Menangkal Rusaknya Generasi Melalui Penyuluhan Narkoba, Kenakalan Remaja Dan Lalu Lintas Di MTsN 1 Sumbawa

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:53

Menangkal Rusaknya Generasi Melalui Penyuluhan  Narkoba, Kenakalan Remaja Dan Lalu Lintas Di MTsN 1 Sumbawa

Inmas_MTsN 1 Sumbawa. Dalam upaya menjaga generasi dari perangkap narkoba di wilayah Polres Kab. Sumbawa  khususnya di lembaga pendidikan. Kepolisian Resort Sumbawa yang di ketuai oleh KANIT BIMTIBMAS SAT BINMAS IPDA RUDY KRISNO WIBOWO didampingi oleh KANIT BINKAMSAT SAT BINMAS AIPTU WAYAN SUARDIKA DAN BRIPDA M. DAYYIN AFRIAN  menyisir beberapa lembaga pendidikan yang ada di sekitar Sumbawa, guna memberikan pengetahuan sebagai perisai dalam menangkal efek negatif dari barang terlarang narkoba, kenakalan remaja dan tata-cara berlalu lintas.

Sebelum penyuluhan di gelar, Kamad Adiat Hasan, S.Ag menerima kunjungan tersebut di ruang kerjanya selanjutnya di ajak menuju siswa-siswi yang sudah menunggu sebelumnya di Ruang LAB IPA MTsN 1 Sumbawa Jum’at, 23 Agustus 2019.


Penyuluhan narkoba yang di gelar oleh Kepolisian adalah dilandasi oleh petunjuk yang terdapat pada Undang-Undang RI No.2 tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tetang Narkoba. Dengan dasar itulah Kepolisian khususnya di kabupaten Sumbawa melakukan penyuluhan kepada masyarakat pada umumnya dan lembaga pendidikan sebagai tempat pembinaan generasi penerus bangsa. 
Dalam kesempatan tersebut Aiptu Wayan Suardika menjelaskan bahwa tujuan penyuluhan narkoba di lembaga pendidikan khususnya MTsN 1 Sumbawa adalah untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini dimana kian meningkat maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut yang dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kapan saja. “Bukan saya tuduh adik-adik sebagian pengkonsumsi, tidak, namuni saya berbagi ilmu agar adik-adik bisa menjaga diri dari narkoba. “ pungkas Aiptu Suardi.


Dalam penyuluhan tersebut juga Aiptu Wayan Suardika mengajak siswa-siswi agar memelihara dan menjaga diri dari hal-hal yang terkait dengan rusaknya mental generasi sekaligus akan merusak kehidupan beragama dan bernegara. “Oleh karenanya, mari untuk adik-adik sekalian kita jaga nama baik pribadi, orang tua, lembaga dan masyarakat dengan tidak menjerumuskan diri dari hal-hal negatif, bukan hanya dengan mengkonsumsi narkoba, juga kita harus menjauhkan diri dari yang lainnya, seperti : menjaga pergaulan, tidak meminum-minuman beralkohol tinggi, tawuran, mencuri dan lain-lain. Yang paling penting adalah kita harus menjalani keimanan kita lewat ritual keyakinan kita lewat agama kita masing-masing, kita perdalam pengetahuan keagamaan kita, kita juga harus menyibukkan dengan hal-hal positif lainnya, seperti olah raga, perkumpulan remaja masjid, diskusi dan lain-lain”.


Pada kesempatan yang sama, Aiptu Wayan Suardika juga menjelaskan tentang bagaimana awalnya terjadi kenakalan remaja “Kenakalan remaja berawal dari ketidakmauan dan mampu dalam mencari teman yang baik, kita hanya sekedar berteman, bukan sebagai penjamin kebaikan kita, siapapun mereka, kita tidak pernah memilih siapa yang seharusnya menjadi teman. Oleh karenanya silahkan adik-adik mencari teman yang bisa membuat kita berhasil, masih banyak di sekitar kita teman yang baik untuk kita rangkul, sebab jika tidak demikian maka krisis rasa peduli tentang diri kita dan orang lain. Jika demikian kenakalan remaja akan mengarah kepada tawuran pelajar, perkelahian antar anak kampung sebelah dengan kampung lainnya” ungkap Suardika.

Selain mengenai narkoba dan kenakalan remaja, team penyuluh juga menyinggung bagaimana cara berlalu lintas yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di negara kita. Dalam berlalu lintas, kita tidak hanya berjalan kaki saja sembarangan, atau memakai motor dan mobil semaunya, namun kita punya hak untuk pejalan kaki, kita punya untuk pengguna jalan lainnya dan kita juga punya hak yang sudah di atur oleh Undang-Undang yang berlaku. Para pejalan kaki yang ingin menyeberang tentunya harus melewati Zebra Cross dan pengendara harus berhenti sesuai rambu yang ada. Pengendara motor dan mobil juga di atur oleh Undang-Undang. Yang boleh memakai sepeda motor yaitu laki-Laki remaja yang sudah memiliki persyaratan memiliki SIM  (Surat Izin Mengemudi ) yakni sejak usia 18 tahun, jika tidak memenuhi syarat tersebut maka kita tidak bisa memiliki SIM dan tidak bisa mengendarai motor atau mobil. Selain itu juga motor dan mobil harus dilengkapi dengan perlengkapan standar yakni memiliki SIM, Surat Kendaraan lainnya, memakai Helm bagi pengendara sepeda motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi. Jika tidak memiliki syarat tersebut, maka kita harus menjadi penumpang di belakang yang memiliki kelengkapan mengemudi.


Sementara itu Kepala MTsN 1 Sumbawa Adiat Hasan, S.Ag dalam sambutannya menghimbau kepada semua peserta atau siswa-siswi agar memanfaatkan waktu yang baik ini untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Team Penyuluh nanti, baik mengenai narkoba, kenakalan remaja dan berlalu lintas, karena ilmu dan penjelasan tersebut tidak bisa didapatkan di bangku sekolah. “Kami dari Pimpinan Madrasah menyampaikan banyak terima kasih atas waktu dan kesempatan bapak-bapak dalam memilih madrasah kami sebagai target penyuluhan, penyuluhan ini sangat penting dilakukan pada generasi usia sekolah khususnya anak didik kami di MTsN 1 Sumbawa agar nantinya mereka punya tekhnis atau cara-cara tersendiri yang bisa diambil dari beberapa penjelasan team penyuluh untuk dijadikan sarana agar terhindar dari sesuatu yang akan mencekal pertumbuhan generasi menuju generasi kebanggaan masyarakat, agama dan negara. Dan pembekalan ini juga sangat penting dilakukan agar tersosialisasi aturan-aturan yang harus diketahui dan dilakukan oleh generasi penerus kita. Dan kami juga masih memberikan waktu dan kesempatan kepada Bapak-Bapak untuk melakukan hal yang serupa di tempat kami ini” ungkap Kamad Adiat.

 

Pembuat Rilis                           :      Humas MTsN 1 Sumbawa

 

E d i t o r                                :      Dra. Hj. Diah Purnawati

Disetujui Kasubag Humas         :      Suherman, S.Pd

 

 

146
Share :

INFORMASI LAINNYA

KKM MTsN Jonggat Gelar Temu Karya Siswa
Selasa, 29 Desember 2009 12:00
PENGADILAN MESIR TOLAK AKUI BAHA`I
Minggu, 17 Desember 2006 12:00