H. Suardi: Perbedaan Sunatullah yang Tidak Bisa Dihindari

Senin, 04 Juni 2018 13:15

H. Suardi: Perbedaan Sunatullah yang Tidak Bisa Dihindari

KLU_Inmas, Jum’at, 01/06/2018, dilangsungkan deklarasi Aliansi Kerukunan Antar Pemuda Lintas Agama (Akapela) Provinsi NTB, bertempat di desa Tanjung kabupaten Lombok Utara (KLU). Deklarasi ini difasilitasi oleh Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan ( LBH APIK ) Provinsi NTB. Deklarasi tidak hanya diadakan di KLU, akan tetapi juga di kabupaten Lombok Barat, kabupaten Lombok Timur, kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram.  

Kegiatan deklarasi dihadiri oleh Kepala Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Suardi Suut, Ketua Divisi Perubahan Hukum LBH APIK, Surya Jaya, para tokoh lintas agama, Kepala Desa Tanjung, Budiawan, serta ratusan masyarakat  Tanjung.   

Suasana deklarasi diisi dengan adanya dialog interaktif. Tujuan deklarasi adalah untuk mendorong lahirnya pelopor perdamaian, khususnya di desa serta mengajak masyarakat untuk selalu mensuarakan dan berkomitmen menjadi agen dan pelopor perdamaian di setiap desa.  

Ketua Divisi Perubahan Hukum LBH APIK, Surya Jaya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mengajak pemerintah desa dan masyarakat Tanjung untuk bersama-sama memiliki komitmen merawat keberagaman. Pihaknya akan memberikan penghargaan kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi membantu dalam menjaga keberagaman di KLU.  

Saat dimintai keterangan di lokasi deklarasi, H. Suardi Suut memberikan penjelasan. Perbedaan adalah sunatullah yang tidak bisa dihindari. Hal tersebut merupakan kekayaan yang ada di Indonesia. Jiwa toleran harus senantiasa dijaga.

Makanya mari kita tanamkan jiwa toleran dalam diri kita untuk terus merawat dan menjaga keberagaman itu sendiri. Karena  keberagaman tidak dimiliki oleh negara manapun”, tegas Suardi.     

Sementara Kepala Desa Tanjung, Budiawan menjelaskan, merawat keberagaman di KLU sudah menjadi amanah yang turun temurun dari nenek moyang. Sehingga perbedaan antar agama sudah tak asing lagi.

Masyarakat Tanjung berterima kasih kepada LBH APIK Provinsi NTB karena sudah memberikan apresiasi kepada Desa Tanjung sebagai desa yang mampu merawat keberagaman hingga saat ini”, sembari menutup kegiatan deklarasi.  (Nurrosyidah Yusuf)

   

39
Share :

INFORMASI LAINNYA