Jum’at Da’wah MTsN 1 Sumbawa

Senin, 12 Februari 2018 11:57

Jum’at Da’wah MTsN 1 Sumbawa

Inmas_MTsN 1 Sumbawa, Dengan semakin merebak kecanggihan teknologi yang dirasakan oleh hampir semua insan dari berbagai status jabatan dan jenjang usia, tidak ketinggalan para pelajar menikmati kecanggihan tersebut. Dengan kecanggihan teknologi yang luar biasa, segala bentuk keinginan dan keperluan sangat mudah diperoleh baik yang sifatnya positif  maupun sebaliknya.


MTsN 1 Sumbawa sebagai salah satu komunitas pemakai kecanggihan teknologi merasa terbantu dalam tugas keadministrasian ataupun yang lainnya. Kecanggihan teknologi melalui internet yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun telah membawa perubahan dan perkembangan yang luar biasa bagi setiap orang. Ditahun 80 sampai 2000 an internet hanya digunakan oleh lembaga dan instansi tertentu, tapi sekarang sudah merebak keseluruh penjuru negeri ini.


Menyikapi perubahan tersebut, MTsN 1 Sumbawa sebagai salah satu lembaga yang membina dan membimbing generasi penerus agama dan negara tentu mewaspadai hal-hal negatif yang kemungkinan akan menggerogoti kebaikan-kebaikan yang sudah terpatri baik pada seluruh siswa, dengan mencoba menggiring fitrah asal mereka dengan sajian-sajian Islami, membaca Sholawat, kalimat Toyyibah, Qiro’atul Qur’an dan membiasakan pengamalan cara santri di Pondok-Pondok pesantren. Selain itu, ceramah-ceramah agama sebagai penguat keimanan dan keislaman yang disampaikan oleh bapak ibu guru maupun da’i-da’i yang kita undang juga terus diintensifkan.


Berbagai tayangan dan informasi yang disuguhkan oleh canggihnya Informasi melalui situs-situs internet yang sengaja diviralkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan mendangkalkan aqidah. Praktek ibadah mereka, cara-cara berpakaian, cara berteman, cara bersosial dan cara kehidupan mereka tersusupi dan tersaji rapi terpoles hiburan, maka bagi yang dangkal aqidahnya  tidak sadar mereka sudah tergiring menuju cara dan kebiasaan yang dianut mereka.


Pagi Jum’at Berkah pada tanggal 09/02/18 yang lalu MTsN 1 Sumbawa kembali menggelar Tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz, H. Joni Sutarman, LC, biasa disapa Ustadz Wildan. Da’i muda enerjik lulusan Timur Tengah yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Ponpes Abu Bakar Al-Islamy Sumbawa memberikan ceramah tentang bagaimana kita menghalau ajaran dan istiadat kaum kafir melalui hari besar mereka dan hari-hari yang mereka agungkan.

Dalam kesempatun tersebut dihadapan guru dan siswa Ustaz Wildaan menyinggung tentang hari Valentine yang jatuh pada hari Rabu 14 Februari mendatang. Hari Valentine menurut Ustaz adalah "Hari Kasih Sayang" yang dirayakan oleh orang-orang Barat beberapa tahun terakhir ini, bukan saja orang-orang Barat yang merayakannya dan mempopulerkannya, orang-orang Islampun ikut terbawa-bawa memeriahkannya. Sebagian orang muslim sering ikut, termasuk para siswa siswi ada saja yang ikut memeriahkan hari tersebut dengan alasan berpartisipasi, tapi bukan itu yang dimaksud dalam Islam. Coba perhatikan pada Hari-Hari besar agama kita, pernahkah mereka ikut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, sudahkah partisipasi mereka dalam acara Maulidan, Qurban dan ritual-ritual keagamaan kita ? Kita jangan masuk kedalam perayaan mereka, karena jika kita ikut merayakan cara praktek agama mereka berarti kita sudah termasuk dalam bagian agama mereka. “Na’uzubillahimindzalik”, demikian ujar ustad Wildan.

Hari Valentine, jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahun.  Biasanya dirayakan oleh kawula muda tanpa kecuali, baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Tradisi perayaan ini sudah mulai merebak kemana-mana mulai dari pelosok-pelosok kampung hingga tempat-tempat hiburan di diskotik-diskotik, hotel-hotel dan lain-lain. Ironisnya mereka seolah tidak mau tahu  apakah Valentine Day ini bersumber dari ajaran Islam atau tidak.  "Sudahlah  janganlah kita adopsi ajaran-ajaran mereka, karena dalam ajaran Islam yang kita anut masih banyak cara-cara yang lebih mengarahkan kita kepada peningkatan Iman dan Taqwa "  demikian ustad Wildan menyambung ucapannya.

Ditempat yang sama Kamad MTsN 1 Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan. “Bahwa kegiatan semacam ini kita laksanakan adalah sebagai penyubur dan pendongkrak Iman Taqwa kita, karena terus terang iman kita ini sedang mendapat tantangan besar dari lingkungan kita masing-masing dan media internet yang sudah begitu canggihnya, kita disuguhkan hal-hal menarik untuk menggeser nilai-nilai kebenaran Islam, jika kita tidak sirami ajaran Islam kita dengan ajaran-ajaran dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits lewat ceramah semacam ini, maka sedikit demi sedikit kita akan dijauhkan dari Syari’at Islam”.


19
Share :

INFORMASI LAINNYA

HALAL BIHALAL KEMENAG KAB. BIMA
Kamis, 07 Agustus 2014 15:16
KULIAH PERDANA PROGRAM DUAL MODE SYSTEM
Jumat, 16 Oktober 2009 11:00