Legalitas Pendirian Rumah Ibadat Berdasarkan PBM No 9 Dan No 8 Tahun 2006

Jumat, 14 Februari 2020 09:22

Legalitas Pendirian Rumah Ibadat Berdasarkan PBM No 9 Dan No 8 Tahun 2006

Sumbawa Besar, Inmas - Ketua FKUB Kabupaten Sumbawa Drs. H. Umar Hasan menegaskan "legalitas pendirian rumah ibadat berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan No 8 tahun 2006” Penegasan tersebut di sampaikan pada rapat koordinasi pengurus FKUB Kabupaten Sumbawa bersama Pimpinan Ormas Keagamaan dan Dinas Instansi terkait dalam rangka kunjungan konsultasi panitia pembangunan Gereja Bethel yang berlangsung di Aula SMA Islam Sumbawa Besar Rabu, 12 Pebruari 2020.

Hadir pada kesempatan tersebut Pimpinan Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H. LL. Zainul Taufiqurrahman, SH.I, M.Pd.I, Kepala Kesbangpoldagri di wakili oleh M.Taufik, Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag, Pengurus Gereja Bethel Kabupaten Sumbawa dan segenap anggota FKUB baik dari unsur muslim maupun non muslim.

Lebih lanjut di katakan H. Umar Hasan terkait dengan rencana pembangunan Gereja Bethel yang semula di Jalan Samota kini di alihkan ke Kebayan Kel. Brang Biji, pada prinsipnya tidak ada masalah yang terpenting tidak mengganggu Kerukunan Umat Beagama yang sudah berjalan dengan baik serta memenuhi semua yang menjadi persyaratan dan ketentuan sebagaimana di atur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan No 8 tahun 2006 ungkap H. Umar.

Begitu pula saran masukan yang di sampaikan oleh peserta rapat baik dari MUI, Kemenag, Kesbangpoldagri dan pengurus FKUB, agar Panitia Pembangunan Gereja Bethel segera melengkapi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan apa yang di samppaikan oleh Ketua FKUB. Demikian Inmas ( Alim ).


Pembuat Rilis                       :     Alim

Editor                                  :     Hj.Rina Margasari Margasari

Disetujui Kasubag Humas    :      H.Drs.Saipun Nasri, M.Pd


 


 


169
Share :

INFORMASI LAINNYA