Rapat Evaluasi Bidang Hindu Triwula III TA 2017

Selasa, 14 November 2017 14:08

Rapat Evaluasi Bidang Hindu Triwula III TA 2017

Mataram _ Inmas, Rapat Evaluasi Program Bimas Hindu Triwulan III Tahun Anggaran 2017 Selasa ( 14/11-2017 ) dilaksanakan di ruang utama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB dihadiri PPK Kota Mataram dan Lombok Barat.

Pembinaan dan arahan Kepala Bidang Bimas Hindu I Wayan Widra Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB dilihat dari prosentase rapat evaluasi triwulan ke dua maka  Kabid mengajak para peserta rapat untuk memecahkan bersama hambatan-hambatan masing-masing Satker dalam rangka mencari yang terbaik untuk kebersamaan.

Kabid Bimas Hindu I Wayan Widra membacakan anggaran secara umum pagu anggaran Bimas Hindu yakni sejumlah Rp. 4.604.386.000, tersebarnya anggaran tersebut untuk agama dan pendidikan : agama Rp. 2.426.230,000,- pendidikan Rp. 2.604.386.000,- diprosentase agama baru 52,7%, pendidikan 47,3%. Adapun bila dilihat sebaran anggaran berdasarkan jenis belanja: belanja pegawai Rp. 3.206.230.000,-, prosentase 69,7%, belanja barang Rp. 1.376.156,-, prosentase 29,9%, belanja modal Rp. 20.000,- prosentase 0,4%. Sebaran anggaran berdasarkan kegiatan pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama Hindu sejumlah Rp. 800.156.000-, prosentase 17,4%, pengelolaan dan pembinaan urusan agama Hindu 1.020.000-, prosentase 22,2%, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Bimas Hindu Rp. 1.406.230.000,-, prosentase 30,5%, penyelenggaraan administrasi perkantoran pendidikan Bimas Hindu Rp. 1.378.000-, prosentase 29,9%, serapan anggaran Bimas Hindu bimbingan masyarakat Hindu Kanwil Kemenag NTB tahun 2017 sebesar Rp. 3.388.109.133-prosentase 73,58%. Dan realisasi anggaran berdasarkan jenis belanja dari 73,58% tersebut belanja pegawai Rp. 3.208.230.000-, realisasi Rp. 2.136.224.233-, 66,59%. Belanja barang Rp. 1.376.156.000-, realisasi Rp. 1.233.834.900-, 89,66%. Belanja modal 90,25%, daya serap prosentase 73.58% dari realisasi anggaran berdasarkan kegiatan pengelolaan dan pembinaan pendidikan Agama Hindu Rp. 400.156.000,- realisasi Rp.498.130,800-, prosentase 62,25%, pengelolaan dan pembinaan urusan agama Hindu 92,52%, dari Rp. 1.020.000-, reaslisasi Rp. 943.744.200-, 92,52%, dukungan managemen dan pelaksanaan tugas teknis Bimas Hindu 75,13%, dari Rp. 1.406.230.000-, realisasi Rp. 1.056.558.933-, Penyelenggaraan administrasi perkantoran 64,38%, dari Rp. 1.378.000.000-, reaslisasi Rp. 889.675.200-, prosentase 73,58%, Pengelolaan dan pembinaan pendidikan agama Hindu, Guru pendidikan agama Hindu menerima TF Rp. 87,50% termasuk GA Hindu menerima TF 80 orang ini belum guru yang dibina melaksanakan kurikulum Rp. 180.000-, realisasi Rp. 178.965800-. Sedangkan yang terkait pengelolaan pendidikan agama Hindu lembaga pendi. Keagamaan Hindu dan Keagamaan yang dibina Rp.200.000-, total realisasi Rp.199.075-, target 7 lembaga total realisasi 7 progres 100% sisa anggaran merupakan efisiensi pelaksanaan kegiatan termasuk sekolah minggu Pasraman Rp. 90156.000-. Total realisasi Rp. 88.560.000-, 3 lokasi 100% pengelolan agama Hindu Rp.100.000.000-, realisasi Rp. 99.894.200-, target 20 realisasi 20, sisa perjalanan peserta UDG ke Palembang termasuk tunjangan penyuluh tenaga teknis non PNS Rp. 420.000.000-, total realisasi Rp. 350.000.000,- dari 70 orang penyuluh non PNS Rp. 83,33%, termasuk bantuan rumah ibadah Rp. 300.000.000-, 100% 6 lokasi lembaga agama dan keagamaan BOP 100% termasuk dialog kerukunan umat beragama Rp. 100.000.000-,realisasi Rp. 93,93.850.000-, dan termasusuk dukungan dan pelaksanaan tugas teknis Bimas Hindu pelayanan managemen eselon 1 Rp. 145.000.000-, realisasi Rp.61.402.600-, 39,92% layanan internal Rp.20.000.000-, realisasi Rp. 18.050.000-, termasuk layanan progres 75,21%, layanan perkantoran dari Rp. 1.378.000-, total realisasi Rp.889.675.200-, selama 12 bulan total progres 63,38% hal-hal lain yang terkait dengan yang harus disegerakan perjalanan dinas monitoring Kabid Bimas agar disegerakan dana ke pusat atau ke daerah segera dituntaskan monitoring ke Kakanmenag Kabupaten/Kota, "daya serap tingkat Kanwil cukup bagus hanya perlu untuk lebih ditingkatkan dan jangan kalah bersaing dengan provinsi-provinsi lain" tegasnya, selain itu meminta bantuan kepada para Kasi dan JFU juga masing-masing Satker agar menyampaikan realisasi anggaran ditempat masing-masing serta letak hambatannya untuk dicarikan jalan keluar yang terbaik.Muhamad..........

 

 

 

 

 

 

 

 

211
Share :

INFORMASI LAINNYA