Warga MAN 1 Loteng Berpuasa Haram Tetapi Syah

Jumat, 21 September 2018 11:15

Warga MAN 1 Loteng Berpuasa Haram Tetapi Syah

Inmas_MAN 1 Loteng, Peristiwa-peristiwa penting terjadi bertepatan dengan 10 Muharram dapat menjadikan pijakan umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peristiwa-peristiwa tersebut yaitu Nabi bertaubat kepada Allah atas dosa-dosanya dan dosa tersebut diterimaNya,  Berlabuhnya kapal Nabi Nuh dengan selamat setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan,  Nabi Ibrahim selamat dari siksa api setelah dibakar Namrud,  Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fithnah,  Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus,  Nabi Ayyub disembuhkan Allah dari penyakitnya, Nabi Musa dan pengikutnya kaum Bani israil selamat dari pengejaran Fir'aun di Laut Merah.

Diantara peristiwa-peristiwa tersebut yang menjadi dasar berpikir warga MAN 1 Loteng untuk merayakan 10 Muharram tahun ini. Perayaan 10 Muharram di MAN 1 Loteng diisi dengan kegiatan pemberian santunan yang dilakukan pada hari Kamis, tanggal 10 Muharram dan ceramah oleh TGH. Fahrurrozi pada hari Jumat, tanggal 11 Muharram 1440 H.

Dalam ceramahnya Al-Mukarrom TGH. Fahrurrozi menyampaikan bahwa dalam merayakan hari Asyura itu disunahkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.  Puasa itu ada yang hukumnya wajib dan sunnah. Puasa wajib terdapat enam bagian yaitu puasa Ramadhan, Qodho, Nazar, Bayar Kafarah, pemerintah menghimbau puasa 3 hari sebelum shalat Istisqo, dan Jamaah haji yang tidak mampu membayar denda satu ekor kambing maka wajib puasa 10 hari.

Adapun Puasa sunnah dibagi menjadi tiga bagian yaitu

1.Sunnah sekali setahun seperti bagi orang yang berhaji berpuasa pada saat wukuf di Arafah, enam hari setelah Idul Fitri,  9 dan 10 Muharram,  awal tahun Hijriah, dan 27 Rajab.

2. Sunnah dua kali sebulan seperti setiap tanggal 13, 14, 15 bulan bersangkutan dan 28,29,30 akhir bulan

3. Sunnah puasa setiap minggu yaitu puasa hari Senin dan Kamis

Puasa itu ada yang syah tapi haram seperti puasa seorang istri tanpa seizin suami. Puasa tidak syah dan haram seperti hari Idul Fitri, Idul Adha, tanggal 11, 12, 13, 14 Zulhijjah, dan hari keraguan tanggal 29 Sya'ban.

Berkaitan dengan puasa 10 Muharram berawal dari kaum Yahudi yang berpuasa pada hari bersangkutan kemudian Nabi Muhammad Saw  bertanya kepada kaum Yahudi tersebut alasan berpuasa pada hari 10 Muharram. Kaum Yahudi menyatakan kami bersyukur atas selamatnya Musa dari kejaran Fir'aun yang ingin membunuhnya . Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa kami lebih berhak dan pantas untuk bersyukur atas keselamatan Nabi Allah Musa. Dengan demikian Nabi Muhammad berpuasa dan menyatakan apabila saya masih memiliki umur pada tahun berikutnya maka saya akan berpuasa dari tanggal 9 Muharram.Demikianlah   latar belakang umat Islam disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Kegiatan ini sangat bermakna terutama bagi peserta didik MAN 1 Lombok Tengah sebagai penyerahan dan pijakan untuk berpuasa yang digaung-gaungkan setiap tahun baik oleh madrasah maupun Pemda Lombok Tengah.


Pembuat Release     :    Humas MAN 1 Loteng

Editor                     :    Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                 :    H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas )  






180
Share :

INFORMASI LAINNYA