Kanwil Kemenag NTB Gelar Rapat Pengumpulan Dana Bantuan Korban Gempa Lombok

Selasa, 31 Juli 2018 16:22

Kanwil Kemenag NTB Gelar Rapat Pengumpulan Dana Bantuan Korban Gempa Lombok

Mataram_ Inmas,   Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin memimpin rapat terkait dengan musibah gempa di Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. Tampak hadir dalam rapat tersebut   Kepala Kantor Kemenag Kabupaten, Kepala Madrasah, Kepala Sub Bagian Kemenag se – pulau Lombok. Rapat berlangsung   di Aula Utama Kantor Wilayah Kemenag NTB pada hari Selasa, 31 Juli 2018.

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling sering kita alami, ini dikarenakan letak Indonesia yang berada pada wilayah yang masih labil keadaan lapisan tanahnya. Selain itu juga banyaknya gunung berapi aktif yang banyak tersebar di seluruh daerah Indonesia yang dapat meletus kapan saja, salah satunya Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada hari Ahad, tanggal 29 Juli 2018 yang lalu telah terjadi gempa bumi tektonik sekitar pukul 06.47 wita dengan kekuatan 6,4 skala richter. Gempa yang terjadi pada hari Ahad 29 Juli 2018 tersebut getarannya juga dirasakan hingga Bali, berpusat di 28 km Barat Laut Lombok Timur. Disusul lagi dengan gempa kekuatan 5 skala richter dengan lokasi lebih dekat dengan Lombok Utara, masing-masing 37 km dan 26 km di Timur Laut Lombok Utara. Wilayah sekitar Gunung Rinjani di kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara merasakan dampak paling parah dimana belasan orang meninggal dan ratusan orang luka-luka begitupun infrastruktur juga mengalami kerusakan.

Gempa yang melanda pulau Lombok dan sekitarnya pada hari Ahad tersebut menyisakan luka yang sangat mendalam. Kehilangan orang-orang yang dicintai, derita fisik, dan bahkan kerusakan harta benda yang telah dikumpulkan dengan susah payah selama ini. Peristiwa ini mengakibatkan banyak korban, baik korban manusia maupun korban harta benda milik masyarakat maupun pemerintah. Informasi terakhir per 31 Juli 2018  mangungkapkan bahwa korban meninggal sejumlah 18 orang, luka-luka 401 orang dan rumah rusak sekitar 5448 buah , dan yang mengungsi mencapai 10.062 orang. Lokasi pengungsian ribuan orang tersebut kini tersebar di 13 titik. Kerusakan terparah akibat gempa terjadi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Selain itu kerusakan terjadi pada gedung fasilitas pendidikan sebanyak 15 unit, fasilitas kesehatan 5 unit, tempat peribadatan 55 unit, kios warga 37 unit, serta  fasilitas umum 1 unit jembatan. Tentunya diharapkan  korban tidak terus bertambah seiring dengan penanganan intensif pada masa rescue setelah korban semuanya sudah di evakuasi

Adapun menurut laporan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur H. Azaharuddin yang hadir pada acara tersebut menjelaskan bahwa musibah yang paling parah di Kecamatan Sambelie dan Kecamatan Sembalun masing-masing  di wilayah sebelah Utara hampir perbatasan dengan KLU. Dan Kepala Kemenag Lotim telah turun ke lokasi tak berselang lama setelah kejadian gempa tersebut untuk melihat secara langsung lokasi  musibah gempa tersebut.

Selanjutnya menurut hasil pantauannya selain rumah-rumah penduduk ada juga Pondok Pesantren dan Madrasah dan beberapa rumah ibadah yang temboknya retak di wilayah Obel-obel termasuk ada Masjid dan Mushalla. Seluruh masyarakat tidak berani menetap di rumah karena di khawatirkan ada gempa susulan disamping bangunan rusak juga sarana prasarana banyak yang  rusak. Begitu pula dengan para korban gempa tidak berani beristirahat di dalam rumah, sedangkan para siswa/wi belajar di tempat terbuka tetap belajar seperti biasa untuk mencapai target kurikulum yang di rencanakan para guru karena  banyak sekolah juga madrasah yang rusak. Untuk sementara ini kerugian belum bisa di hitung, selain itu  ada salah satu guru madrasah yang terluka parah akibat gempa tersebut namun belum diketahui nama guru tersebut oleh pihak madrasah, demikian seperti yang dilaporkan Kemenag Lotim.

Setelah Kepala Kemenag Lotim melaporkan situasi di Lotim pasca gempa maka Kepala Kemenag Lombok Utara H. Mukhsin berkesempatan pula melaporkan kondisi Kabupaten Lombok Utara pasca gempa tersebut. Menurutnya hampir seluruh ruangan Kemenag Kabupaten Lombok Utara retak. Sebelumnya H. Mukhsin bersama jajarannya melibatkan tokoh masyarakat untuk turun langsung ke masyarakat guna meihat secara lebih dekat lagi dampak yang ditimbulkan oleh gempa, Banyak rumah warga, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah yang rusak ringan dan rusak berat. Menurut pantauan H. Mukhsin ada sejumlah 6 madrasah yang rusak berat, selain itu daerah yang paling parah terkena dampak gempa berada di wilayah Senaru kecamatan Bayan khususnya di RT 2  Senaru ada 280 rumah rusak berat dan telah di buatkan tenda untuk menampung 400 orang warga.

Selanjutnya sesuai dengan hasil rapat bahwa untuk membantu para korban gempa adalah dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar. Beberapa kebutuhan dasar yang paling prioritas dan mendesak adalah : Air bersih untuk mandi juga air mineral untuk minum, Makanan siap santap / nasi bungkus, Pakaian, Selimut, Makanan ringan seperti biskuit juga susu, Obat-obatan, Sembako juga Uang dan Tenaga para relawan.

ASN Kemenag Kabupaten Lombok Utara telah mengumpulkan dana bantuan lain seperti air, bahan pokok untuk sehari yang langsung di berikan kepada para warga musibah gempa dan bantuan berikutnya di distrisikan pada hari Selasa sore pada masing-masing posko. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh ASN pada Kantor  Kemenag lainnya.

Apapun bisa kita lakukan asalkan ada niat dan dilakukan dengan hati. Banyak hal yang bisa kita berikan kepada para korban bencana alam. Kepedulian kita sangat berarti bagi mereka....Mhd


Pembuat Release    :    Muhamad

Editor                    :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                :    H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas ) 

 

 

245
Share :

INFORMASI LAINNYA

Kumpulan Artikel
Kamis, 13 Desember 2007 12:00
Pelunasan BPIH 2011 Menunggu Perpres
Sabtu, 23 Juli 2011 11:00