Sabar Itu Ada Batasnya (Kajian Batas Kesabaran Manusia Menuju Kemenangan Sejati)

Selasa, 03 Desember 2019 13:07

Sabar Itu Ada Batasnya (Kajian Batas Kesabaran Manusia Menuju Kemenangan Sejati)

SABAR ITU ADA BATASNYA

(Kajian Batas Kesabaran Manusia Menuju Kemenangan Sejati)

Oleh : Irfan, M.Pd (Nip. 19850625 2005011001)

Wakamad Sarana MTs Negeri 2 Kota Bima

 

Dunia yang ditempati ini telah Allah ciptakan dengan Ridho dan Ikhlas-Nya untuk diberikan kepada manusia (Khalifah) untuk mengatur dan mengelolanya. Pemberian hak dalam mengelola ciptaan-Nya Allah letakkan pula beserta kitab petunjuk sebagai pedoman dan aturan main pengelolaannya. Dengan demikian semua bergantung yang mengelolanya dan Allah Rabbul “alamin sebagai Pencipta tidak disandarkan atas baik buruk dalam pengelolaan itu sendiri.

Semua kodrat dalam penciptaannya didasarkan dari kadar dan ketentuan masing-masing, semua ada ukuran dan takarannya sendiri sebagai ke-Maha Kuasaan - Nya atas segala sesuatu yang diciptakan. Begitupun diciptakannya manusia dalam bentuk yang sempurna secara dlohir dengan fisik melalui fungsi kontrol Ke-Maha Tunggalan dalam menyembah-Nya, dengan telah diletakkan dalam diri (jasad) manusia dengan akal (pikiran), hati dan nafsu yang menyatu sehingga disebut Hidup.

Disisi lain dalam pengelolaan alam dunia yang luas dengan berbagai macam tantanganya dan berberbagai macam permasalahan hidup yang dihadapi karena sadar atau tidak bahwa kehidupan manusia akan menemui antara satu harapan dan kenyataan dalam hidupnya. Artinya dibalik kesempurnaan hidup manusia juga memiliki sifat gegabah, risau dan lain-lain.

Sungguh tidak ada ciptaan Allah yang tidak ada batas ketentuannya, semua ada ukuran termasuk kesabaran dan batas kesabaran itu sendiri apabila telah sampai pada sebuah “KEMENANGAN”, setelah adanya kemenangan disitulah titik akhir dari kesabaran itu sendiri sebelum ada kemenangan belum akhir untuk bersabar.

Perjalanan waktu membuktikan bahwa sabar itu terjadi di waktu Ashar (Baca: Qs. Al-Ashar), sedangkan kemenangan itu terjadi di waktu maghrib (untuk merampungkan semua urusan selama seharian Baca: Qs. An-Nashr). Sejarah hidup Nabi Muhammad SAW ketika menjalani peristiwa dimana  Qs. Al-Ashr diturunkan di kota mekkah menjelang Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah, artinya Nabi bersabar untuk menjalani Hijrah (menyiapkan kemenangan) dan sesungguhnya kemenangan itu  Kembali (Tawab berarti kembali menurut tafsir Al-Misbah) di kota mekah, (baca; Sejarah Fathul Makkah) kemenangan dari sabar itu sendiri.

Hal yang lumrah di fahami ketika kita menjalani ibadah puasa selama seharian bersabar untuk menahan makan minum dan segala yang membatalkan puasa tapi ketika datang waktu maghrib sabar atas segala sesuatu tadi telah berakhir dan berganti menuju kemenangan dengan berbuka ditandai dengan Azan (Sholat maghrib) dengan demikian sabar itu di waktu ashar dan menang itu di waktu maghrib.  Jadikanlah Sabar dan Sholatmu Sebagai Penolongmu (Qs. Al-Baqarah,153)

Dengan demikian menjadi pertanyaan mendasar dalam kajian selanjutnya ”ada apa antara ashar dan Maghrib dan apa saja peristiwa yang terjadi di waktu ashar dan maghrib”

Dengan mencermati diskusi bersama Tuan Guru H. Masrun, Lc bahwa tingkat bersabar itu berbeda-beda, dimana Sabar Alal Tho’ah menempati 300 derajat yaitu sabar dalam taat menjalani perintah (beribadah) serta Sabar Alal Muharam akan menempati 600 derajat yaitu sabar untuk meninggalkan yang diharamkan, sedangkan sabar dengan 700 derajat adalah sabar alal musibah yaitu sabar atas musibah yang menimpanya inilah tingkat kesabaran tertinggi. Dan sebaik baiknya sabar dalam musibah hanya penyesalan pada saat dikenai musibah setelah itu berserah diri bahwa semuanya atas kehendak-Nya “Sabar Inda sadamatil ‘Ula”



317
Share :

INFORMASI LAINNYA