Penyuluh Agama Harus Menggunakan Bahasa Santun

Kamis, 30 Juli 2020 11:03

Penyuluh Agama Harus Menggunakan Bahasa Santun

Mataram_inmas, Peran Penyuluh agama dalam membangun harmonisasi ditengah masyarakat sangat penting dan strategis ditengah heterogenitas bangsa Indonesia yang sangat tinggi. Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenag NTB didepan para peserta Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS yang dilangsungkan di hotel Fave Mataram.

 

Pemahaman agama bagi para penyuluh harus mumpuni dan memiliki strategi jitu dalam penyampaikan materi penyuluhan ditengah ummatnya. Selain pemahaman materi keagamaan dan strategi, juga tak kalah pentingnya adalah bahasa yang digunakan harus santun, lemah lembut, dan jangan sampai tugas penyuluh yang mulia berubah menjadi penyulut hanya karena bahasa yang digunakan kurang tepat.

 

Memasuki era 4.0 dimana seluruh aktifitas kehidupan termasuk dalam tatana masyarakat akan berhadapan dengan kemajuan industri dan teknologi yang serba mesin, maka diperlukan inovasi para penyuluh untuk memanfaatkan IT dan medsos dengan cara yang arif dan bijak, agar dapat memberikan pencerahan kepada umat guna melahirkan moderasi beragama. bahkan tidak hanya itu, di era teknologi yang serba menembus batas ini,  dituntut bagi  para penyuluh untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang demikian cepat, tanpa itu semua maka tingkat pemahaman terhadap penyuluh menjadi rendah.

 

Di akhir sambutannya Kakanwil Kemenag NTB juga menitip pesan kepada para penyuluh untuk membantu menggugah ummat untuk berpartisipasi aktif menghentikan penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan  SOP Covid-19 dalam aktifitas sehari-hari baik secara individu maupun kelompok.

 

Pembuat Rilis                     :    Dra. Hj. Diah Purnawati

Disetujui Kasubag Humas    :    H. Saipun Nasri, M.Pd

 

35
Share :

INFORMASI LAINNYA