Trauma Gempa,Santri MTsN 2 Loteng Belajar Di Luar Kelas

Rabu, 29 Agustus 2018 16:08

Trauma Gempa,Santri MTsN 2 Loteng Belajar Di Luar Kelas

MTs N 2 Loteng _ Inmas,    Bencana Gempa yang memporak porandakan bangunan fisik dan mental masyarakat Lombok sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah dan sarana lainnya menjadi bukti bagaimana kerasnya guncangan Gempa yang awalnya hanya melanda kawasan Lombok Timur ( Sambelia, Belanting, Obel-Obel, Sembalun ) dan sebagian Lombok Utara ( kecamatan Bayan). Ratusan orang menjadi korban meninggal, ribuan orang sakit serta ratusan ribu mengungsi di tenda-tenda sederhana. Pemandangan memilukan ini akan menjadi sejarah peradaban yang terukir dari generasi ke generasi. Tak hanya bangunan fisik yang roboh, mental masyarakatpun menjadi bencana terhebat buat bangsa ini. Banyak orang yang menjadi stress akibat dari gempa , ribuan orang menjadi gelisah karena trauma dengan bencana ini. Begitu pula halnya dengan siswa-siswi yang tersebar seantero Lombok, mereka masih memendam rasa takut untuk berada di dalam bangunan sekolah. alhasil dapat kita saksikan banyak sekolah-sekolah yang meskipun gedung atau ruangan sekolahnya masih kokoh berdiri, namun tetap saja mereka tidak berani masuk ruangan kelas.

Menurut kepala MTS N 2 Lombok Tengah H.Abd.Fatah, sejak terjadinya gempa susulan yang melanda Lombok Utara awal bulan Agustus lalu, sekolah-sekolah di Lombok diliburkan dan setelah dianggap aman untuk masuk, siswa-siswi mengikuti proses pembelajaran di luar ruangan kelas. H.Abd.Fatah juga menambahkan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan di luar ruangan karena siswa-siswi dan guru merasa tidak nyaman kalau masuk ruang kelas, bahkan orang tua wali meminta untuk kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di luar kelas seperti di lapangan madrasah atau di taman halaman madrasah.

Pantauan Humas MTs N 2 Lombok Tengah bahwa sampai hari ini Rabu, 30-08-2018 Dewan Guru masih mengarahkan siswa-siswi untuk keluar ruangan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Wakil kepala madrasah yang membidangi kurikulum, Rusmin menjelaskan bahwa alasan masih diadakannya kegiatan pembelajaran di luar ruangan adalah karena siswa-siswi dan dewan guru masih merasa trauma dengan adanya gempa yang masih ada meskipun dengan skala yang kecil. Rusmin berharap semoga gempa ini tidak terjadi lagi dan mental para siswa siswi kembali normal seperti sediakala sehingga proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih fokus, terkontrol dan maksimal.  Odink284 


Pembuat Release     :    Odink Najamudin

Editor                     :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                 :    H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas ) 

 

134
Share :

INFORMASI LAINNYA

APEL BENDERA TGL 17 FEBRUARI 2014
Jumat, 28 Maret 2014 15:09
komunitas ak
Selasa, 20 November 2012 12:28