Operator Emis Menggali Data Yang Valid dan Riil serta Dapat Dipertanggung Jawabkan

Selasa, 12 Desember 2017 11:34

Operator Emis Menggali Data Yang Valid dan Riil serta Dapat Dipertanggung Jawabkan

Mataram _ Inmas, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili Kepala Bidang Pakis H. Jalalussayuthy membuka kegiatan Verifikasi dan Validasi Pendataan Data Emis TP. 2017/2018 TA. 2017 sekaligus mengisi materi dalam kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11/12-2017 bertempat di Hotel Lombok Plaza Mataram. Kegiatan Verifikasi dan Validasi Pendataan Data Emis tersebut dihadiri oleh para kepala Seksi Pakis dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah lingkup Kanwil Kementerian Agama Prov.NTB. Sedangkan pesertanya terdiri dari operator data emis se Kabupaten/Kota se NTB . Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 11 sampai dengan 13 Desember 2017. Tujuan kegiatan adalah untuk memperdalam pemahaman penyampaian data emis terbaru. 

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Jalalussayuthi dalam arahannya pada kegiatan operator data emis tersebut  menghimbau kepada Ka.Kanmenag Kabupaten/Kota se- NTB agar untuk kedepannya operator data emis tidak boleh dipindah selama lima tahun dan akan dibuatkan surat perjanjian diatas meterai sehinga data emis menjadi valid dan akurat serta dapat dipertangung jawabkan, tegas H. Jalalussayuthi.

Ditegaskan lagi jika ada lembaga lain membutuhkan data maka tidak boleh data tersebut diserahkan begitu saja karena harus disertai surat dari atasan langsung untuk permohonan data guru atau lembaga. Data emis itu suatu yang hampa data dan yang riil dapat dipertanggung jawabkan kepada para operator yang menangani data emis. Operator akan diberikan kesejahteraan mengingat kerja keras para operator memang sepatutnyalah untuk dihargai.

Selanjutnya Kabid Mapenda H. Jalalussayuthy juga berharap untuk kedepannya jika ada anak ingin melanjutkan studi keluar negeri maka didata untuk diarsipkan dan dimasukan kedata emis serta akan dibuatkan buku saku. Bagi  madrasah yang telah mendapat bantuan atau belum agar didata pula sehingga bantuan dapat merata keseluruh lembaga. MI tidak boleh masuk ke pondok untuk menjadi temuan terkait dengan dana BOS untuk MI/Ula Rp 800.000,-/tahun/anak, Usto/MTs Rp 1.000.00,-/tahun/anak, Ulya/MA Rp. 1.400.000,-/tahun/anak.

Lebih lanjut dikatakan bahwa bahwa dalam pengisian data pendidikan agama dan keagamaan data emis ini sangat diharapkan  kepada para operator agar benar-benar tekun mengikuti kegiatan ini sehingga  mengetahui apa saja kekurangan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki data dan tidak menghambat pengiriman ke Kanwil Agama NTB atau ke pusat.  Dalam hal ini ada  dana tersendiri bagi operator untuk semua kegiatan masing-masing Kabupaten/Kota.

Sedangkan untuk Pengelola data Pendidikan Islam dibawah Bidang Pakis Seksi Informasi mengemban sistim data emis berbasis Web. Seluruh pendataan Tk.Kemenag seperti Ponpes ,Diniyah, Guru, Pengawas PAI harus melalui data emis.  Saat ini banyak pengawas yang pensiun untuk menggantinya sangat sulit  dan harus sesuai dengan PMA 29/2014 yakni dimana persyaratannya harus lulus tes pengawas, Balai Diklat dan Pusdiklat.

Sebelumnya laporan ketua panitia penyelenggara oleh H. Saifun Nasri yang menyampaikan bahwa data adalah kumpulan fakta-fakta tertulis yang obyektif, data refresentatif, abdutit, tidak kadaluarsa, data marjin,erornya seminimal mungkin. Data itu baik jika data itu relevan dengan persolan dan akan dicari solusinya sehingga kumpulan data menjadi informasi data yang memenuhi kriteria atau bermanfaat. Ada tiga factor pengolahan data emis (Educution Managemen Informasi System) PAI  Apliksasi  Emis Dikbud Simpatika.

Dikatakan selanjutnya bahwa SDM pengolah data itu operator data emis yang melakukan verifikasi dan validasi data dengan baik sehingga menjadi data yang memenuhi kriteria. Data adalah basic  perencanaan awal untuk program, jika program tidak baik maka perencanaannya tidak baik pula, demikian H.Saifun Nasri dalam laporannya.    Muhamad………..

 

135
Share :

INFORMASI LAINNYA