Gerakan Pencanangan Bergizi Nasional Di Tingkat Pendidikan

Jumat, 14 Februari 2020 16:32

Gerakan Pencanangan Bergizi Nasional Di Tingkat Pendidikan

Mataram­­_Inmas, Plt. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Muhammad Amin menghadiri acara pencanangan aksi bergizi Gerakan Minum Tablet Tambah Darah ( TTD) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lembar Kabupaten Lombok Barat pada Jum’at (14-02-2020) dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggarat Barat Hj. Siti Rohmi Djalilah,  Ibu Gubernur NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkifliemansyah, Kepala Dikes Provinsi NTB dr.Nurhandini Eka Dewi, Ketua PKK Kab. Lombok Barat Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H.Aidy Furqan.

Dalam sambutannya  Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah berharap kepada anak-anak agar membiasakan diri untuk sarapan pagi,  tidak perlu mahal yang penting bergizi ditambah dengan minum  tablet penambah darah karena di Indonesia banyak terindikasi anemia (kurang darah). Makanan bergizi sangat penting untuk anak-anak karena merupakan calon pemimpin masa depan.

Hj. Rohmi mendorong para siswa/siswi untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya tidak boleh putus sampai tingkat SMA. Kedepan dibutuhkan generasi yang pintar, dan pintar itu wajib karena dunia  bisa dikuasai dengan baik jika mempunyai ilmu. Hj. Rohmi  berharap adanya keterlibatan orang tua dan wajib untuk ikut mensukseskan.  Gerakan Minum Tablet Tambah Darah. Untuk itu kegiatan ini perlu untuk di evaluasi dengan jelas tidak hanya launching saja  sehingga dalam satu tahun bisa dilihat sekolah mana yang baik, dan ini sebagai bagian penilaian manejemen sekolah tersebut, juga untuk bisa meyakinkan bahwa tingkat SMP, SMA ini benar-benar sehat sehingga siap untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi juga siap dalam menghadapi tantangan kedepan.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut Hj. Rohmi mengapresiasi  Kabupaten Lombok Barat yang konsen terhadap gizi para anak didik.  Khusus di Lombok Barat umumnya di NTB diharapkan agar MOU  Perjanjian Kerjasama dari jenjang TK sampai tingkat SMP diperhatikan oleh Kabupaten, dan untuk tingkat SMA/SMK merupakan tanggung jawab Pemprov, namun Hj.Rohmi  tetap mendorong  siswa/wi untuk menempuh pendidikan dari TK sampai jenjang tertinggi di NTB serta berharap siswa/i ini tetap sehat sehingga generasi “mas” itu bukan hanya angan-angan belaka karena jika sehat, pintar dan cerdas maka kedepan tinggal berusaha meningkatkan belajar agar dapat   mencapai cita-cita yang diinginkan serta berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Hj. Rohmi juga mengingatkan kalau sehat itu hal yang paling penting untuk mensukseskan cita-cita apa saja yang diinginkan. Semoga pencanangan ini harap Rohmi menjadi gerakan yang riil di seluruh NTB, dan anak-anak dapat melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang tertinggi sehingga benar-benar dapat mewujudkan anak-anak yang sukses serta menjadi kebanggaan.

Sementara itu Tim Unicef dalam kunjungan tersebut menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dinas Kesehatan terkait program aksi gizi , dimana dalam program tersebut Unicef bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dikbud, para pendidik dari jenjang TK sampai dengan SMA untuk mengupayakan bisa sarapan bersama dan minum tablet tambah darah. Humas senior Kanwil Kemenag NTB yang terkenal rajin dan gesit  H. Muhamad ketika berbincang dengan Blandina Rosalina Bait yang merupakan penanggung jawab Program Gizi  Unicef Perwakilan NTB-NTT mendapat informasi bahwa aksi ini dimulai sejak tahun 2016 dan  programnya dilakukan awal tahun 2018.  Blandina menyampaikan bahwa Unicef mendukung Pemerintah Provinsi NTB terkait gizi pada remaja. Populasi remaja di NTB sangat besar, sehingga semua pihak harus mempersiapkan pengetahuan terkait gizi, sikap dan perilaku agar NTB memiliki generasi yang dapat bersaing di era global saat ini. Sedangkan menurut H.Muhamad yang sebelumnya telah mengkonfirmasi Kepala SMAN 1 Lembar Idris mengatakan bahwa alasan diadakannya aksi gerakan gizi nasional  di SMAN 1 Lembar karena sekolah tersebut  telah lama dan terbiasa melaksanakan sarapan pagi bersama di sekolah.

