MA Nurul Iman Pulau Medang Sukses Melaksanakan UNBK,Walau Menggunakan Alat Apa Adanya

Sabtu, 14 April 2018 12:06

MA Nurul  Iman  Pulau Medang Sukses Melaksanakan UNBK,Walau Menggunakan Alat Apa Adanya

Inmas_MAN 1 Sumbawa, Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) diharapkan memperoleh hasil yang lebih bagi siswa siswi Madrasah baik Negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Sumbawa karena itu pihak Madrasah sudah melakukan berbagai persiapan menjelang UNBK tersebut mulai dari penataan ruangan, persiapan perangkat sampai kepada Simulasi,

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Drs. H. Sukri HM, M.Si yang melakukan pemantauan langsung di beberapa Madrasah Negeri dan swasta  dan dari hasil pemantauan tersebut pelaksanaan UNBK secara keseluruhan sampai pada hari ke keempat berjalan dengan aman, tertib dan lancar meskipun ada kekhawatiran gangguan internet dan pemadaman listrik namun semuanya sudah diantisipasi oleh pihak Madrasah 


Kaitan hal tersebut H.Sukri sangat bersyukur dan berterima kasih kepada segenap Pengelola Pendidikan yang ada di Madrasah baik Negeri maupun Swasta. Semoga hasil pelaksanaan UN tahun ini menjadi lebih baik dari tahun tahun sebelumnya ungkap Kakankemenag .


MA Nurul Iman Pulau Medang yang berdiri  sejak tahun 2011 dengan mendapatkan nilai Akreditasi B pada awal akreditasi tahun 2015 , dengan jumlah peserta UNBK sebanyak : 17 orang  yang terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama 9 orang, dan sesi ke dua sebanyak 8 orang , Madrasah ini dipimpin oleh Fadli, S.Pd yang mana MA Nurul Iman ini termasuk MA yang berada di wilayah/ daerah terpencil namun dapat melaksanakan UNBK karena tuntutan tuntutan Pemerintah yang mewajibkan seluruh Sekolah  tingkat SMA / sederajat untuk melaksanakan UNBK, maka dari itu selaku Kepala Madrasah berupaya untuk mengumpulkan client sesuai dengan jumlah kebutuhan dengan  cara meminjam karena jika tidak bisa mengatasi masalah ini maka otomatis semua siswa akan diangkut untuk mengikuti ujian bergabung atau menumpang di sekolah yang fasilitasnya sudah memadai di Sumbawa. Sementara jika kita ujian menyeberang ke Sumbawa itu akan memakan banyak biaya hidup  seperti tempat tinggal dan biaya hidup serta transportasi yang digunakan, maka dari itu berfikir untuk ujian mandiri walau dengan alat seadanya, karena sekalipun kita di daerah 3 T ( Terpencil, Tertinggal dan Terluar) masih mampu untuk melaksanakan UNBK mandiri.


Untuk koneksi internet  dari jaringan 4G di Pulau Moyo dan menguncinya agar tidak berubah ke jaringan lain dengan menggunakan aplikasi  4G  Swither ,sedangkan untuk akses kendaraan menggunakan kapal kayu perjalanan 3 – 4 jam tergantung kondisi cuaca. Untuk listriknya kegiatan UNBK menggunakan genset dari awal hingga akhir dan untuk internet menggunakan HP, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sukses.___(joko)


28
Share :

INFORMASI LAINNYA