GPMKS diharapkan dapat mendorong partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan. “Kami ingin mendorong pemerintah untuk turut andil dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan,” ujar Esa.

Ia juga berharap agar kegiatan GPMKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat sebagai upaya merawat spirit keagamaan dalam jiwa para pemuda. "Masa depan bangsa ini antara lain ditentukan oleh kesadaran kolektif segenap bangsa, termasuk pemuda, terhadap penguatan keyakinan agama masing-masing dalam bingkai NKRI," tambah Esa. GPMKS mengemban tanggung jawab besar menyatukan pemuda yang berasal dari 6 (enam) agama di Indonesia untuk membacakan masing-masing kitab suci dalam satu tempat dan waktu yang sama. Tujuannya memupuk kebhinekaan di kalangan pemuda tanpa memandang suku, ras, dan agama yang berbeda.(Ins cancer)

58
Share :

INFORMASI LAINNYA

Selasa, 15 November 2016 07:36
MTS.N.KEDIRI RAYAKAN TAHUN BARU 1437 H
Kamis, 15 Oktober 2015 10:49