ASSALAMU’ALAIKUM TAIWAN, NI HAO MA? (Cerita Indah dari Sakra sampai Taipei)

Selasa, 29 Desember 2020 13:01

ASSALAMU’ALAIKUM TAIWAN, NI HAO MA? (Cerita Indah dari Sakra sampai Taipei)

Gambar-Kolase kegiatan Lalu Muhammad Irham, S.Farm., M.Farm., Apt (berkaca mata) di kampus Taipei Medical Unversity- Taiwan

Taipei- Cerita ini bermula ketika penulis sering berdiskusi dengan seorang mahasiswa. Namanya Lalu Muhammad Irham, S.Farm., M.Farm, Apt. Nama lengkapnya sama panjang dengan gelarnya.

Irham demikian guru-gurunya sering memanggilnya. Irham dalam Bahasa Arab artinya 'mengasihani atau menyayangi'. Pembawaan tenang, penyayang dan murah senyum ini cocok dengan nama yang ditasbihkan dalam Bahasa Arab. Ia lahir 08 Agustus tahun 1991 lalu, di Lombok Timur bagian Selatan. Tepatnya di Sakra. Ia menyebut kampung halamannya dengan Sakra City.

Bisa dikatakan, Ia meniti karir pendidikannya dari tingkat desa sampai internasional. Bagaimana tidak, ia menempuh pendidikan dasarnya di kampung halamannya di Sakra (desa), kemudian melanjutkan ke MTs Muallimin NW Pancor (Kabupaten). Jenjang Aliyah ditempuhnya di MAN 2 Mataram (Provinsi), sedang jenjang Sarjana dan Magister ia tempuh di Universitas Ahmad Dahlan/UAD-Yogyakarta (Nasional).

Saat ini ia sedang berjuang meraih gelar Ph.D/Doktor di Taipei Medical University -Taiwan (Internasional), dengan mengambil konsentrasi School of Pharmacy Pharmacogenomic and Pharmacoproteomic Program. Berdasarkan QS World Rank 2020, TMU adalah kampus kesehatan terbaik di Taiwan, dengan peringkat top 100 di seluruh dunia. 

Irham di tanah Jawa dan Taipei lebih sering dipanggil ‘Lalu’. ‘Lalu’ merupakan sebutan untuk gelar bangsawan Pria Sasak-Lombok. Professornya lebih  exicted menyebutnya Mr. Lalu.  Ia adalah dosen termuda di UAD Fakultas Farmasi yang merupakan salah satu Fakultas Farmasi terbaik di Indonesia. 

Sosok sholeh nan murah senyum ini bukan hanya lihai tentang masalah kesehatan, namun juga piawai mengaji. Sebagai seorang qori’ tentu suaranya merdu dan dipastikan fasokhah. Ia sering di daulat menjadi Imam sholat di Taipei Grand Mosque (TGM); Masjid Agung terbesar di Taiwan. ‘Mr. Lalu’ aktif mengajar dan membimbing al-Qur’an bagi warga negara Indonesia yang ada di Taiwan. 

Kandidat doktor ini juga senang dalam kegiatan sosial membantu rekan-rekannya, khususnya tenaga kerja asal Indonesia yang sedang bekerja di Taiwan. Bantuannya berupa penggalangan dan pendistribusian dana kepada yang membutuhkan. Ia tercatat sebagai Ketua Lazismu Taiwan sejak tahun 2017 sampai sekarang.

Sebagai seorang Apoteker dan Akademisi berprestasi, tentu pengalaman kerja Irham tidak diragukan lagi. Tercatat, ia pernah bekerja sebagai Humas Fakultas Farmasi UAD, menjadi dosen tetap UAD sampai sekarang dan aktif berkolaborasi untuk melakukan riset dengan para profesor, baik di lingkungan UAD sendiri maupun di level internasional.

Pengalaman klinisnya selama studi Magister dilakukan di beberapa rumah sakit. Seperti: RS Darmais Onkologi Jakarta, RS Internasional Songklanagarind Thailand, RS Ramlan Surabaya dan Rs Dr. Soetomo Surabaya. 

Branding ilmuan melekat di diri Mr. Lalu ini. Tak berbilang aktivitas sebagai invited speaker (pembicara tamu) dan penghargaan internasional diraihnya. Beberapa penelitian dan artikelnya mampu menembus jurnal bereputasi Internasional.

Ia kerap diundang ke berbagai acara seminar Internasional seperti Hongkong, China, Jepang dan Mesir. Semisal mengikuti “2019-Annual Conference of the Pharmaceutical Society of Taiwan”. Acara ini merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi Apoteker se-Taiwan. Pada konferensi ini, Mr. Lalu mampu menyajikan hasil penelitiannya di bidang Hepatitis B dengan judul “Association between Single-Nucliotide Polymorphism of MPEG1 and Hepatitis B Surface Antigen Seroclearance in Cronic Hepatitis B Infection. 

Hasil penelitiannya ini dipublikasikan di jurnal “Medicine”; jurnal bergengsi yang terindeks Web of Science. Mr. Lalu juga mengikuti Annual Conference of the Pharmaceutical Society of Taiwan bulan November 2020 di Taipei. Pada even ini, ia mendapatkan penghargaan poster terbaik dari penyajian hasil penelitianya yang berjudul “Evaluation for the Genetic Association between Store-Operated Calcium Influx Pathway (STIM1 and ORAII) and Human Hepatocellular Carcinoma in Patients with Chronic Hepatitis B Infection”

Dari 2014-2020 sudah sembilan artikel yang di terbitkan di Jurnal International bereputasi. Salah satu artikelnya tentang Covid-19 yang berjudul “Genetic Variants that Influence SARS-CoV-2 Receptor TMPRSS2 Expression among Population Cohorts from Multiple Continents” mendapatkan penghargaan sebagai penulis artikel terbaik dari Kemenristek/BRIN pada penganugerahan Hak Kekayaan Intelektual Produkutif dan Berkualitas (HKIPB) tahun 2020. 

