Rakor Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Se Indonesia Tahun 2019

Selasa, 14 Mei 2019 13:00

Rakor Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Se Indonesia Tahun 2019

Mataram_Inmas, Dalam rangka  kegiatan Rakor Kehumasan  Bidang Pengawasan Tingkat Kanwil 2019  maka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H.  Nasruddin menugaskan Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Suherman untuk menghadiri kegiatan Rakor Kehumasan tersebut, yang berlangsung dari tanggal 13 Mei sampai dengan 15 Mei 2019 di Hotel Santika Depok Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti oleh utusan Humas Kemenag seluruh Indonesia. H. Nasruddin berharap dengan adanya pelaksanaan Rakor tersebut dapat menghasilkan hal-hal positif dan untuk kedepannya dapat lebih baik lagi dalam memberikan informasi dan pelayanan.

Kegiatan Rakor dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Prof. Dr. H M Nurkholis Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Sekjen berharap kepada seluruh Humas Kanwil untuk siap tanggap dalam semua hal, selain itu ada dua hal penting yang disampaikan oleh Nurkholis  Setiawan yaitu tentang konten dan kemasan. Dalam hal ini Humas harus bisa menyampaikan informasi yang utuh agar tidak disalah tafsirkan oleh masyarakat.

Di era digital seperti saat ini membawa tantangan tersendiri bagi dunia kehumasan, dimana humas dituntut untuk lebih aktif dalam menyebarkan informasi ke masyarakat melalui cara-cara yang efektif sesuai dengan perkembangan zaman. Humas juga harus responsif dalam menghadapi isu-isu negatif yang muncul di masyarakat. Pada era digital seperti sekarang ini informasi dapat diperoleh begitu cepat, termasuk juga informasi yang tidak benar atau hoax. Selain humas yang harus responsive, masyarakat juga perlu di edukasi agar cerdas mem-filter informasi dengan membanjiri berita-berita positif. Humas harus bisa menyebarkan berita-berita positif dengan memperhatikan pesan dan kemasan yang baik agar mendapat perhatian publik.

 

Oleh karena itu disinilah  pentingnya membuat narasi dalam menyusun berita-berita positif. Seorang humas juga harus mengubah lifestyle nya dalam bermedia sosial untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga pentingnya kiranya membuat konten yang akan disebarkan dengan sebaik mungkin serta membangun hubungan baik dengan masyarakat agar komunikasi berjalan dengan baik dan efektif. Humas dituntut memiliki kecepatan dalam merespon dan memberikan informasi yang benar dengan konten yang dikemas dengan sedemikian rupa .agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik olehmasyarakat.

Pada kesempatan tersebut Suherman mengutip pesan yang disampaikan oleh Sekjen bahwa pada Rakernas yang lalu Kementerian Agama RI telah mencanangkan program “moderasi agama”. Apabila  tidak di sampaikan dengan konten-konten yang baik dan dikemas sedemikian rupa maka bisa membuat kesalahfahaman. Jadi Humas harus mampu memilih konten keagamaan yang tepat untuk menyampaikan kepada masyarakat.

Lebih jauh lagi Sekjen mencontohkan tentang program produk halal dan wisata halal. Apabila  konten dan kemasan kurang tepat maka bisa dianggap ada produk haram dan wisata haram. Atmosfer media sosial tidak ada satupun yang bisa membendung dan menghalangi. Oleh sebab itu Humas harus mampu memanfaatkan medsos. Semakin banyak ruang di medsos diisi oleh kegiatan Kementerian Agama, maka semakin cepat informasi dan pesan pesan keagamaan bisa mewarnai kehidupan masyarakat. Selain itu, Humas harus bisa menciptakan integritas data dan pelayanan Kementerian Agama dan tidak lagi menggunakan manajemen konvensional. Oleh karenanya saat ini di tiap Kanwil se-Indonesia telah ada yang namanya PTSP ( Pelayanan Terpadu Satu Pintu ). Pelayanan ini merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka peningkatan pelayanan publik, dimana proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu tempat. Ini dimaksudkan agar pelayanan masyarakat dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat sebagai upaya mencapai good governance/kepemerintahan yang baik.

Sekjen Nurkholis Setiawan  juga mengatakan bahwa  humas harus mampu dan siap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi dan data, sehingga dibutuhkan adanya SDM Humas yang mumpuni, menguasai bidangnya dan mampu menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak khususnya media massa, karena semua inovasi, prestasi, dan progres kemajuan institusi bisa diketahui oleh publik melalui media massa maupun media sosial. Humas harus sering membuat berita atau release untuk dipublikasikan melalui kanal informasi yang ada seperti website institusi. Namun dampak yang lebih luas terhadap publikasi itu juga bisa dicapai melalui saluran media massa yang ada. Petugas humas siap memberikan informasi maupun publikasi berita yang perlu diketahui oleh publik. Oleh sebab itu petugas humas harus aktif dan terus belajar agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

Di akhir sambutannya Nurkholis Setiawan berharap agar dengan adanya kegiatan ini petugas humas di lingkungan lembaga Kemenag mampu mensosialisasikan program pemerintah dan hasil pembangunan kepada masyarakat dan menuntut Humas untuk  lebih cepat beradaptasi dan memahami segala hal di Kementerian Agama, kata Sekjen mengakhiri sambutannya. ( Dh)

 

Pembuat Release        :     Hj. Diah Purnawati  ( Pengelola Website )

Disetujui                    :     Suherman,S.Pd      ( Kasubag Humas ) 

 

 

 

 

 

 

51
Share :

INFORMASI LAINNYA