Sugesti Dari Sebuah Pesan

Rabu, 13 November 2019 12:27

Suggesti Dari Sebuah Pesan,

(Refleksi Hari Pahlawan)

Kemerdekaan Indonesia memang dikenal sebagai salah satu tragedi kebangsaan yang sangat membutuhkan perjuangan. Makna dan artinya sangat besar bagi masyarakat Indonesia dengan banyak mengorbankan para pahlawan yang ikut berjuang.karena kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah merupakan hadiah dari siapapun baik itu sekutu maupun Jepang, tetapi direbut dengan perjuangan dari pada anak bangsa dengan tetasan darah, air mata dan keringat, perjuangan itulah yang menghendaki pengorbanan, pengorbanan untuk memperjuangkan sebuah kemerdekaan, maka merebut kemerdekaan para pounding father tidak berasal dari satu suku bangsa,ras , bahasa dan agama , tapi dari multicultural ikut berjuang dalam merebut sebuah kemerdekan untuk anak bangsa.

Sebagai rakyat Indonesia, maka sejatinya perayaan hari pahlawan ini wajib di rayakan untuk mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya, karena sukarno berpesan “ bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” , di kesempatan lain juga sukarno menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia tentang pentingnya sebuah semangat karena semangat merupakan modal utama dalam berjuang sebagaimana ungkapan beliau “ Beri aku 1000 orang tua, maka akan aku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, maka akan aku goncang dunia”

Salah satu bentuk penghargaan jasa para pahlawan di tengah suasana merdeka ini salah satunya dengan pelaksanaan upacara bendera sembari berdoa agar Negara ini terus melahirkan para pahlawan-pahlawan dan pejuang-pejuang yang mampu merealisasikan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Dari implementasi pesan sukarno tersebut, MAN Lombok Barat menggelar upacara bendera yang di ikuti oleh seluruh civitas sekolah yang di laksanakan pada hari senin, tanggal 11 November di halaman depan MAN Lombok Barat.

Adapaun rangkaian upacara dalam memperingati hari pahlawan tersebut adalah di mulai dengan berdoa bersama yang di pimpin oleh kepala madrasah untuk para pejuang bangsa dan berharap bahwa bangsa ini terus melahirkan para pejuang-pejuang hebat yang akan membawa nama bangsa Indonesia harum di kancah dunia, dan menyebarkan dan memberikan gambar-gambar para pahlawan nasional kepada beberpa peserta didik termasuk juga guru dan TU dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali sosok sosok pahlawan yang patut untuk kita tauladani dalam sebuah perjuangan. Salah satu dari pahlawan nasional tersebut adalah jendral sudirman, yang walaupun dalam kondisi sakit keras, beliau tetap semangat memimpin peperangan melawan penjajah belanda. 

Semangat Sudirman dalam memperjuangkan sebuah kemerdekaaan tidak pernah pudar sedikitpun, sebagaimana salah satu ungkapannya : “Kalau tidak dengan kalimat Allohu Akbar, mungkin kemerdekaan tidak bisa kita raih”. ini berarti perjungan merupakan ihtiar manusia, ketika ihtiar itu di sempurnakan dengan do’a, maka pasti Allah bersama kita. Ungkapan tersebut sejalan dengan semangat presiden sukarno dalam menggaungkan kemerdekaan “ bahwa

 untuk menjadi bangsa yang menang, dibutuhkan sebuah kekuatan, 

Kekuatan akan lahir jika ada persatuan

Dan persatuan akan tercipta jika terus menjalin silaturrahmi

Melihat sejarah model pengorbanan para pounding father anak bangsa ini tidak patut rasanya untuk di ingkari dengan melakukan praktek-praktek yang bisa meretakkan persatuan dan kesatuan bangsa. retaknya persatuan dan kesatuan anak bangsa merupakan akibat cara pandang yang salah seperti yang merasa dirinya benar dan tidak mengakui keyakinan orang lain. Ini merupakan pemicu timbulnya konflik di tengah multikulturalnya bangsa ini. Multikulturalisme bukan sebagai sebuah idiologi tapi sebuah Vision cara pandang, wawasan yang menganggap bahwa kita hidup di tengah keragaman dan kemajemukan, Tuhan menciptakan setiap manusia itu berbeda, karena konsep perbedaan maka Tuhan memerintahkan kita untuk kita saling melengkapi tentunya melalui proses saling mengenal atau dalam istilah agama Ta’aruf. 

Mudah-mudah an dengan momentum hari pahlawan ini kita dapat meningkatkan integritas kita dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab agar cita-cita dari negeri ini yaitu menciptakan keadilan social bagi seluuh rakyat Indonesia dapat terwujud.

“Selamata Hari Pahlawan, semoga para Founding Father kita diberikan tempat yang indah di sisi Allah SWT.

Penulis  : Maesarah, M.Pd.I (Guru MAN Lombok Barat )





94
Share :

INFORMASI LAINNYA