Temu Pisah Guru MTsN 3 Mataram yang Pindah Tugas

Rabu, 12 Februari 2020 07:35

Temu Pisah Guru MTsN 3 Mataram yang Pindah Tugas

MTsN3Mataram_Inmas- Dalam kehidupan sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kita hidup berpasang-pasangan ada siang ada malam, ada hidup ada mati dan ada pertemuan ada perpisahan, kita sebagai manusia biasa tidak bisa menghindari ketentuan sebagaimana kegiatan temu pisah yang dilakukan oleh MTsN 3 Mataram kepada salah seorang guru atas nama Marta Jaya, S.PdI dikarenakan pindah tugas di MAN 3 Mataram. Kegiatan tersebut digelar pada Jum'at (31/1/2020) usai imtaq dan pengajian kitab akhalaqul Banin Wal Banat. 

Dalam kata-kata pengantar temu pisah tersebut, Kepala MTsN 3 Mataram H. Suparman mengawali arahannya berharap, bahwa tausyiah yang telah disampaikan oleh ust. H. Luthfi Tharodi yang membahas mengenai akhlak agar menjadi ilmu yang dicatat dan diamalkan.  Dan harapannya bagi yang belum memiliki kitab segera membeli, agar tidak hanya melalui pengajian ini saja kita dapatkan ilmu tapi juga bisa dengan membaca langsung kitab tersebut.

Sebagaimana disampaikan pada pengajian tersebut sambung Suparman tentang apa yang diungkapkan H. Luthfi terkait dengan salah seorang guru beliau adalah Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy karena gurunya pernah langsung belajar sama beliau ketika menimba ilmu di Makkah.

"Dan Alhamdulillah saya pernah dan sempat memijat kaki dan betis Beliau (red. Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy, beliau adalah seorang sayyid keturunan dari Rasulullah SAW.  Insya Allah ilmu sabar yang telah diajarkan oleh  gurunya tadi kepada kita akan sampai dan tersambung kepada Rasulullah SAW", cerita Suparman dihadapan para siswa.

Menurutnya Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy adalah salah satu ulama terkenal yaitu ulama ahlus sunnah wal jamaah yang ketika kuburnya dipindahkan setelah 3 tahun jasadnya masih utuh seperti biasa,  beliau adalah keturunan Nabi seorang penghafal Al Quran. "Sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di Arab apabila sudah 2-3 tahun setiap kuburan digali lagi untuk ditempati oleh orang yang mati berikutnya sehingga dibuktikan pada 5 tahun berikutnya digali lagi kuburnya Sayyid Muhammad Alawi namun jasadnya tetap utuh seperti biasa sedikitpun kain kafannya tidak lusuh, dengan kejadian tersebut oleh pemerintah Arab Saudi kuburannya tidak lagi dipindah-pindah", tutur Suparman.

Selanjutnya terkait temu pisah dengan seorang guru  MTsN 3 Mataram diungkapkan Suparman, bahwa saudara kita guru kita Marta Jaya, S.PdI telah naik kelas dipindah tugaskan ke MAN 3 Mataram. Ia mengakui bahwa Marta Jaya sudah lama mengajar di madrasah bahkan lebih dulu dari pada saya dan telah banyak mencetak generasi-generasi yang hebat dan semua itu menjadi amal ibadah Marta Jaya yang akan terus di ingat jasa-jasanya oleh para siswa yang telah diajar.

Suparman  menyampaikan “ kita manusia biasa tak luput dari khilaf dan dosa, maka mewakili semua dewan guru, staf karyawan tata usaha MTsN 3 Mataram mungkin selama bergaul disini terutama saya sebagai pimpinan yang banyak kekurangan ketika membina, banyak ditemukan hal-hal yang kurang pas maka atas nama pribadi dan mewakili semua menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

"Dan sebagai saudara yang secara umur saya lebih tua tapi dari segi ilmu pak gurinya lebih berpengalaman, maka sebagai kakak terhadap adik karena terakhir berada disini saya berharap dimanapun bertugas kita tetap menjalin silaturrahim dan dimanapun kita berada, berusaha memberikan manfaat yang baik kepada orang lain, karena sebaik-baik orang itu adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain", ucap Suparman. 

Dimanapun kita hidup berusaha berfilsafat seperti seekor lebah. Ia selalu hinggap di sari pati bunga, makan yg baik tidak pernah makan bangkai tikus tidak pernah menghisap darah kucing, lebah selalu makan yang baik-baik. Dahan yang dihinggapi tidak akan pernah patah olehnya dan yang paling penting adalah lebah itu mengeluarkan madu dari badannya, "Artinya bahwa sesuatu yang baik yang bagus akan bermanfaat untuk orang lain maka kita sebagai manusia berusahalah seperti hidupnya lebah tersebut dengan bersikap dan mengeluarkan kata-kata yang manis yang bagus dan yang baik serta tidak menyakiti orang lain", pungkas Suparman. 

Selanjutnya dikatakan Suparman bahwa menjadi guru itu adalah pewaris Nabi Rasulullah SAW maka perlu keikhlasan dalam mendidik dan mengajar karena dengan keikhlasan itulah yang akan mengangkat derajat amal ibadah kita di sisi Allah SWT. 

"Mengakhiri pengantar ini saya sebagai pimpinan mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang tak terhingga kepada pak Marta Jaya atas jasa yang telah diberikan kepada MTsN 3 Mataram, atas dukungannya terhadap program-program yang telah dijalankan di madrasah sejak mulai bertugas hingga ditugaskan ditempat lain, terima kasih jazakumullah ahsanul jaza',  mudahan itu semua menjadi amal ibadah kita semua, selamat jalan dan mohon maaf serta mudahan silaturrahim tetap kita terjaga hingga akhir hayat", tutup Suparman.  @ruslanwahid 


Pembuat Rilis    : Ruslan Wahid

 

63
Share :

INFORMASI LAINNYA

Kanwil Depag Prov. NTB Salurkan Paket Bantuan
Jumat, 04 Desember 2009 12:00
Masa Ta'aruf Madrasah
Senin, 15 Juli 2019 12:26