Guru Agama Katolik Dijadikan Panutan Dilingkungan Sekolah Maupun di Masyarakat

Jumat, 16 Maret 2018 07:11

Guru Agama Katolik Dijadikan Panutan Dilingkungan Sekolah Maupun di Masyarakat

Mataram Inmas_ Seorang guru agama katolik harus memahami tugas sebagai pendidik sesuai dengan kepercayaan agama katolik pembaptisan bahwa guru agama atau pendidik  harus mampu mentrasformasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada anak didik secara baik dan benar sesuai kaidah-kaidah kependidikan agama katolik.

Kedua guru sebagai pendidik (Imam), guru harus mampu menanamkan nilai-nilai kristiani kekatolikan kepada anak didik sesuai ajaran gereja katolik, wahyu dan ajaran para rasul, “ketiga” guru sebagai pemimpin(Raja) guru agama katolik harus mampu mempengaruhi, mengarahkan, membimbing dan memotivasi anak didik dengan hati yang gembira, menciptakan proses belajar yang kondusif dilingkungan sekolah

Selanjutnya guru agama katolik mampu membimbing, membina sehingga anak didik menghargai orang lain, penuh kejujuran dan keadilan, maka guru menjadi pemimpin yang melayani anak didik orang tua dan masyarakat juga guru menyelaraskan antara kata dan perbuatan hati dan mulut dan antara kecerdasan intelektual dan spritual melalui perjuangan dan doa di sampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Pembimas Katolik Egenius Siba dalam laporannya Kamis 15/03-2018.

Kegiatan pembinaan guru agama katolik tingkat dasar dan menengah se – pulau lombok. Dengan Tema : “Mewujudkan Guru Pendidikan Agama katolik sebagai Imam, Raja dan Nabi di Zaman Now” dilaksanakan di Hotel Mataram squer selama 3 ( tiga ) hari dari tanggal 15 - 17 Maret 2018 dari unsur guru PNS dan Non PNS, Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin, Pembimas Katolik, Pembimas Sariah dan Kepala Bidang Hindu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin menyampaikan guru agama katolik setiap melakukan proses belajar mengajar harus mempunyai motifasi-motifasi untuk mengembangkan potensi mengajar untuk melahirkan anak kelak menjadi anak berkualitas nusa dan bangsa guru agama Katolik mampu membangkitkan sikap yang religius sehingga anak didik mampu merespon perubahan zaman dengan maraknya pengaruh-pengaruh negatif saat ini, oleh karena demikian guru-guru agama katolik tingkatkan didikan agama yang baik terhadap anak didik di sekolah sehingga anak didik menjadi moral dan karakter yang baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

H. Nasruddin juga menegaskan baik buruknya anak didik menjadi tanggung jawab guru agama, maka guru agama harus mampu merubah meningkatkan metode pembelajaran agama di sekolak sebagai tugas dan fungsi guru profesional dan di implementasikan dalam mejalankan tugas sehari-hari guru agama berdedikasi tinggi dan terdepan membawa anak didik yang menjadi Guru profesional

 Kakanwil juga menambahkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan memiliki komitmen yang tinggi, guru agama yang profesional mampu mengembangkan dirinya untuk kemajuan proses belajar mengajar yang tercermin dilingkungan sekolah, kemudian guru harus memiliki keterampilan untuk membimbing dan membina  agar anak didik memiliki ilmu tehnologi yang lebih maju kedepan. Muhamad ........

 

 

 

 

540
Share :

INFORMASI LAINNYA