Pemrov NTB Menggelar Sholat Istisqa’ Dilapangan Bumi Gora

Jumat, 18 Oktober 2019 11:11

Pemrov NTB Menggelar Sholat Istisqa’ Dilapangan Bumi Gora

Mataram_inmas, Musim kemarau terjadi di berbagai belahan wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Di beberapa daerah bahkan mengalami kekeringan karena hujan tak kunjung turun. Titik-titik api kebakaran hutan dan lahan juga muncul pada daerah-daerah tertentu seperti Kalimantan dan Sumatera. Pada kondisi hujan tak kunjung turun umat Islam diajarkan untuk berdoa dan shalat meminta hujan turun kepada Allah SWT.

Shalat sunnah Istisqa dan khutbah setelah Shalat Istisqa disyariatkan dalam agama Islam sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah. Shalat ini dianjurkan ketika masyarakat mengalami musim panas yang berkepanjangan sehingga pasokan air berkurang.

Berkaitan hal tersebut karyawan/karyawati Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tengggara Barat ikut berpartisipasi sholat Istisqa’ atau sholat minta hujan yang dipusatkan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat Jum’at ( 18/10-2019 ). Shalat yang digelar Pemerintah Provinsi NTB tersebut juga diikuti Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE., M. Sc, para pelajar baik dari sekolah umum maupun madrasah swasta se – kota Mataram dan hampir seluruh pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Shalat tersebut diimami oleh Ustadz. H. Ayhar Mukhsin. Sementara khotibnya Dr. TGH. Lalu Mukhsin Muhtar, MA.yang menyampaikan khutbah  dan mengajak untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan  menjalankan segala perintahNya dan menjauhkan diri  dari larangan-laranganNya  serta  bersyukur kepada Allah SWT.

Dr. TGH. Lalu Mukhsin Muhtar, MA. mengatakan agar jangan bersedih jika Allah mengambil sesuatu dari kita karena pasti Allah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik sebagai penggantinya. Untuk itu bersyukur terus kepada Allah SWT dimanapun dan  dalam keadaan bagaimanapun karena kesyukuran kepada Allah maka akan mendatangkan karunia Allah yang akan semakin dilimpahkan kepada kita. Semoga dengan acara ini TGH Lalu Muhsin Muhtar melanjutkan adalah salah satu wujud kesyukuran kita kepada Allah SWT,karena sesungguhnya karunia Allah itu jauh lebih besar dari musibah dan penderitaan yang diberikan kepada kita, dan sebagai hamba Allah kita patut mensyukurinya.

Selanjutnya TGH Muhsin Muhtar membacakan doa minta hujan yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan lainnya yang artinya sebagai berikut :


“Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan”.

“Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu”.

“Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu”.

Lebih lanjut Dr. TGH. Lalu Mukhsin Muhtar, MA. mengajak seluruh jama’ah dan masyarakat NTB untuk memohon ampun kepada Allah, seraya melakukan instrospeksi diri atau bermuhasabah atas apa yang pernah dilakukan selama ini. Sebab, bisa jadi kekeringan dan kemarau panjang yang terjadi ini adalah akibat perbuatan manusia.”Apa yang terjadi dengan bumi tempat kita berpijak, apa yang terjadi dengan masyarakat kita, mungkin kita perlu instrospeksi diri. Tapi yakinlah bahwa rahmat Allah SWT di atas segala galanya,” tegasnya.Ia juga mengajak masyarakat untuk berbaik sangka kepada Allah SWT terhadap apa yang terjadi. Bisa jadi, ini merupakan ujian yang menambah dan meningkatkan keimanan hamba-Nya. “Yang perlu kita renungkan dalam kita, bahwa seluruh yang terjadi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT,” jelasnya. Maka, Shalat Istisqo’ ini lanjutnya merupakan upaya untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah, agar mampu keluar dari ujian dan cobaan ini.

Sebelumya Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, berharap Provinsi NTB diberikan hujan yang menentramkan untuk kemudian menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Negeri yang makmur dan damai diungkapkan dengan kalimat Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbhun Ghaffur, secara bahasa berarti: ”Negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun”. Makna “Negeri yang baik (Baldatun Thoyyibatun)” bisa mencakup seluruh kebaikan alamnya, dan “Rabb yang Maha Pengampun (Rabbun Ghafur)” bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan dari Allah SWT…Mhd


Pembuat Rilis        :    H. Muhamad, SH

E d i t o r              :    Dra. Hj. Diah Purnawati





 

 

 

82
Share :

INFORMASI LAINNYA