Mengenal Syech.R.KH.Abdul Kafi bin Syech Ahmad Chotib Amin Al Bangkali

Sabtu, 14 April 2018 09:30

Mengenal  Syech.R.KH.Abdul Kafi bin Syech Ahmad Chotib Amin Al Bangkali

Inmas_MAN 1 Sumbawa, HIKMA SAMAWA ( Himpunan Keluarga Madura dan Sumbawa) menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Khaul Masyayic Abdul Khafi Syech. Ahmad Khotib Amin Al – Bangkalani serta Dzikir dan Doa untuk Sumbawa Hebat Bermartabat bersama Ulama Habaib Umaro dan Sahabat Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yang mengambil tempat di Masjid At-Taqwa Sumbawa Besar pada Hari Jum’at Malam Sabtu 13 April 2018 dan kegiatan dimulai Ba’da shalat Isya. Adapun acara Qiro’atul Qur’an oleh Drs.H. Abdullah SY Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa dan Penceramah oleh Habib Abdillah Ba’abud ( Malang Jawa Timur).


Hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Para Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten Sekda dan staf Ahli Bupati Sumbawa, Para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa, Camat Sumbawa ,Segenap Panitia,Para Alim Ulama,Tokoh Masyarakat, Warga NU,Muslimat NU, Himpunan Keluarga Madura dan Sumbawa .


Sambutan Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Perekonomian Drs. Muhamading ,SSI. menyampaikan permohonan maaf bahwa Bapak Bupati  tidak dapat menghadiri  kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj yang dilaksanakan oleh Keluarga HIKMA (himpunan keluarga Madura dan Sumbawa ) karena masih berada diluar daerah, atas nama  Pimpinan Daerah menyampaikan apresiasi yang mendalam  kepada Keluarga Etnis Madura dan Sumbawa yang menyelenggarakan kegiatan ini.


Dalam penyampaian Asisten Perekonomian Drs. Muhamading ,SSI ini menyampaikan bahwa Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang dirangkaikan  dengan Khaul seorang Ulama Besar asal Bangkalan Madura , Syech. R.KH Abdul Khafi yang ternyata mempunyai silsilah keilmuan dengan ulama Sumbawa yaitu Syech. Zainudin Attepali Assumbawy.


Kepada para tamu undangan yang datang disampaikan selamat datang di Kabupaten Sumbawa  yang Alhamdulillah tetap aman dan kondusif. Hal ini disebabkan karena tradisi orang Sumbawa ( Tau Samawa ) sangat terbuka menerima pendatang, contohnya sahabat sahabat kami yang berasal dari Madura ternyata sudah memiliki hubungan sejak zaman kesultanan Sumbawa dahulu, hal ini disebabkan peziarah yang datang dari Madura dan dari daerah lainnya,

Hubungan para leluhur apalagi dalam konteks keilmuan perlu menjadi motivasi bagi generasi masa kini  dalam mengembangkan kepribadian dan budaya luhur di tengah tengah masyarakat, artinya  bisa dipetik hikmah bahwa para orang  tua dahulu sangat memegang teguh prinsip saling menghargai dan saling menghormati dalam membangun kehidupan beragama dan berbangsa tanpa membedakan etnis ataupun  suku. Prinsip inilah yang perlu ditumbuhkan  sehingga kerukunan, kedamaian  dan keharmonisan dalam kehidupan beragama dan berbangsa dapat dipertahankan.

Eksistesi dan peran ulama ditengah kehidupan umat sangat signifikan ,mengingat umat Islam harus bias mengemban tugas berat di tengah kehidupan modern yang kerap bersinggungan dengan budaya hidup yang kadang menjurus kepada pendangkalan akidah maupun kemerosotan moral, ulama juga memiliki peran penting untuk mempersatukan masyarakat agar kedamaian yang telah dirajut dapat terawat secara berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sesuai dengan nilai nilai religius.

Dalam mengenang  mendiang Syech.R.KH.Abdul Kafi bin Syech Ahmad Chotib Amin Al Bangkali yang makamnya ada di Kota Sumbawa Besar ini tentunya ada sebagian masyarakat yang belum mengenal siapa Syech.R.KH.Abdul Kafi bin Syech Ahmad Chotib Amin Al Bangkali, dari namanya dapat ditebak bahwa Syech tersebut berasal dari Madura, namun ternyata Syech tersebut adalah murid dari Dea  Guru Syech. Muhammad Zainuddin Attepaly Assumbaway.

Dari sejarah kesultanan Sumbawa dapat dibaca bahwa pada zaman kesultanan Sumbawa ada  Sembilan (9) Masyayikh atau Dea Guru yang dikenal di masyarakat Sumbawa, antara lain  :  Guru Dea Syech Muhammad Zainuddin  At Tepaly As Sumbawi, Sayyid Muhammad bin Husain Al –Mahdali, Dea Guru Syech. Ibnu Al Jauzi As Sumbawi, Dea Guru Syech Umar bin Abdurrasyid As Sumbawi, Dea Guru Syech Abdul Karim As Sumbawi, Dea Guru Rasyidi At Tepaly As Sumbawi, Dea Guru Syech Abdullah Kafi As Sumbawi dan Dea guru Syech Ali As Sumbawi.


Seluruh syech tersebut  memiliki pengetahuan agama yang sangat dalam sehingga pada masanya para Dea Guru tersebut  menjadi tempat Sultan Sumbawa untuk meminta pertimbangan dari sisi aturan Islam juga menjadi tempat bagi masyarakat Sumbawa maupun luar pulau Sumbawa untuk menimba ilmu agama, sehingga tidak heran kultur adat Sumbawa sangat kental dengan nilai nilai Islam yaitu : “ Adat Berenti Ko Syara, Syara Berenti Ko Kitabullah,Taket Ko Nene Kangila Boat Lenge ”

Sebagai akhir penyampaian sambutan Bupati dengan Peringatan Ista’ Mi’raj yang dilaksanakan malam Sabtu tersebut  mengajak kita semua untuk bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya untuk kemudian kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari hari antara lain dengan memperbaiki kualitas ibadah shalat kita , memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, Majlis Ta’lim, maupun kehiatan kegiatan sosial keagamaan lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas umat Islam, agar benar benar menjadi ummat terbaik yang membawa rahmat bagi seluruh alam.__    ( JoKo )


68
Share :

INFORMASI LAINNYA