Penyuluh Adalah Ujung Tombak Dalam Pelaksanaan Tugas

Rabu, 24 Januari 2018 08:19

Penyuluh Adalah Ujung Tombak Dalam Pelaksanaan Tugas

Mataram INMAS,_Keseriusan Bidang Bimbingan Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam merekrut Penyuluh Agama Hindu Non PNS, diwujudkan dengan penyerahan Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB tentang Penetapan Tenaga Penyuluh Agama Hindu Non PNS dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB Tahun 2018 dengan Nomer : 12 Tahun 2018.

 

Penyerahan Surat Keputusan ini diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB I Wayan Widra secara simbolis kepada 2 orang perwakilan dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok di Aula Lantai IV Kanwil Kemenag Provinsi NTB hari ini (Senin, 22-1-2018) yang disaksikan Kasi Bimas Hindu Kemenag Kabupaten Lombok Barat dan Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Mataram serta Kasi di lingkup Bidang Bimas Hindu.

 

70 (tujuh puluh) Penyuluh Agama Hindu Non PNS ini terdiri dari Kota Mataram sebanyak 24 orang, dari Kabupaten Lombok Barat sebanyak 22 orang, Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 4 orang, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 7 orang, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 1 orang, Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 2 orang, Kabupaten Sumbawa sebanyak 7 orang, Kabupaten Dompu sebanyak 2 orang, dan dari Kabupaten Bima sebanyak 1 orang.

 

Dalam arahannya, Kepala Bidang Bimas Hindu I Wayan Widra menyampaikan bahwa yang hadir ini adalah Penyuluh Agama Hindu Non PNS se Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah dinyatakan lulus dari beberapa kali seleksi baik melalui tulisan maupun wawancara lisan, “Kita harus saling mengenal dengan sesame Penyuluh, karena Penyuluh ini adalah ujung tombak didalam melaksanakan tugas Bimas Islam kepada masyarakat” tutur I Wayan Widra mengawali arahannya kepada 70 orang Penyuluh Agama Hindu Non PNS.

 

“Mengenal sesama Penyuluh itu sangat penting, hal ini dapat memudahkan informasi dan koordinasi dalam berkolaborasi dengan Parisade-parisade Kabupaten/Kota yang ada” tambah I Wayan Widra, “Diharapkan kepada seluruh Penyuluh untuk betul-betul berkoordinasi, berkomunikasi dengan banyak parisade dimana dalam melaksanakan tugas masing-masing” harap I Wayan Widra kepada para Penyuluh yang baru ini.

 

Sebelumnya I Gede Suberata dalam laporannya bahwa Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang akan diserahkan SK-nya berasal dari unsur parisade, tokoh masyarakat, dari unsur organisasi dan Pemuda yang berasal dari Kabupaten Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat. (miq olah)

157
Share :

INFORMASI LAINNYA