POLANDIA I AM COMING: Catatan Manis Seorang Alumni

Jumat, 25 Desember 2020 07:39

POLANDIA I AM COMING: Catatan Manis Seorang Alumni
Gambar- Nazila di depan Gedung Administrasi (atas) dan berpose di depan kampus tercinta (bawah)


Polandia- Namanya Nazilatus Syiam, lahir di Mataram 22 tahun lalu. Tepatnya 19 Januari 1998 silam.  Gegutu Dayan Aik, Kekeri Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat adalah kampung halamannya. Nazila merupakan alumni MAN 2 Mataram tahun 2015. Ia baru saja menamatkan pendidikan sarjananya di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Provinsi Jawa Barat dengan IPK 3,99.

Ditilik dari IPK yang nyaris sempurna, berarti 99,99% nilai semua mata kuliahnya sudah pasti A (Sangat baik). Predikat wisudawati terbaik pun diraihnya. Beasiswa diperoleh sejak 2016-2019 berupa Dipa Prestasi. Mahasiswi berzodiak Capricorn ini merupakan wisudawati terbaik dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Ia pernah bekerja sebagai Humas di PT. Dirgantara (Persero) di tahun 2018. Di tahun berikutnya, Ia juga pernah menjadi Asisten Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Humas dan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD.

Penyuka travelling ini piawai berbahasa Inggris. Kemampuan berkomunikasi jelas sebagai modal utamanya melanjutkan kuliah ke Polandia.

Berkuliah di Luar Negeri, kemampuan utama yang dituntut tentu harus menguasai Bahasa Asing (Bahasa Inggris). Jika tidak, sama halnya seperti berjalan tanpa peta atau menggali kuburan sendiri (baca:menyulitkan diri sendiri).

Napak tilas tentang kemampuan pribadinya, seperti: dedikasi dan loyalitas, kepemimpinan, kerjasama tim, komunikasi, kreativitas, adaptasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, konsistensi, penggunaan internet dan sosial media merupakan poin-poin yang dicari pada penyaringan beasiswa NTB ini. Nilai dari semua aspek adalah baik, tak heran jika ia mampu meraih beasiswa bergengsi ini dari Gubernur NTB.

Perolehan segudang prestasi dan pengalaman berorganisasi ini ternyata sangat bermanfaat baginya di kemudian hari. Sebagai mantan Ketua Umum BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UIN SGD, jiwa kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi dan berkolaborasi tidak diragukan lagi. Berbagai even mampu terlaksana berkat tangan dingin gadis cantik ini.

Ketika masih menjadi siswi di MAN 2 Mataram ia pernah menjadi ketua ORSIMA, anggota aktif Manda English Club (MEC) dan sering mengikuti lomba debat bahasa Inggris tingkat Nasional. Sebagai seorang siswi plus aktivis, tentu rajin terlibat dalam kepanitiaan, semisal Ketua Pelaksana Hari PGRI MAN 2 Mataram tahun 2014, Ketua Pelaksana Pentas Seni, Ketua Pelaksana Open Recruitment Manda English Club, dan berbagai even lainnya.

Aktivitas ini terbawa sampai bangku kuliah. Berbagai even menarik dan megah pun ditanganinya. Sebut saja Stadium General, pelantikan HMJ, Protokol International Conference on Communication Studies (ICOMACS) 2018, dan lain-lain.

Beberapa bulan lalu saya landing di Negeri hebat ini. Betapa takjub dan bahagianya saya berada di Negeri Copernicus ini. Sungguh seperti mimpi. Ribuan kalimat  tak mampu ter-eja, hanya bisa mengagumi ciptaanNya dengan bersyukur tiada henti. Berada di Negeri ini, seperti berdiri di belahan dunia lain. Rasanya seolah berada di zaman antah-berantah, sembari membayangkan  Copernicus seakan tersenyum manis di pojok kampus. Polandia I am coming,” ujarnya bahagia.

Ia bercerita sebagai awardee beasiswa NTB batch 4 dengan negara tujuan Polandia. Diterima di Kampus Nicolaus Copernicus University di Kota Torun, Jurusan Master of Bussiness Administration. Proses untuk mendapatkan beasiswanya cukup panjang, mulai dari seleksi berkas seperti Ijazah dan Transkrip Nilai yang sudah diterjemah, CV, KTP, Passport, Study Plan, Motivation Letter, Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, Surat Rekomendasi dari dosen atau professional minimal bergelar doktor, dan Skor TOEFL/TOEIC. 

Setelah dinyatakan lolos berkas, saya kemudian diinterview oleh dua orang dengan wawancara menggunakan full English dan berhasil menjadi awardee. Proses selanjutnya adalah menyiapkan berkas ke Notaris, Kemenkumham, Kemenlu, sampai Kedutaan Polandia di RI untuk pembuatan visa. Cukup melelahkan dan merepotkan namun juga menantang,” ucapnya.

Nicolaus Copernicus University merupakan salah satu Universitas terbesar di Polandia dan secara global meraih predikat 801-1000 di dunia. Memiliki 17 Fakultas dengan lebih dari 33 ribu mahasiswa dari seluruh dunia. Jenjang Pendidikan yang ditawarkan kampus ini mulai dari Diploma, Sarjana, Pascasarjana: Magister, Doktor dan  Post Doctor. Jumlah mahasiswa internasional mencapai 9,2 ribu serta mahasiswa pascarjana sejumlah 2,5 ribu.

Negara yang beribu kota Warsawa ini terletak di Eropa Tengah. Berbatasan dengan Jerman di sebelah barat. Sloakia, Ceko dan Perbatasan Order-Neisse di sebelah selatan. Rusia (Kaliningrad) dan Lituania di sebelah timur laut, dan Belarus serta Ukraina di sebelah timur (Garis Curzon). Polandia juga merupakan negara Uni Eropa dan memiliki 15 situs Keajaiban Dunia. Negara maju nan kaya ini menjadi salah satu destinasi para pejuang ilmu dari berbagai belahan dunia.

Pada saatnya nanti saya harus mampu menaklukkan negara ini,” urainya. Si cerdas ini juga mengungkap  bahwa keberkahan ilmu yang diberikan para guru di masa lampau jualah yang membawanya sampai ke Negeri Bangau Putih ini. Ia bertekad untuk menyelesaikan studi secepatnya. Tekad baja yang dimilikinya ini tak urung sebagai catatan manis seorang alumni dari Polandia. Alumni MAN 2 Mataram pastinya. [Siti Rahmi-Humas M2M].

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG: Humas MAN 2 Mataram

FB: Humas MAN 2 Mataram

YT: Humas MAN 2 Mataram


4311

INFORMASI LAINNYA