H. Nasruddin - Kunjungan Bank Dunia Membantu Kegiatan Pendidikan di NTB

Selasa, 13 Maret 2018 01:33

H. Nasruddin - Kunjungan Bank Dunia Membantu Kegiatan Pendidikan di NTB

Mataram, Inmas_Senin, 12/03/2018, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. NTB beserta seluruh jajaran pimpinan Kanwil Prov. NTB menerima kunjungan rombongan dari Bank Dunia. Kepala Kantor menerima rombongan di ruang sidang utama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. NTB. Rombongan Bank Dunia tersebut langsung datang dari Washington dan Sudan. Hadir pula perwakilan dari Bank Dunia Jakarta dan perwakilan dari Kemenag RI. Rencananya Tim akan mengunjungi beberapa pondok pesantren di wilayah Lombok Tengah.

            Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Prov. NTB, H. Nasaruddin mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Bank Dunia karena memiliki tujuan yang mulia  untuk membantu dalam meningkatkan pendidikan di Prov. NTB. Hal ini merupakan suatu penghargaan yang luar biasa dan menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi Prov. NTB. Kami atas nama Prov. NTB dan Kemenang menyambut dengan baik tujuan mulia tersebut. Bank Dunia telah menunjuk Prov. NTB sebagai salah satu lokasi sasaran yang menerima bantuan dari negara-negara yang telah maju dalam hal pendidikan.

            Namun, Kepala Kantor menyampaikan uneg-uneg, mengapa hanya beberapa pondok pesantren (ponpes) saja yang dikunjungi, apalagi hanya berada pada satu wilayah. Padahal masih banyak ponpes yang memerlukan bantuan. Tidak hanya di wilayah Lombok Tengah saja, bahkan ada di wilayah lain di luar Pulau Lombok, seperti di Pulau Sumbawa misalnya. Kepala Kantor mengharapkan agar Bank Dunia lebih luas mengunjungi ponpes yang lain yang juga butuh pembangunan, butuh dukungan untuk kelengkapan sarana dan prasarananya.

            Pemerintah Indonesia kurang maksimal membantu dalam memajukan pendidikan di ponpes. Ponpes lebih banyak berasal dari hasil swadaya masyarakat. Masyarakat hanya memiliki semangat saja, tanpa memiliki finansial yang cukup memadai. Padahal ponpes salah satu penopang pendidikan berbasis keagamaan. tak jarang pendidikan berbasis ponpes lebih unggul. Makanya penting bagi kita mendirikan tempat pendidikan yang unggul. Harapannya mudah-mudahan program ini tak berhenti di sini, masih berlanjut dengan penyebaran lokasi yang lebih luas, tak hanya di Lombok tengah saja.  (Nurrosyidah Yusuf) 

45
Share :

INFORMASI LAINNYA

Pembukaan Festival Moyo 2014 di Sumbawa Besar
Selasa, 30 September 2014 07:13
KOTA MATARAM BERANGKATKAN 360 JAMA’AH HAJI
Rabu, 02 September 2015 10:11
K-13 Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran
Selasa, 11 Agustus 2015 07:00