Pawai Ogoh-Ogoh Hanya Dilakukan Di Lingkungan Banjar Masing-Masing Tidak Menggunakan Jalan Protokol

Minggu, 22 Maret 2020 10:07

Pawai Ogoh-Ogoh Hanya Dilakukan Di Lingkungan Banjar Masing-Masing Tidak Menggunakan Jalan Protokol

Mataram_Inmas, Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2020 Penetapan Penangan Corona Jum’at ( 20-03-2020 ), dan Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 180/114/KUM tanggal 19 Maret 2020 tentang upaya pencegahan penularan Covid 19 di tempat kerja, serta Surat Edaran Walikota Mataram Nomor 4223/320/Disdik.A/III/2020 tanggal 15 Maret 2020 perihal kebijakan SK  Pasraman Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nomor 13/PHDI-NTB/UI/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal kebijakan pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Provinsi NTB terkait pandemic Covid-19, maka Pawai Ogoh-Ogoh hanya dilakukan di lingkungan Banjar masing-masing dan tidak menggunakan jalan protokol, dimana pelaksanaan Pawai Ogoh-Ogoh di lingkungan Banjar masing-masing tersebut harus mengacu kepada kebijakan “Social Distancing” dengan mempertimbangkan :1. SE Gubernur Provinsi NTB No. 180/112/KUM Tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang upaya  pencegahan penularan COVID-19 di tempat kerja. 2.Surat PHDI pusat No. 308/PHDI pusat/III/2020 tanggal 16 Maret 2020 perihal pedoman pelaksanaan hari Suci Nyepi.3. Hasil rapat pengurus harian PHDI Provinsi NTB dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat pada tanggal 17 Maret 2020 bertempat di Sekretariat PHDI Provinsi NTB.

Dalam rapat tersebut PHDI Provinsi menyampaikan hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 dengan berbagai rangkaian antara lain Melasti/Melis/Mekiis Tingkat Provinsi, termasuk pula didalamnya Pawai Ogoh-Ogoh serta Catur Brata penyepian.

Upacara Melasti/Mekiis tingkat Provinsi dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2020 pukul 15.00 wita bertempat di pantai Loang Baloq Kecamatan Sekarbela secara sederhana dengan ketentuan : masing-masing Banjar mengikut sertakan 5 ( lima ) orang  anggota masyarakat yang sehat dan faham mengenai protokol pencegahan dan penularan Covid-19.

Diharapkan bagi umat Hindu yang pemukimannya jauh dari lokasi Melastis/Melis/Mekiis, maka untuk melaksanakan upacara tersebut di lokasi yang terdekat dengan mata air seperti pantai, percampuran sungai, beji atau pura yang memiliki mata air dengan tetap memperhatikan untuk melibatkan pamedek dalam jumlah yang banyak. Dan bagi perwakilan pamedek yang hadir di tempat upacara Melasti/Melis/Mekiis diwajibkan berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan tempat pelaksanaan.

Sedangkan untuk Upacara Pengrupukan Tawur Kesanga tingkat Prov NTB dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Maret 2020 bertempat di Taman Mayura yang di koordinir oleh Karma Pura Meru Cakranegara, dan masing-masing mengutus pamedek maksimal 5 (lima) orang yang diikut sertakan yaitu anggota masyarakat yang sehat dan faham mengenai protokol pencegahan dan penularan Covid-19.

Untuk tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan/Desa agar memperhatikan ketentuan untuk sebisa mungkin mencegah penularan Covid-19. Adapun upacara Pengerupukan atau Pecaturan Tawur Kesanga dilaksanakan selambat-lambatnya pukul 18.00 wita setelah kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.   

Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh memimpin rapat koordinasi bertempat di Pendopo Wali Kota Mataram Jum’at (20-03-2020), yaitu kelanjutan  tentang Pawai Ogoh-Ogoh . Hadir pada pertemuan tersebut Kapolres Kota Mataram Guntur Hedritrianto, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, Ketua DRPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, OPD terkait Camat se- Kota Mataram, Ketua PHDI Provinsi NTB Ida Made Santhi Adnya serta pengurus PHDI Kota Mataram. Ketua pelaksana rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun 2020 Anak Agung Made Jelantik Puri Pamotang. Hasil kesepakatan bersama Walikota Mataram   bahwa pawai ogoh-ogoh yang merupakan salah satu festival tahunan akan dilaksanakan di Banjar atau Lingkungan masing-masing. Keputusan bersama tersebut diambil untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19 ). Ahyar menambahkan untuk menunjang kegiatan tersebut pemerintah Kota Mataram akan menyiapkan kebutuhan protokoler pencegahan virus corona di masing-masing Banjar selama kegiatan seperti penyemprotan disinfektan, scan deteksi suhu tubuh, beserta kebutuhan masker.

Hal senada disampaikan Ketua PHDI Prov. NTB Ida Made Santhi Adnya bahwa fenomena Corona perlu dimaklumi bersama sehingga sepakat perayaan Hari Raya Nyepi khususnya Pawai Ogoh-Ogoh dilaksanakan di Banjar dan di lingkungan masing-masing, dan berharap setiap Banjar bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan ini.

Ketua PHDI Provinsi NTB Ida Made Santhi Adnya berharap dengan adanya keputusan bersama ini bisa memberikan hal yang baik untuk masyarakat. Penekanan pada semua peserta rapat untuk tetap melakukan prosedur protokol pencegahan penularan virus corona sesuai keputusan yang disepakati Mhd…….

 

Pembuat Rilis                        :      H. Muhamad, SH

E d i t o r                                :      Dra. Hj. Diah Purnawati

Disetujui Kasubag Humas     :      Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd

 

 

240

INFORMASI LAINNYA