I Ketut Jaya : “ Pelayanan Kesehatan Haji Amanat Undang – Undang“

Jumat, 06 Juli 2018 18:20

I Ketut  Jaya : “ Pelayanan Kesehatan  Haji  Amanat  Undang – Undang“

Inmas_KLU, Semenjak calon jamaah haji mulai dari masa tunggu embarkasi terus keberangkatan kloter  dan sampai kembali ke tanah air selalu dikawal, itu adalah salah satu amanat undang – undang yaitu UU no 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan kesehatan haji, uu no 36 tahun 2009 tentang kesehatan Permenkes No 15 Tahun 2016 Tentang Istito'ah Kesehatan Jamaah Haji, Permenkes no 62 tahun 2016 Tentang Penyelenggaran Kesehatan Haji dan Surat Edaran dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI No. 4001 tahun 2018. Demikian yang disampaikan oleh I Ketut Jaya, S.KM selaku narasumber dalam kegiatan pembinaan manasik Haji yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara dalam hal ini seksi PHU di aula Kemenag pada hari Rabu, tanggal 4 Juli 2018. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 74 calon jama’ah.

I Ketut Jaya dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi bimbingan ibadah  haji, akomosi transportasi, memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan haji itu baik di mulai dari persiapan pelaksanaan penyelenggaran ibadah haji dilakukan oleh kementerian kesehatan bekerjasama dengan kementerian agama.

I ketut Jaya mengungkapkan juga bahwa di tahun 2018 ada beberapa hal yang menjadi tambahan persayaratan atau menjadi tambahan seperti surat keterangan istitoah sudah menjadi persyaratan untuk pelunasan haji.

“ Ada beberapa yang baru di tahun 2018 ada beberapa hal yang berubah diantaranya keterangan istitoah sudah dijadikan syarat untuk pelunasan yang berubah juga di tahun 2018 yaitu Kartu Kesehatan Haji yang dulunya berupa buku kesehatan haji dan sekarang itu tidak di cetak lagi sekarang di ganti dengan kartu berkode dan terhubung dengan internet dan bisa di cek disana tersimpan data jamaah haji dan gelang resiko tinggi bagi jamaah haji tidak warna – warni lagi tidak berlaku sekarang “ ungkap I KETUT JAYA.

Lebih jauh I KETUT JAYA mengungkapkan bahwa untuk Pemeriksaan kesehatan ada 3 tahap. Pemeriksaan tahap satu  dan pemeriksaan tahap dua dan tiga. Untuk pemeriksaan kesehatan di tingkat kabupaten yaitu pemeriksaan kesehatan tahap satu dan dua melalui puskesmas dan rumah sakit. Pemeriksaan tahap satu untuk mengetahui resiko tinggi atau tidak bagi calon jamaah haji pemeriksaan tahap kedua untuk mendapatkan surat keterangan istitoah.

Diakhir penyampaiannya I Ketut Jaya memberikan tips supaya calon jamaah Haji kesehatannya tetap terjaga mulai sekarang sampai balik dari tanah suci, menurut I Ketut Jaya sangat sederhana yaitu dengan menjaga dan membudayakan hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan air mengalir dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, membiasakan buang air besar di jaban atau toilet, harus mempunyai perilaku Cerdik yaitu cek kondisi kesehatan secara berkala misalnya ada keluhan – keluhan kesehatan segera periksa diri ke puskesmas, aktivitas fisik, diet seimbang mulai sekarang dan jangan malas minum air minimal satu hari 2 liter, demikian pesan dari I Ketut  Jaya  ( Mus Jonggat )

Pembuat Release    :    Mus Jonggat

Editor                       :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                  :     H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas )

62
Share :

INFORMASI LAINNYA

SOSIALISASI EMIS PONTREN, MADIN DAN TPPQ
Kamis, 21 April 2016 07:33
rrerer
Senin, 09 November 2015 12:00
KUNKER KOMITE III DPD RI
Sabtu, 14 November 2009 12:00