Awal Desember tahun ini, Mr. Lalu mendapatkan penghargaan dari UAD sebagai dosen berprestasi bidang Publikasi Ilmiah, dengan kriteria artikel ilmiah yang diterbitkan di High Impact Journal selama kurun waktu Januari-Desember 2020. Saat ini pun beberapa artikelnya siap dipublikasi. Capaian prestasi dalam penelitian ini tak urung membuat penulis berdecak kagum. Hanya satu kata yang paling tepat untukmu Irham: AMAZING!!

Meski sedang berjibaku dengan penyelesaian disertasi, Mr. Lalu tidak lupa kacang akan kulitnya. Pemuda Sasak tulen dengan latar belakang anak madrasah ini memiliki idealisme dan nasionalisme yang tinggi. Ia juga tak melupakan almamater, tradisi, budaya dan adat-istiadatnya. Ia dan teman-teman Indonesia-nya selalu berkontribusi dalam Internasional Cultural Night yang diadakan oleh Office of Global Engagement TMU. Culture Night merupakan acara tahunan untuk mahasiswa Internasional di Taipei dalam menampilkan pentas seni masing-masing negara.

Even ini biasanya diadakan setiap bulan Desember. Tahun 2019 kemarin, gawe ini diadakan tanggal 09 Desember 2019 di Auditorium TMU lantai 3 diikuti oleh tujuh grup. Empat grup berasal dari Tim Indonesia dan grup lainnya berasal dari Afrika, Vietnam dan Mongolia. Irham crews menampilkan Saung Angklung dengan dua lagu yaitu “Tanah Airku dan Lagu Mandarin”. 

Dalam even itu, dua tim Indonesia mampu meraih juara dua dan tiga.  Tari Melayu Rentak Zapin; di posisi ke- 2 dan Tari Kewer-kewer di posisi ke-3. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor TMU yakni Prof. Chieh-His Wu atau yang biasa dikenal dengan sapaan Prof. Jackson.

Irham bercerita: “mahasiswa Indonesia seperti saya dan teman-teman selalu bangga bisa ikut berpartisipasi serta mampu mengenalkan kearifan lokal negeri tercinta. Entah mengapa berada jauh di lain Benua, membuat rasa nasionalisme kami semakin tinggi. Inilah cara kami mengobati syndrome home sick, jika kangen berat kampung halaman melanda,” tandasnya.

Pribadi humble nan tawaddu’ yang melekat di dirinya, tak lain berkat tempaan kedua orang tuanya dan guru-gurunya baik di madrasah maupun di perguruan tinggi. Ia selalu mengucapkan salam indah sesama muslim jika bertemu di Taiwan, dengan ucapan assalamu’alaikum. Salam adalah ucapan saling mendo’akan. Ia sepenuhnya yakin akan keajaibannya. Tak berbeda dengan sapaan khas masyarakat Taiwan dengan ucapan ni hao ma-nya. Dengan sapaan ini, tentu rasa persaudaraan meski beda negara semakin erat. Sejenak rasanya seperti di rumah sendiri. Dalam kesempatan ditemui, ia ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.

Ia berkata: “Jika ada adik-adik atau Ibu/Bapak guru mempunyai kesempatan mengunjungi Taipei nanti, jangan lupa mampir di Wuxing Street, Lane 284 No. 76 ya, di sana saya tinggal. Insyaaloh saya siap menjadi tuan rumah yang baik dan berubah menjadi guide profesional,” bermanfaat buat orang lain itu sungguh menyenangkan,” ujarnya disertai senyum khasnya. 

Ia juga berjanji “jika nanti saya pulang ke Lombok, insyaalah akan sering mampir di madrasah. Mau sharing dan bercerita ke adik-adik tentang cara mendapatkan beasiswa kuliah di Luar Negeri, untuk memotivasi mereka biar confident melanjutkan study di Luar Negeri,” imbuhnya.

Lewat ide brilian pemuda ini-lah keinginan untuk menghidupkan Ikatan Alumni MAN 2 Mataram muncul. Pihak MAN 2 Mataram akan membentuk forum khusus alumni. Sampai saat ini, alumninya tersebar di seluruh Indonesia bahkan hampir di seluruh dunia. MAN 2 Mataram sudah melahirkan lima Guru Besar, puluhan Doktor, ratusan magister serta ribuan sarjana. Mudah-mudahan ide ini segera terealisasi, sehingga dipastikan alumni-alumni MAN 2 Mataram di lima Benua bisa terdeteksi.

Spesial untuk Irham atau Mr. Lalu, do’a terbaik dari guru-gurumu: semoga segera sidang terbuka dan segera meraih gelar Ph.D, agar ilmu yang engkau peroleh di Negeri Surya Formosa (Negeri yang Indah) ini bisa segera diimplementasikan untuk kemaslahatan ummat. [Siti Rahmi-Humas M2M].

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG : Humas MAN 2 Mataram

FB : Humas MAN 2 Mataram

Channel Youtube : Humas MAN 2 Mataram


7017

INFORMASI LAINNYA