Sebelumnya sambutan  istri Gubernur NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkifliemansyah yang mengapresiasi pencanangan gizi kedepan anak-anak NTB diisi oleh anak yang cerdas dengan sarapan bersama dan meminum tablet bersama sehingga  menjadi anak yang sehat dan menjadi keluarga muda yang akan tumbuh sehat dimasa akan datang.  Oleh karenanya  harus membiasakan makanan yang bergizi walaupun sedikit untuk bekal dalam mengupayakan  generasi sehat menjadi manusia dewasa yang tangguh tidak hanya saat ini namun seterusnya,  terutama kebersihan di sekolah, di rumah dan lingkungan serta pakaian agar  diperdulikan karena anak-anak merupakan calon  pemimpin akan datang.

Sambutan berikutnya oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTB  dr.Nurhandini Eka Dewi yang mengatakan pencanangan aksi bergizi di NTB dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota dengan 140 Puskesmas 140 Sekolah Menengah SMP dan SMA untuk “Generasi Emas” NTB yang merupakan calon pemimpin akan datang. Program untuk meningkatkan gizi remaja NTB ini berusaha membiasakan sarapan bersama sebelum pelajaran dimulai yang dilanjutkan dengan minum tablet tambah darah dengan jadwal satu kali seminggu per remaja agar tidak ada lagi remaja anemia dan pada saat belajar tidak mudah mengantuk.

Generasi Emas NTB saat ini menjadi cermin kondisi NTB pada masa yang akan datang, oleh karena itu dibutuhkan kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan generasi yang lebih baik dan berkualitas.  Dibutuhkan generasi yang mampu membawa NTB keluar dari ketertinggalan , baik ketertinggalan dari segi ekonomi, pendidikan, teknologi dan kesehatan. Pembentukan generasi masa depan yang kuat, cerdas, kreatif dan produktif atau sekarang ini biasa disebut Generasi Emas bukan menjadi tugas yang mudah untuk diwujudkan, dan juga bukan  hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja namun mewujudkan Generasi Emas tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama khususnya tingkat keluarga masyarakat NTB.

Kaitan hal tersebut perlu kiranya memberikan literasi gizi kepada generasi milineal saat ini. Literasi gizi (nutrition literacy) merupakan suatu tingkatan sejauh mana seorang individu memiliki kapasitas atau kemampuan untuk mendapatkan, memproses, dan memahami informasi terkait gizi. Tingkat literasi gizi pada remaja terkait dengan pola konsumsi makan yang akan berkontribusi terhadap masalah gizi pada remaja seperti obesitas, anemia, dan gangguan makan lain juga berdampak terhadap kondisi kesehatan secara umum.Literasi gizi diberikan agar  anak-anak sebagai generasi miineal memiliki bekal pengetahuan gizi yang cukup.Demikian pula seperti yang diterapkan pada generasi milineal di SMAN 1 Lembar.

Di akhir sambutannya Kadis Kesehatan Prov NTB dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan bahwa  aksi gizi ini merupakan langkah pertama untuk NTB dan berharap dilakukan setiap bulan secara serentak. Dan sejumlah  72 Puskesmas telah melaksanakan aksi gizi di sekolah-sekolah se- NTB dengan tujuan dapat meningkatkan gizi menuju generasi yang sehat, cerdas dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Dh

 

 

150
Share :

INFORMASI LAINNYA