Reformasi MTQ, Kemenag Terbitkan Regulasi Rekrutmen & Kode Etik Dewan Hakim

Rabu, 10 Juli 2019 13:13

Reformasi MTQ, Kemenag Terbitkan Regulasi Rekrutmen & Kode Etik Dewan Hakim

Inmas_Mataram, Kementerian Agama Kota Mataram melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kode Etik Dewan Hakim sesuai dengan arahan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengintruksikan adanya reformasi pelaksanaan MTQ, termasuk juga Seleksi Tilawatil Quran (STQ). Harapannya, gelaran lomba terkait Alquran itu lebih akuntabel dan berdampak pada peningkatan ketakwaan umat. Salah satu bentuk reformasi yang dilakukan adalah mempersiapkan regulasi tentang mekanisme rekrutmen dan kode etik Dewan Hakim.

Kakankemenag kota Mataram dalam sambutannya menjelaskan di hadapan para peserta bahwa mulai tahun ini, anggota Dewan Hakim yang akan bertugas melakukan penilaian dalam semua cabang MTQ dan STQ akan diangkat melalui mekanisme oleh Tim Rekrutmen dengan mempertimbangkan integritas dan kecakapan serta pengalamannya dalam cabang yang dilombakan,” ujar Kemenag di Aula Kemenag Kota Mataram, dalam kegiatan tersebut ikuti oleh 20 orang peserta, Rabu 10 s/d 11 juli 2019.

Ditempat yang sama Plh. Kasi Bimas Islam H. Nasir, S.Ag dalam laporan Ketua panitia menyampaikan permohonan maaf kepada para Dewan Hakim.  Nasir menuturkan, kami tidak meragukan kemampuan Dewan Hakim namun ini merupakan Intruksi Menteri Agama yang harus disampaikan katanya.  Selain rekrutmen dan seleksi terhadap calon Dewan Hakim, Tim Rekrutmen juga ditugaskan untuk menyusun Kode Etik Dewan Hakim dalam rangka menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta etika dan perilaku para hakim.

“Kementerian Agama harus hadir dalam setiap upaya peningkatan kualitas aktivitas keagamaan umat. MTQ adalah ajang memuliakan Alquran dalam bentuk membaca, menghafal, menulis, memahami, dan menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk menjaga kemuliaan” tegas H.Bur.

H. Burhanul Islam menambakan PMA tentang MTQ dan STQ tidak hanya akan mengatur kode etik Dewan Hakim, tapi juga memberikan pedoman terhadap tugas dan fungsi Dewan Pengawas yang bertugas mengawal implementasi kode etik tersebut, serta juga mengatur pemberian sanksi jika terbukti ada hakim yang melanggar. Melalui langkah-langkah tersebut, Menag berharap agar pelaksanaan MTQ dan STQ semakin mendapat kepercayaan dan memberi kemaslahatan bagi umat.

Tim Rekrutmen Dewan Hakim telah dibentuk pada Juli 2018 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama. Tim ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, MA, dengan anggotanya: Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, Prof. Dr. Hj. Chuzaimah T. Yanggo, MA, Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum, H. Ali Zawawi, MA, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, dan Dr. H. Muchtar Ali, M.Hum.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, yang juga merangkap sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tingkat Nasional, menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, Tim Rekrutmen akan memeriksa berkas nama-nama calon Dewan Hakim yang direkomendasikan oleh instansi-instansi terkait, seperti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Pondok Pesantren, organisasi profesional penghafal serta pengembangan seni baca dan/atau tulis Alquran, dan organisasi kemasyarakatan Islam. Tahun ini, pelaksanaan MTQ ke-26  diadakan di Kota Mataram  / H.uddin

 

 

 

 

 

 

 

59
Share :

INFORMASI LAINNYA