Mampukah aku YA ROBBI

Jumat, 15 Desember 2017 21:37

Mampukah aku YA ROBBI

Oleh : Miq Olah

JFU Pengumpul Bahan Berita dan Siaran

Pada Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat

Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB

 

Pagi ini, kembali aku terpekur dengan kesepianku 
Kesepian? Barangkali aneh, karena aku memiliki tiga orang anak yang lucu, istri yang baik, adik-adik yang baik, semua teman yang mencintaiku, tapi masih juga aku merasa kesepian. 

Ah, barangkali aku terlalu rakus menikmati dunia ini 
Hingga jarang ucap syukur keluar dari mulutku 
Yang ada hanya keluh dan kesah tanpa melihat betapa kenikmatan itu telah banyak aku rengkuh 

Ya Allah, izinkan aku memohon kepada-Mu ya Rabb 
Ampunkan aku ya Allah, setiap detikku selalu ada perbuatan makisat yang entah kusengaja atau tidak 

Pagi bangun tidur aku melakukan aktivitas rutin. Bangun pagi (walau kadang-kadang malas), ngeloyor ke dapur dengan setengah sadar, kuambil cerek (tempat rebus air minum) dan kutuang air, kusiapkan secangkir bersih yang kutaruh kopi di dalamnya. 

Sambil menunggu air mendidih aku mandi dan selesai mandi kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan pertamaku, menuang air ke cangkir. Sebelum ke kamar mandi, aku menyempatkan diri untuk menghadap Illahi, Rabb, Tuhan yang memiliki hidupku. Tidak lama, hanya sekitar 3 sampai 5 menit. 

Ya, Allah.. 
Ampunkan hamba ya Rabbi, yang hanya menyisihkan sedikit waktuku untuk-Mu 
Dari sejak mata ini terbuka saat bangun pagi 
Sampai mata ini harus terpejam lagi untuk mengambil jatah istirahatku 
Rasanya lebih banyak maksiat yang kulakukan dari pada mengingat Engkau ya Allah 

Sambil bersiap berangkat kerja, televisi pun sudah mulai ditonton, apa yang ditonton? Lebih banyak hiburan-hiburan yang menonjolkan aurat, lebih banyak pandangan-pandangan indah yang mengarah ke jalan kemaksiatan, suguhan sarapan pagiku bukan suguhan yang menambah Iman dan Islam, tetapi jauh mengarah untuk meninggalkan akidah. Sungguh pintar para pelaku bisnis di bidang pertelevisian, mereka menjeratku dan keluarga bahkan keluarga-keluarga yang lain dengan santapan yang tidak disadari akan menjauhkan kita dari akidah, hal-hal yang menuntun kita untuk mengikuti kehendak setan. 
Lagi-lagi dada yang terbuka, kepala perempuan gundul plontos, paha-paha yang sengaja dipamerkan, pantat yang sengaja ditonjolkan, Astagfirullah.. 

Ya Allah ampunkan mata ini yang dengan sengaja menikmati hal-hal yang bukan hak kami, mohon ampun ya Rabbi. 
Ya Allah, gerakkan hati kami untuk mencari tontonan yang mengajarkan kebaikan kepada kami, yang meneguhkan hati dan iman kami, gerakkan hati kami ya Allah, ampuni mata kami yang dengan liar menikmati tontonan maksiat itu ya Rabbi 

Tidak sadar, jam didinding telah menunjukkan pukul 06.00, saat dimana aku harus segera beranjak dari nikmatinya tontonan maksiat itu dan segera pergi ke tempat kerja, untuk menyambung hidup keluarga dan anakku tercinta. Setelah sebentar mencium istri dan anak-anakku secara bergantian, akupun beranjak pergi, dengan mengucapkan Assalamu'alaikum. 
Setelah beberapa meter dari rumah, Astagfiruulah.. Ya allah, aku lupa menyebut nama-Mu untuk mengawali hariku pun tidak terucapkan doa saat aku harus pergi! Ampunkan kealpaanku ya Rabbi, ampuni kami yang sombong dan terlalu mengejar dunia. 

Setelah ingat aku baca doa sambil jalan bergegas, ya Allah.aku lupa lagi, tidak meniatkan kepergianku untuk beribadah kepada-Mu ya Allah. Hanya rutinitas, rutinitas dan rutinitas, lupa lagi lupa lagi, selalu dan selalu, ampunkan kami ya Allah, janganlah Engkau bosan menegur kami ya Rahman ya Rahim.. 

Kuniatkan aku bekerja untuk mencari nafkah terlebih untuk beribadah kepada Allah dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan mencari karir atau popularitas diri. Setelah sampai di kantor, aku langsung menarik kursiku, kududuki dan ya Allah. aku lupa lagi!!! 

Ya Allah.aku tidak mengucapkan syukur Alhamdulillah sementara 
Engkau telah mengantarku sampai dikantor dengan selamat, ampun lagi ya Rabb. Walau terlambat kusebut juga nama-Mu ya Allah, terlambat.dan selalu terlambat. 

Rutinitas kerja membuat aku harus konsentrasi sampai sering melupakan-Mu ya Rabb. Bahkan dalam bekerja sering emosi meletup-letup hanya masalah sepele saja, tak pernah terpikir olehku secara sadar bahwa kerjaku sesungguhnya hanya pantas untuk mengharapkan keridhoan-Mu. Kadang, selain urusan kantor juga urusan rumah tangga yang sebenarnya tidak perlu aku sikapi dengan emosi tinggi, tapi karena kebodohanku secara tidak sadar aku sering menyelesaikan masalah rumah tanggaku dengan emosi dan amarah. 

Bahkan sering menyakiti hati istriku yang seharusnya aku patuhi setelah aku mematuhi-Mu ya Allah. maafkan aku dan istriku, ampunkan aku ya Rabb, selalu dan selalu tidak pernah menyadari bahwa hidupku hanya pantas mengharapkan ridho'-Mu karena segalanya adalah milik-Mu. 

Tiba-tiba bunyi bel tanda pulang sudah dimulai, tepat jam 14.00 security selalu mengingatkan kami, tapi...kenapa tak dengar suara adzan ya??? 
Ya Allah.aku lupa lagi, bukan bergegas menuju mushola untuk sejenak mengingat-Mu, tapi malah asyik masyuk dengan game di komputerku. 
Bentar lagi ah.bisik hatiku.lagi seru nih..walau perut keroncongan tetap saja nekat main game. Ya Allah mana dulu nih????? Daripada sholat dulu tapi perut lapar, sholat gak kusyuk, makan dulu ah.pikirku begitu. 

Selesai makan.aduh kenyang banget..ya Allah.aku lupa lagi tidak menyebut asma-Mu saat suap demi suap mulai masuk ke dalam mulutku, bahkan sampai akhir pun lupa tidak kuucap Alhamdulillah.ampun aku ya Allah.aku lupa lagi. Bergegas, akhirnya aku sholat juga, walau hanya sebentar dan tidak kusyuk karena sudah terbayang sederet problem yang akan aku hadapi. 

Aku mandi, makan malam kadang-kadang bersama-sama, sebentar nonton TV kalau gak terlalu capek, masuk kamar langsung tidur. Ya Allah.aku sering lupa sholat isya...tidur sampai pagi, sampai aku harus mengulangi lagi aktivitasku. Sedikit waktuku untuk berbagi dengan permataku, sedikit waktuku berbagi dengan istri tercintaku bahkan lebih sedikit lagi waktuku untuk mengingat -Mu ya Allah..ampunkan aku.ampunkan aku.ampunkan aku ya Allah.... 

249
Share :

INFORMASI LAINNYA