Kakanwil : Tingkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama

Kamis, 12 Juli 2018 08:13

Kakanwil : Tingkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama

Mataram_Inmas,  Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, FKUB, pejabat terkait meningkatkan kerukunan umat beragama  di wilayan Provinsi NTB tahun 2019 yang akan datang dan merupakan sebuah perjalanan sejarah bangsa dalam pemilihan pimpinan nasional.  Ketua Panitia telah mampu mengawal kondisi kerukunan di NTB pada saat Pilkada yang baru lalu karena tidak ada mencederai simbol-simbol agama.  Semua itu atas kerjasama pemerintah terkait bersama tokoh agama terutama keterlibatan para FKUB baik di provinsi maupun di kabupaten / kota.

Ketua Panitia H. Suardi mengapresiasi para Toga, Toma dan FKUB dalam mengawal kerukunan umat beragama. Diucapkan terima kasih pula kepada Kemenag kabupaten / kota se- NTB dan FKUB yang telah menjaga kondisi kerukunan, melakukan kegiatan evaluasi serta atas koordinasi para pejabat terkait guna  mengantisipasi dan menjaga kerukunan umat beragama.

Selanjutnya dikatakan tujuan yang ingin dicapai oleh para pejabat terkait kelemahan dalam mengawal kerukunan dan bisa mengantar Pilkada yang baru lalu dalam keadaan aman dan damai. Kegiatan ini diadakan  untuk bahan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan konflik menjelang pemilihan pemimpin nasional yang akan datang.  Para pengurus kerukunan umat beragama tidak ingin terjadi ketidak damaian pada perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ketua Panitia bahwa dalam pesta demokrasi ini kemungkinan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan agama karena agama tidak bisa dipisahkan dengan politik.  H. Suardi melaporkan juga bahwa hasil kesepakatan dalam kegiatan ini antara para FKUB tentang kerukunan umat beragama agar bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dan hasil tersebut akan disampaikan ke seluruh kabupaten/kota se- NTB ungkapnya.

Kegiatan Evaluasi Kerukunan Umat Beragama dilaksanakan di Hotel Mataram Square selama 2 ( dua) hari dari tanggal 11 sampai dengan 12 Juli 2018 dengan  peserta berjumlah 32 ( tiga puluh dua ) orang terdiri dari Kejati, Polri, Kepala Kesbangpoldagri, TNI, Kepala Kemenag Kab./Kota se- NTB , demikian seperti yang disampaikan dalam laporan Ketua Panitia H. Suardi.

Sambutan dan arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin menyampaikan apresiasinya kepada para Pemangku sehingga bisa menciptakan kerukunan umat beragama , serta kepada  para peserta atas kerja keras nya sehingga tidak ada gejolak apapun dan melancarkan pesta pillkada yang baru saja dilaksanakan.

H. Nasruddin mengajak para pemangku kerukunan dalam suasana kondusif ini tidak boleh lengah , oleh karena  itu tingkatkan kewaspadaan dan menjaga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti misalnya konflik antar umat beragama di tengah masyarakat. Terkait Ahmaddiyah di Lotim beberapa waktu yang lalu bahwa ajaran Ahmadiyah bertentangan dengan agama Islam sehingga tidak boleh disebar luaskan oleh Kemenag karena terkait dengan keamanan dan menjaga keselamatan jamaah tersebut.

Pada saat ini yang memicu konflik di wilayah NTB adalah perkawinan inter dan antar umat beragama, membangun rumah ibadah, penyiaran agama, bantuan agama dari luar negeri, perkawinan  perbedaan agama, penodaan agama. Kaitan hal tersebut diharapkan untuk selalu menjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat dan menjaga kerukunan dalam umat beragama di seluruh NTB. Dalam hal ini Kementerian Agama Provinsi NTB bersama jajaran  terus menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung acara seperti ini guna menjaga kerukunan umat beragama.  Mhd……


Pembuat Release    :    Muhamad

Editor                       :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                  :     H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas )

 

 

 

19
Share :

INFORMASI LAINNYA