MTsN 2 Loteng, Madrasah Vocasi

Selasa, 05 Februari 2019 16:26

MTsN 2 Loteng, Madrasah Vocasi

MTsN 2 Loteng _Inmas , Madrasah sebagai lumbung ilmu pengetahuan dan keterampilan harus dapat menjadi rumah besar bagi segenap masyarakat. Madrasah merupakan tempat dimana anak-anak Indonesia mendapatkan bekal yang cukup sebagai modal dalam menempa diri di masyarakat. Pembelajaran  yang murni berbasis kognitif tidaklah cukup untuk mengarungi derasnya arus globalisasi dan dinamka dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akhir-akhir ini. Anak didik harus juga dibekali dengan skill atau keterampilan yang memadai sehingga di semua medan anak Indonesia (santri) mampu bersaing. Kebijakan  pemerintah  memasukkan pelajaran yang terintegrasi dengan ilmu-ilmu keterampilan  seperti pelajaran  prakarya untuk tingkat menengah pertama dan atas  adalah jawaban pemerintah atas kekhawatiran masyarakat  akan kebutuhan sumber daya manusia yang siap pakai.

MTsN 2 Lombok Tengah sejak lama menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan sumber daya para santri melalui pelajaran  prakarya sebagai bahan kuriklum  wajib di setiap Lembaga Pendidikan yang ada. Pihak madrasah disamping menyelenggarakan pembelajaran  di dalam  kelas, juga mengadakan kegiatan ekstra kurikuler yang bersentuhan langsung dengan proses kerja nyata dalam membekali setiap anak didik dengan keterampilan. Eskul Kewirausahaan adalah wadah pelaksanaan teori-teori yang di dapatkan siswa di dalam kelas ( pembelajaran pagi hari )  yang  diharapkan dapat memompa setiap  anak didik untuk bisa menghasilkan karya yang selanjutnya bernilai uang. Kegiatan eskul Kewirausahaan dilaksanakan pada sore hari setiap hari Senin dan Kamis.

Pembina eskul Kewirausahaan Syamsiati,SE menyatakan, semua santri yang mendapatkan pelajaran prakarya sesungguhnya sudah dibekali dengan teori-teori dasar tentang cara-cara menghasilkan karya yang bernilai uang. Dijelaskan bahwa selama ini setelah diberikan materi atau teori  tentang suatu kerajinan tangan di pagi hari, maka sore harinya di jadwal eskul Kewirausahaan mereka mempraktikkannya, bahkan menurut Samsiati anak-anak di ajak langsung ke tempat atau sentra kerajinan tangan tersebut, seperti yang dilakukan para santri  ini ke tempat pembuatan Lepek atau Piring berbahan Rotan yang berlokasi di Dusun Mentokok, desa Jelantik. Di tempat ini para santri langsung bertemu dengan para pengrajin yang selanjutnya mereka diajarkan langsung cara membuat Lepek/Piring dengan bahan dasar Rotan.

Sementara itu  Kepala MTsN 2 Lombok Tengah H.Abd.Fatah menyatakan, Kegiatan  Eskul Kewirausahaan yang selama ini  ada merupakan bagian  dari pengejawantahan program Pembelajaran Vocasi yang selama  ini lebih identik ada di sekolah-sekolah keterampilan  seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau  Madrasah Aliyah Khusus (MAK). Abd.Fatah menambahkan bahwa pihak madrasah selama  ini terus mendorong dan memfasilitasi  para santri  yang  ingin mengadakan  kunjungan kerja ke sentra-sentra  kerajinan. Selamat kepada Pembina dan keluarga Besar MTsN 2 Loteng atas kreatifitas yang selalu ada. Semoga menjadi contoh yang baik bagi madrasah yang lain.

    

Pembuat Release   :      H. Odink Najamudin

Editor                   :      Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui               :      H. Zamroni Azis  ( Kasubag Humas )

 

  

         

325
Share :

INFORMASI LAINNYA