Inspektorat Jenderal Kemenag RI : Jadilan Pemimpin Yang Baik

Kamis, 26 Juli 2018 11:55

Inspektorat Jenderal  Kemenag RI : Jadilan Pemimpin Yang Baik

Mataram_Inmas, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil H. M. Nur Kholis Setiawan, MA membuka kegiatan "Pemutakhitan Data dan Tindak Lanjut Pengawasan" pada hari Rabu 25 Juli 2018 bertempat di Hotel Lombok Raya Mataram yang dihadiri oleh Plt. PHP Sistim Informasi Dumas Ahmad Hariyanto, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB H. Sirojudin, MM.

Pembukaan dan arahan Inspektorat Jenderal Kemenag RI H.M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan bahwa pemutakhiran data adalah sesuatu yang alami untuk senantiasa di update karena adanya perubahan dan perkembangan, dan berharap terutama satker Provinsi melalui Itjen untuk berupaya bersama-sama melakukan pemutakhiran data pengawas internal pemerintah yang fungsinya menjadi penjamin kualitas terkait dengan sistim pengendalian internal pemerintah (SPIP). Selain itu ditekankan pula bahwa pentingnya pemutakhiran data dan pengawasan sebagai kegiatan  strategis yang penting dalam suatu rangkaian tugas Inspektorat selaku aparat pengawasan internal pemerintah. Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini diharapkan bisa menyelesaikan berbagai tindak lanjut dari setiap  hasil pemeriksaan.

Pemutakhiran data ini merupakan agenda  rutin dalam rangka koordinasi, komunikasi, dan evaluasi implementasi pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan pemerintah. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat dilakukan pembinaan  bagi seluruh perangkat yang ada supaya lebih mengerti, memahami dan menghayati akan pentingnya pengawasan terhadap suatu kegiatan di lingkungan pemerintahan.

Itjen berharap agar menjaga pemutakhiran data dengan cara pembinaan, mereview untuk meningkatkan pemutakhiran data dalam mengurangi kekeliruan, melaksanakan tugas sesuai juknis dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan tugas masing-masing, bertanggung jawab bagi pelaksanaan program dan kegiatan,  menghindari kekeliruan temuan namun jika ada temuan agar segera ditindaklanjuti dan diselesaikan agar tidak bermasalah di kemudian hari.

Selanjutnya pada kesempatan itu pula disampaikan  akan pentingnya perbaikan sistem pengendalian intern yang baik agar temuan tidak selalu berulang setiap tahun. . Sistem Pengendalian Intern yang dikenal dengan SPIP ( Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ) harus menjadi fokus pengawasan intern yang harus dibangun agar temuan tidak terjadi . Dengan demikian pengendalian dibangun dalam jalinan sistem yang dapat mengarahkan agar tindakan dan kegiatan senantiasa sesuai aturan, dan mendapatkan kejelasan serta kepastian arah pencapaian tujuan, dan pada saat yang sama resiko timbulnya temuan dapat dimitigasi setiap saat.

H.M. Nur Kholis Setiawan mengingatkan kepada para peserta dari 11 Provinsi dan pimpinan satker penanggung jawab kegiatan yang mengalami kesalahan/kekeliruan untuk tidak mengalami hal serupa lagi dan  berhati-hati mengadakan program. Dan kegiatan pemutakhiran atau  temuan sebelumnya dapat  dijadikan pengalaman untuk meningkatkan kehati-hatian agar tidak mengalami kekeliruan lagi. Dalam hal ini  Itjen mendorong untuk tetap belajar agar  tidak mengalami hal yang sama yang selalu terulang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa berkewajiban untuk belajar dan mengajar itu penting karena menjadi pejabat tidaklah selamanya. Pejabat diamanatkan untuk wajib belajar, mengajarkan, mengamalkan dan mengimplementasikan pemutakhiran data.  Belajar dari pengalaman yang ada maka temuan adalah masa lalu yang  tidak perlu untuk diulangi lagi. Apabila di lingkungan kita belum melakukan pemutakhiran data / update data maka berkewajiban terhadap lingkungan kita untuk melakukan pemutakhiran data agar temuan itu tidak ditemukan lagi pada masa sekarang dan masa yang akan datang.

Lebih penting lagi harapnya peran aktif dalam melaksanakan tugas para ASN dimana sudah waktunya untuk menempatkan diri dan meningkatkan kinerjanya dengan lebih bagus lagi.  Dan kepada masing-masing pimpinan apabila ada temuan-temuan agar segera diselesaikan dan untuk bagian pemutakhiran data juga sangat strategis mendiskusikan  temuan - temuan  sebelumnya kepada pimpinan. Diharapkan kepada para utusan dari 11 provinsi untuk di tindak lanjuti nilai nominal yang sudah ditindak lanjuti, kemudian mendiskusikannya secara tehnis.

Menurut H. M. Nur Kholis Setiawan terkait pemutakhiran data Itjen mempunyai keterbatasan dalam mengadakan kegiatan seperti ini, maka diharapkan  kepada para peserta agar menindak lanjuti temuan-temuan. Dan bagi  yang sangat tehnik dan sangat sulit ditindak lanjuti penting kiranya untuk dibahas dan didiskusikan bersama di forum dan mendapatkan pemutakhiran data yang lebih konkrit hasilnya sehingga  makin berkurang sisa temuan di masing-masing satker.

Di akhir arahannya H. Nur Kholis Setiawan yang sebagai penanggung jawab disini mendorong tugas dan fungsi seorang pimpinan agar seorang pimpinan  mampu berbuat dan  berkontribusi di lingkungan masing-masing. Seorang pimpinan tidak boleh menggunakan pola-pola otoriter. Tipe kepemimpinan otoriter jika di terapkan sekarang mungkin kurang relevan, namun jika kita lihat lagi menurut gaya kepemimpinan situasional tipe kepemimpinan otoriter ini bisa di terapkan terhadap anggota atau bawahan dengan tingkat kematangan rendah yaitu ketika seorang pemimpin menghadapi bawahan yang belum bisa atau belum menguasai hampir semua bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Pesan H. Nur Kholis Setiawan agar Jadilah pemimpin yang baik yang bisa mempraktekkan kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan peningkatkan organisasi dalam kepemimpinan modern.dan tidak salah dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan modern adalah membangun para pihak sehingga  menjadi lebih baik dan bisa menempatkan diri di dalam kehidupang masing-masing dimasa-masa yang akan datang sehingga  kinerja kita jauh lebih baik lagi .Seorang pemimpin bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, pembuatan program kerja, pembuatan kontrak atau pembuatan aturan-aturan baru Dalam konteks struktural, kepemimpinan diartikan sebagai proses pemberian motivasi agar orang-orang yang dipimpin melakukan kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan program yang telah ditetapkan, kepemimpinan juga berarti usaha mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi orang lain, agar pikiran dan kegiatannya tidak menyimpang dari tugas pokok masing-masing. Mhd…..


Pembuat Release    :    Muhamad

Editor                       :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                  :     H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas ) 

 

 


 

271
Share :

INFORMASI LAINNYA