Perubahan Sistim Pendidikan

Rabu, 19 Februari 2020 09:06

Perubahan Sistim Pendidikan

Mataram_Inmas, Workshop Penyusunan dan Pembuatan Soal Ujian Sekolah Pendidikan Agama Islam  dilaksanakan di Hotel Mataram Square dan dihadiri Kepada Bidang Pakis serta seluruh Kepala Seksi Bidang Pakis lingkup Kanwil Kemenag Provinsi NTB. Selasa, (18/02/2020)

Dalam laporan Ketua Panitia Penyelenggara Hj. Sri Latifa Muslim disampaikan bahwa Kemendikbud RI melakukan perubahan sistim pendidikan yaitu dengan menghapus UN pada tahun 2021, dan ujian yang selama ini menjadi salah satu standar kelulusan siswa itu akan digelar terakhir kali pada tahun 2020. Selanjutnya Kemendikbud menggantinya dengan ujian sekolah biasa sebagai tes kelulusan. Penilaian ujian sekolah diserahkan ke masing-masing sekolah, sebagai bentuk kemerdekaan(otonom) disekolah itu sendiri ungkap Ketua Panitia Penyelenggara Hj. Sri Latifa Muslim

Kembali diungkapkan Hj. Sri Latifa bahwa terkait dengan Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan kelulusan sepenuhnya oleh sekolah. USPAI kini menjadi urgen dan penting untuk pendidikan karakter bagi anak didik. Dalam pelaksanaan USPAI mencakup tiga ranah yaitu ranah sikap, penilaian akhlak mulia yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan, ranah ujian tulis dan keterampilan melalui ujian praktek.

Panitia dan para guru-guru PAI pembuat soal menyuguhkan atau mengolah soal yang lugas, jelas dan mudah dipahami melalui Bidang Pakis Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB yang menyelenggarakan, menyusun dan membuat soal ujian sekolah PAI tingkat Provinsi NTB sesuai standar secara nasional dan petunjuk teknis serta regulasi yang ada juga kisi-kisi menjadi acuan. Adapun tema dari kegiatan adalah ”Melalui Workshop Pembuatan Dan Penyusunan Soal USPAI Kita Tingkatkan Profesionalisme KKG,MGMP Dan Pengawas Dalam Membuat Soal Yang Berkualitas”.

Kegiatan Workshop dilaksanakan  selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 18 s/d 20 Pebruari 2020, dengan peserta berjumlah 40 ( empat puluh ) orang, diantaranya  Pokjawas 3 orang, GPAI SD, SMP dan SMA/SMK 37 orang. Demikian seperti disebutkan  dalam laporan Ketua Panitia Penyelenggara Hj. Latifa Muslim.

Arahan Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Muhammad Amin menyampaikan bahwa guru harus mampu menyusun soal yang baik dan berkualitas untuk memajukan pendidikan di NTB. Ada tiga hal terkait dengan penyusun dan pembuatan soal US PAI, yaitu : pertama “perencanaan”, harus ada perencanaan yang matang terhadap program yang dibuat oleh guru sebagai landasan untuk tujuan menyampaikan, kedua ‘”pelaksanaan”  sebagai guru melaksanakan apa yang telah direncanakan, ketiga adalah“evaluasi”, ini sangat penting terhadap apa yang telah dilaksanakan.

Selanjutnya H. Muhammad Amin menjelaskan tentang cara mengantar anak didik untuk mencapai tiga kompetensi tersebut, maka guru harus memiliki empat keterampilan atau kecerdasan yaitu pertama “kemampuan” untuk menyampaikan ada di otak guru, kedua keterampilan “emosional” yaitu proses pembelajaran kemampuan para pendidik untuk mampu mengelola emosional pada saat menyampaikan pembelajaran didepan anak didik. Bagi pendidik yang baik begitu masuk di pintu kelas buang jauh-jauh emosionalnya dan tidak boleh melampiaskan dihadapan anak didik. Yang ketiga adalah “kecerdasan sosial”, yaitu pergaulan antar pendidik yang satu dan yang lainnya. Komunikasi sosial ini amat penting di  lembaga pendidikan dimanapun berada terutama bagi anak didik, karena dengan memberikan komunikasi yang baik menjadikan anak didik memiliki sosial yang tinggi dan menjadi panutan guru, keterampilan selanjutnya adalah memiliki “kecerdasan spiritual”, dimana guru-guru memiliki kemampuan untuk mengantarkan anak memiliki keterampilan selama proses pembelajaran.

Lebih lanjut H. Muhammad Amin mengatakan setelah guru-guru membuat kisi-kisi soal dari tingkat SD s/d SMA maka standar/rambu-rambunya agar diperhatikan dan disesuaikan dengan baik  agar soal yang dibuat itu jangan sampai menjadi bahan cemoohan pada saat ujian. Kaitan hal tersebut H. Muhammad Amin menghimbau para guru penyusun soal agar berhati-hati jangan sampai tidak ada dalam kisi-kisi juga membuat soal harus sesuai dengan apa yang telah diajarkan pada anak didik. Sebelum mengakhiri H. Muhammad Amin  kembali berharap agar membuat  soal berdasarkan kisi-kisi yang ada tentunya dengan soal yang berkualitas, baik dari segi materinya, strukturnya, bahasanya, karena  tidak menutup kemungkinan ada yang mengkritisi soal sehingga  buatlah soal dengan hasil diskusi dengan para guru yang lain di masing-masing jenjang dengan mengeluarkan kemampuan dalam proses belajar mengajar untuk bisa melahirkan anak didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang baik.Mhd….. 

 

Pembuat Rilis                            :    H. Muhamad, SH.

E d i t o r                                   :     Dra. Hj. Diah Purnawati

Disetujui Kasubag Humas        :     Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd

 

 

 

136
Share :

INFORMASI LAINNYA

Kamis, 01 Januari 1970 07:00
Humas Optimalkan Tupoksi
Senin, 27 Maret 2017 10:20