H. Nasruddin – Karakter Bangsa Dan Generasi Muda Tergantung Pada Guru Agama

Senin, 12 Februari 2018 19:39

H. Nasruddin – Karakter Bangsa Dan Generasi Muda Tergantung Pada Guru Agama

Mataram INMAS,_Sebuah Pendidikan adalah merupakan kegiatan secara rutin untuk mewujudkan proses belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirim kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara.

 

Untuk mengukur sampai dimana kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran yang disampaikan Guru, maka diberlakukan uji kemampuan bagi diri siswa pada setiap semester dan akhir masa Pendidikan di masing-masing jenjang Pendidikan, hal ini menjadikan seorang Guru untuk merangkum jenis soal-soal dari masing-masing mata pelajaran untuk dijadikan uji kemampuan bagi siswa-siswinya. Terkait dengan hal tersebut diatas Bimas Katholik menggelar Workshop Penyusunan Naskah Soal USBN Pendidikan Agama Katholik Tingkat SD, SMP, SMA/SMK se Provinsi Nusa Tenggara di Hotel Jayakarta Senggigi.

 

Begitu pentingnya kegiatan ini, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin sangat berharap kepada 40 (empat puluh) peserta yang mengikuti workshop penyusunan naskah soal USBN ini untuk memanfaatkan waktu 3 (tiga) hari kedepan dalam mempokuskan diri dan mencurahkan pikirannya dalam penyusunan soal USBN bagi siswa-siswi didik kita baik di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, “Diharapkan untuk memanfaatkan waktu yang 3 hari ini dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan penyusunan naskah soal USBN khusus bagi Pendidikan Agama Katholik” harap H. Nasruddin dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi dimulainya pelaksanaan workshop ini.

 

Lebih lanjut H. Nasruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa karakter bangsa ada pada Guru Agama, “Karakter Bangsa ini, karakter generasi kita kedepan bahwa berkualitas atau tidaknya tergantung dari Guru Agama, itu salah satu factor, oleh karenanya Guru Agama sangat dituntut untuk berkualitas, menyesuaikan diri, baik dalam ilmu pengetahuan, inovasi-inovasi baru dan cara menyusaikan diri dalam pelaksanaan sebuah Pendidikan” tegasnya pada 40 peserta Guru Agama Katholik PNS dan Non PNS yang berasal dari Guru Agama SD, SMP, SMA/SMK se Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

“Kami mendorong semua Kepala Bidang, semua Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kota agar terus mengevaluasi Guru-guru Agama Kita yang begitu banyak khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik bagi Guru Agama Islam, Guru Agama Katholik, Guru Agama Kristen, Guru Ahama Hindu dan Guru Agama Budha” tegas H. Nasruddin dengan harapan penuh kepada para Kepala Bidang dan Kepala Kemenag Kabupaten Kota, “Jumlah Guru yang begitu banyak tidak menjamin kualitas generasi kita, oleh karenanya bagi Guru Agama untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuannya agar anak didik kita senang belajar Agama” tambahnya.

 

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara Egenius Siba dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya workshop penyusunan naskah soal USBN untuk Pendidikan Agama Katholik ini adalah selain untuk menyusun dan melengkapi kisi-kisi soal USBN Pendidikan Agama Katholik tingkat SD, SMP, SMA/SMK ini juga dihajatkan untuk menyusun paket soal utama dan paket soal susulan beserta dengan kunci jawabannya, serta sebagai ajang sharing pengalaman dan pembelajaran Bersama bagi Guru Pendidikan Agama Katholik.

 

Tampak dalam kegiatan pembukaan workshop penyusunan soal USBN Pendidikan Agama Katholik ini selain dihadiri 40 peserta, juga dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin, Kepala Bidang, Pembimas dan Pembimbing Syariah lingkup Kanwil Kemenag Provinsi NTB, dimana kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara penyampaian materi oleh para naras umber, kerja kelompok berdasarkan tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Presentasi Penyempornaan Hasil Kerja Kelompok. (miq olah) 

254
Share :

INFORMASI LAINNYA