Dengar Pendapat Dalam Perbaikan Pelayanan Bersama Komite III DPD RI

Senin, 08 Juli 2019 15:15

Dengar Pendapat Dalam Perbaikan Pelayanan Bersama Komite III DPD RI

Mataram INMAS,_ Sejak kemarin (Minggu, 7-7-2019) Pengawasan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang merupakan salah satu tugas Komite III Dewan Pertimbangan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB meninjau sekaligus mengawasi proses penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Lombok, dan pagi ini (Senin, 8-7-2019) bertempat di Aula Hotel Asrama Haji menggelar Dengar Pendapat bersama stake holder terkait.

 

Setelah meninjau, melihat sekaligus mengawasi proses pemberangkatan jemaah haji dan sekaligus melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 2 utuh asal Kabupaten Lombok Tengah, rombongan Komite III DPD RI pagi ini (Senin, 8-7-2019) menggelar Rapat Dengar Pendapat Komite III DPD RI dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Instansi terkait dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se Pulau Lombok dan stake holder terkait di Aula Hotel Asrama Haji Mataram.

 

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB H. Nasruddin dalam kata penerimaannya menyampaikan semoga dengan kedatangan Komite III DPD RI dari berbagai Dapil di Indonesia dapat memberikan arti dan membawa barokah untuk Nusa Tenggara Barat, “Atas nama masyarakat NTB mengucapkan selamat datang kepada Komite III DPD RI beserta rombongan di Nusa Tenggara Barat”, ucap H. Nasruddin mengawali kata sambutannya.

 

Selanjutnya, dalam kata-kata sambutan selamat datangnya, H. Nasruddin juga melaporkan bahwa jumlah kuota jemaah haji NTB Tahun 2019 ini sebanyak 4.514 orang, dengan rincian jemaah haji sebanyak 4.476 orang, TPHD sebanyak 38 orang, dan kuota tambahan untuk NTB sebanyak 398 yang dialokasikan kepada jemaah lansia, pendamping dan jemaah yang berstatus cadangan. Sedangkan kekosongan jemaah haji yang tidak berangkat karena sakit dan meninggal dunia diisi oleh cadangan sesuai dengan nomer urut yang sudah melunasi ONH-nya yang sudah ditetapkan Pemerintah sebanyak 22 orang, “Jumlah riil jemaah haji tahun 1440 H/2019 M sebanyak 4.906 orang”, paparnya.

 

Yang sudah diproses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Lombok, lanjut H. Nasruddin, sampai hari ini (Senin, 8-7-2019) sudah diberangkatkan 2 kloter dengan jumlah jemaah sebanyak 897 orang dengan perincian Kloter 1 sebanyak 448 orang dan Kloter 2 sebanyak 449 orang, “Dari 900 orang Jemaah haji dalam 2 Kloter ini, ada 3 Jemaah Haji tertunda keberangkatannya, yaitu 2 orang pada Kloter 1 karena hamil dan 1 orang di Kloter 2 yang disebabkan kondisi kesehatannya cukup menghawatirkan jika diberangkatkan”, jelas H. Nasruddin.

 

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Komite III DPD RI Abdul Aziz bersama 10 orang Anggota Rombongan yang salah satu tugas pokoknya adalah pengawasan penyelenggaraan ibadah haji yang bertujuan untuk mendengar masukan dan beberapa catatan terkait penyelenggaraan Ibadah Haji ini. 10 Anggota Komite III DPD RI adalah Dr. Abdul Aziz Kafia, M.SI utusan DKI Jakarta, Oni Suwarman dari Senayan, Gusti Kanjeng Ratu Ayu Kusdisrian dari Solo, Gede Pasek Suwardika, Stepanus Leo dari Sulawesi Utara, KH. Muhammad Sibli Sahabudin dari Sulawesi Barat, KH. Ahmad Sadli Karim dari Banten, KH. Muslihuddin Abdul Rasyid dari Kalimantan Timur, Hari Wangi dari Sulawesi Selatan, Habib Abdurrahman dari Kalimantan Selatan, Fesak Giri dari Papua dan H. Lalu Suhaimi Ismy dari NTB.

 

“Kedatangan kami di Nusa Tenggara Barat untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan permasalahan yang timbul dalam penyelenggaraan ibadah haji di Nusa Tenggara Barat ini untuk dasar dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji dimasa yang akan datang”, disampaikan Abdul Aziz, “Indonesia adalah salah satu Negara di dunia yang paling terbanyak jemaah hajinya, terkait dengan itu maka sangat diperlukan pengawasan dan evaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagaimana pelayanan Pemerintah dalam pelayanan”, tegasnya.

 

Yang sangat penting untuk kami ketahui menurut Abdul Aziz adalah bagaimana Pemerintah Daerah dalam memandu jemaah haji untuk kesehatannya, untuk transportasinya, untuk menu makanannya, “Kita ingin dalam kesiapan Daerah tentang proses pelayanan kesehatan, transportasi, pembinaan dan lain sebagainya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentu agar setiap tahun ada perbaikan dalam pelayanan ibadah haji”, harapnya. (miq olah)

________________   

Pewarta  :  Lalu Abdullah

Disetujui oleh  :  Suherman (Kasubag Humas).

69
Share :

INFORMASI LAINNYA