Penyuluh Yang Kreatif Dan Kharismatik

Senin, 23 Maret 2020 08:23

Penyuluh Yang Kreatif Dan Kharismatik

Mataram_Inmas, Jum’at, 20-03-2020 Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat berdialog dengan I Made Sri Wirdiata, S.Sos. penyuluh Agama Hindu yang memperoleh juara satu tingkat nasional lomba penyuluh teladan tahun 2019 pada acara Utsawa Dharma Gita ( UDG ).

I Made Sri Wirdiata menjelaskan kepada Humas terkait sebagai penyuluh Agama Hindu dan membagikan pengalamannya kepada teman-teman penyuluh PNS maupun Non PNS.  I Made Sri Wirdiata mengatakan dan berpesan kepada penyuluh lainnya untuk melakukan tupoksi dengan sebaik-baiknya, selain itu agar  berkolaborasi/bersinergi dengan berbagai pihak terutama pimpinan, apabila di masyarakat agar bersinergi dengan  tokoh masyarakat dan segenap komponen masyarakat agar program yang direncakan seperti program tahunan dan program rutin maupun insendentil seperti mengikuti event kegiatan di masyarakat dapat terkoordinasi  dengan baik.

Menurut I Made Sri Wirdiata penyuluh Agama Hindu itu tidak akan berhasil kalau tidak koordinasi dan melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat terutama dengan tokoh-tokoh, pimpinan, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran ketika penyuluh turun di masyarakat dan tidak pernah merasa jenuh. Intinya dalam melaksanakan tugasnya  agar sesuai dengan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama. Demikian seperti yang diungkapkan kepada Humas di ruang kerjanya.

Selanjutnya dikatakan I Made Sri Wirdiata  bahwa sebagai penyuluh selalu melakukan berbagai inovasi agar masyarakat tidak bosan, seperti contohnya untuk metode penyuluhan, agar menarik maka  harus diinovasikan. Hal ini  sejalan dengan arahan Kepala Seksi Penyuluh Bidang Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB untuk selalu berinovasi membuat materi-materi penyuluhan sesuai dengan zaman milineal dan revolusi 04, dimana pada era industri 04 ini Indonesia sudah menapaki zaman serba digitalisasi dan otomasi, sehingga rata-rata para penyuluh saat ini telah memiliki HP. Dengan adanya dukungan industry elektronik dan tekhnologi informasi tersebut mendorong manusia untuk beradaptasi, yang pada akhirnya mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan. Demikian pula para penyuluh yang saat ini ketika bertemu secara tatap muka di penyuluhan-penyuluhan dapat melihat materi penyuluhan yang disajikan melalui HP, sehingga berbagai inovasi yang dilakukan para penyuluh dapat pula diperoleh dan dibagikan melalui HP.

Begitu banyak hal yang disampaikan oleh peraih Juara Penyuluh Tingkat Nasional yang kreatif juga dikenal energik  ini. Diusianya yang tergolong masih muda  juga pernah dipercaya oleh Kepala Bidang Bimas Hindu dan Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) Provinsi NTB sebagai penggerak dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana juga pendidikan khususnya pendidikan bagi umat Hindu. Disela-sela obrolan yang santai sesaat bersama Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB tersebut ia menjelaskan sehubungan dengan perannya di masyarakat, maka sebagai penyuluh ia mengajak para genersi muda, orang tua, para tokoh secara bersama-sama untuk peduli dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi di lingkungannya karena akan berpengaruh terhadap perkembangan masa depan bersama  juga masa depan anak cucu. Sebagai contoh I Made Sri Wirdiata  menambahkan bahwa seorang penyuluh agar mengambil perannya dan jangan hanya menjadi penonton di pinggir lapangan layaknya penonton sepak bola, namun seorang penyuluh hendaknya ikut mengambil peran dan terjun ke lapangan dengan memberikan ide-ide/gagasan. Dan akan lebih bagus lagi apabila ikut memberikan konstribusi, arah kebijakan dan memberi warna dalam pengambilan suatu keputusan.

Sebelum mengakhiri obrolannya I Made Sri Wirdiata  mengatakan terkait dengan pembangunan sarana prasarana pasraman(sekolah), maka ia  mengajak dan memotivasi tokoh masyarakat, para orang tua terutama para generasi muda Hindu  untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti salah satunya adalah  gotong royong pembangunan pasraman(sekolah).Selain itu kepada para orang tua dimohon dukungannya agar mendorong para anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan yang positif. Dan untuk pembangunan sarana rumah ibadah, maka I Made Sri Wirdiata  mengajak kepada generasi muda  untuk merawat, melindungi dan menjaga keaslian bangunan, apabila ada kerusakan agar direhab dan tidak dengan begitu saja mengubah keaslian bangunan dengan mengikuti perkembangan style pembangunan saat ini. Hal ini dimaksudkan agar peninggalan-peninggalan masa lalu dapat menjadi sejarah yang perlu untuk dilestarikan. Ketika pura/rumah ibadah sudah ada diharapkan untuk dikunjungi dan dimanfaatkan dengan ramai-ramai mengunjungi tempat ibadah guna bersembahyang dan mengisi waktu dengan melakukan kegiatan persembahyangan di tempat suci. .Mhd……. 


Pembuat Rilis                        :      H. Muhamad, SH

E d i t o r                                :     Dra. Hj. Diah Purnawati

Disetujui Kasubag Humas     :     Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd

  

 

 

187

INFORMASI LAINNYA