SOP Sebagai Standarisasi Pekerjaan dan Mengurangi Kesalahan

Kamis, 11 Januari 2018 08:12

SOP Sebagai Standarisasi Pekerjaan dan Mengurangi Kesalahan

Inmas_MAN 1 Sumbawa, _Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa didampingi Kepala Sub bagian Tata Usaha serta JFU Perencana Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa menyampaikan persiapan pelaksanaan DIPA 2018 dengan tahap awal dan persiapan pelaksanaan DIPA 2018 Satker Kemenag Sumbawa, dan dilakukan penyelarasan dan penjelasan tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) anggaran dan pembagian kerja yang dilaksanakan Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa , Rabu 10/01/2018.

Sesuai nota dinas yang dilayangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa maka  tanggal pelaksanakan kegiatan dan penjelasan  pada tanggal 09/01/2018 ditujukan kepada Kepala Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri  Se Kabupaten Sumbawa juga dihadiri Bendahara,Operator, dan Pramubakti sebagai berikut : ,Abdul Kadir  BPP MIN 2 Sumbawa, Padlun BPP MIN 3 Sumbawa, Agus Salim  MIN 4 Sumbawa ,Emi Wasiati,A.Ma BPP MIN  4 Sumbawa, Syamsuddin Jabar BPP MIN 1 Sumbawa, Staf Pengelolaan Keuangan Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa dan Pramubakti Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Drs.H.Sukri MSi, menyampaikan terima kasih atas kehadirannya dalam memenuhi undangan Kepala Kemenag dan dapat mengikuti kegiatan yang sangat penting hingga akhir, karena ini merupakan peralihan pelaksanaan anggaran melalui DIPA MIN yang telah beralih menjadi kewenangan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Kepala Kemenag juga menjelaskan SOP Pelaksanaan DIPA 2018, Pembagian jadwal pelaksanaan DIPA 2018.

Standar Operasional Prosedur atau disingkat dengan SOP adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya.

Standar Operasional Prosedur juga dapat dikatakan sebagai acuan atau pedoman untuk melakukan pekerjaan atau tugasnya sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja para karyawan sesuai indikator-indikator administrasi, teknik dan prosedural berdasarkan tata kerja, sistem kerja dan prosedur kerja pada unit kerja yang berkaitan.

Sedangkan Tujuan Standar Operasional Prosedur (Standar Operasional Prosedur)

Secara umum tujuan dari SOP adalah untuk :

Agar petugas (pegawai) menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.

Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi

Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.

Melindungi organisasi (unit) kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.

Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan in efisiensi.

Sedangkan Fungsi Standar Operasional Prosedur (SOP)

Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.

Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.

Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.

Mengarahkan petugas (pegawai) untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.

Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi SOP, simaklah manfaat dan kegunaan Standar Operasional Prosedur (SOP) :

SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten

Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan.

SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.

Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP) Menurut Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008) adalah :

Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan khusus, mengurangi kesalahan dan kelalaian.

SOP membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.

Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam melaksanakan tugas.

Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.

Menciptakan bahan-bahan training yang dapat membantu pegawai baru untuk cepat melakukan tugasnya.

Menunjukkan kinerja bahwa organisasi efisien dan dikelola dengan baik.

Menyediakan pedoman bagi setiap pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-hari.

Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.

Membantu penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam berbagai situasi.


303
Share :

INFORMASI LAINNYA