KONSEP DASAR BERILMU AL-QUR’AN

Jumat, 10 Januari 2020 15:13

KONSEP DASAR BERILMU

(Mengungkap Rahasia Alif Laam Miiim)

Oleh: Irfan Jaya

Guru MTs Negeri 2 Kota Bima

 

Alif laam Miiim, Bag. 1

Terdapat enam surat dimulai dengan pembuka kalimat Alif laam miim dalam Al-Qur’an dengan jumlah total sebanyak 679 ayat, berawal dari ayat 1, surat Al-baqarah (Baca; Baqaa-roh) pada ayat kedua berlanjut, dzaalikal kitab, itulah kitab, merupakan kalimat tunjuk (dzaalika/ itu) bukan kalimat tunjuk dekat (ini) artinya kalimat tunjuk (itu) berarti kata petunjuk bagi benda (waktu, dll) yang jauh dari pembicara, bermakna bukan di dalam Kitab ini (Al-Qur’an). 

kembali mengutip penggalan petuah lama;

Alif, laam, miiim. (kitab)

Berdiri, rukuk, sujud. (sholat)

Hidup, Nafsu, jasad (manusia)

Matahari, Bulan dan Bumi (alam)

Haram, Makruh, Najis (hukum)

Alif laam miim, berdiri, rukuk, sujud, adalah perkara sholat. artinya kitab yang keluar dari Al-Qur’an itu sendiri (takhrujuna fii kitabillah), sehingga Sholat hanya menggunakan firman saja bukan kalimat atau bahasa lain, karena sholat adalah lahir dari Al-Qur’an sendiri. Sempurna Al-Qur’an duturunkan, sempurna pula sholat dan Nabi Muhammad, SAW. pun kembali.

Sesuatu yang keluar dari kitab Allah (Al-Qur’an), namun bagaimana cara keluarnya, dan apa yang keluar serta keluarnya kemana. dikatakan ia keluar padahal masuk, ia masuk ke dalam diri (alam) yang mukmin (yakhluk TAAril ‘alamiiin nal mukminiiin). Kalimat (kalam/ firman) itu keluar dengan cara memasukan dalam diri manusia, bukan sekedar mengatakan (baca; mengaji) tapi menyatakan (nyata) artinya dilakukan dengan berulang ulang (zikir) atau dengan makna lain menanamkan dalam diri. 

Alif...,(ber--diri) tegakkan hidupmu layaknya matahari, memberi cahaya tanpa pandang bulu, adil merata pada semesta alam, bulatkan niat tulus dalam bathin keihlasanmu dan bertakbirlah (Allahu Akbar). Tegak beridiri ingat akan diri sendiri, ingat akan salah dan khilaf, semua muncul dalam kekhusu’annya. Rasakan detak jantung dan rangkul urat nadimu pertanda ucapan Alhamdulillah cahaya hidup berkumandang.  

Laam...,(Rukuk) tundukkan nafsumu layaknya bulan, menerima cahaya matahari untuk dipancarkan ke bumi, punya ilmu haruslah berbagi, punya rezeki harus disedekahkan. Nafsu bukan untuk dihilangkan namun ditundukkan sejenak, untuk apa nafsu kalaulah bukan untuk kembali tujuan hidup, makanlah untuk hidup, bukan hidup untuk makan. semua aktifitas nafsu hanya diarahkan kembali pada hidup (sami’ Allahu liman hamidah) serahkan nafsumu kepada hidup. 

Ketika tunduk rukuk, (seolah) dipenggal lehermu, kepala jatuh tersungkur ditempat sujudmu (hakikat perjalanan nabi Ibrahim dan Ismail,as) kemudiann kembali berdiri, isyarat nafsu pun diserahkan pada hidup seraya memohon (rabbana walakal hamdu) kemudian kembali sujud, artinya hidup selalu mendampingi nafsu walaupun terpenggal tersungkur namun dengan sujud terselamatkan (irji’i ilaa rabbiki roodhiyatan mardiyyah), tujuan kita dihidupkan hanya kembali untuk sujud. tidak sujud tidak hidup pada dasarnya. 

Sebuah renungan, jenazah yang disholatkan dalam syariatnya dilakukan tanpa gerakan rukuk dan sujud. artinya yang kembali atau berharga itu hanyalah hidupnya. Dan hidup yang bagaimana dimaksud? Yaitu, Hidup yang selalu mendampingi nafsunya, hidup yang sujud menyelamat nafsunya untuk kembali sujud menyembah (yaaa ayyatuhan-nafsul muthma’innah).

Sholatlah kamu niscaya kamu selamat, tidak ada jalan kembali sempurna hakikat yang dibawa nabi Muhammad kecuali sholat, (ummatiii, ummatii, ummatii, sholat, sholat, sholat.... pesan hingga ahir hayatnya.)(yaaa ayyatuhan-nafsul mutma’innah irji’iiii ilaa rabbiki roodhiyatan mardiyyah fadkhulii fii ibaadii wadkhulii jannatii) wahai jiwa yang tenang! Kembalilah pada Rabmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya, maka masuklah kedalam golongan hamba hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku.

Miiim....,Sujudkan jasadmu ke bumi, karena dirimu ada bagian yang diciptakan darinya, dan tidak ada manusia paling sombong kecuali orang yang tidak mau sujud, ia tidak tahu dirinya dari mana ia diciptakan. (Min sulalatin min thin/ diciptakan dari saripati tanah), Memang untuk apa jasad ini dibanggakan jikalah ditinggal nafsu dan hidup akan menjadi bangkai juga, raga kasar ini tempatnya salah dan dosa, hina dan sampah, apalah artinya kalau hanya dipamerkan semata. 

Peristiwa alam semua berpusat pada matahari, diri manusia semua kembali pada hidupnya, kembali pada diri sendiri, kembali artinya berawal dari yang satu,  maka iman lah menjadi cerminan hidup kita (fa (i) minan nahu). Berilmu kembali pada Al-Qura’n, Rahasia kembali pada sholat. Alif laam miiim petunjuk kitab yang keluar (itu) dari dalam Al-Qur’an, kembali tegaknya sholat, petunjuk yang tidak ada keraguan bagi yang beriman, (bil ghaibi wa yuqiimuna sholat) Ghaib (rahasia) dan Sholat. 

Al-Qur’an datang dengan cara ghaib, berawal dari kalam (suara) kemudian ditulis (nampak) lalu kembali ghaib, berawal dengan A’udzubillah berakhir dengan shodoqollah keduanya tidak ditulis pada awal atau akhir ayat/ surat Al-Qur’an namun tetap dibaca ketika mengaji.  

setiap perintah itu ada makna, hanya orang yang tolol dan bodoh yang ingkar padahal ditegur dengan firman, (setolol-tolol dan bodohnya orang) mengingkari firman itulah kafir (ingkar ketentuan), maka hakikatnya mengenal sholat adalah mengenal diri. Salam “su’u sawa’u sia sawale”

bersambung.......bag. 2.........

344
Share :

INFORMASI LAINNYA