MASYAALAH, DUA SANTRI MANPK MAN 2 MATARAM LULUS DI UNIVERSITAS AL- AZHAR KAIRO

Rabu, 12 Mei 2021 09:48

MASYAALAH, DUA SANTRI MANPK MAN 2 MATARAM LULUS DI UNIVERSITAS  AL- AZHAR KAIRO

Gambar- Kedua santri MANPK MAN 2 Mataram yang lulus di Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir tahun 2021. (Muhammad Nabil Zayyan kiri- Ahmad Tajuddin Atsani kanan)

Mataram- Alhamdulilah, berkah di penghujung Ramadhan. Hari ini dua orang siswa MANPK MAN 2 Mataram kembali mengharumkan madrasah. Mereka berdua dinyatakan lulus kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo dengan SK Nomor: B-1400/Dt.I.III/PP.04/05/2021 tertanggal 11 Mei 2021.

Kedua siswa ini adalah Ahmad Tajuddin Atsani dan Muhammad Nabil Zayyan. Mereka merupakan angkatan kedua MANPK sejak diresmikan kembali oleh Menteri Agama dan mengikuti jejak beberapa kakak kelas yang sudah terlebih dahulu mengenyam pendidikan di sana.

Tercatat sudah 21 orang alumni MAN 2 yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas al-Azhar Kairo plus dua orang, total menjadi 23 alumni. Kedua siswa tersebut lulus melalui jalur non-beasiswa.

Ahmad Tajudin Atsani dan Muhammad Nabil Zayyan diterima di jurusan Dirasah Islamiyyah (Islamic Studies). Proses persiapan dan tes cukup panjang.

Kementerian Agama melalui Unit Pengembangan Bahasa UIN Mataram mengadakan Seleksi Beasiswa dan non-Beasiswa ke Timur Tengah dengan destinasi Mesir dan Maroko untuk jenjang S1. Pendaftaran dilakukan pada tanggal 12-20 April 2021, verifikasi berkas 13-21 April 2021, Tes Tulis Online pada 28-29 April 2021 dan Tes Wawancara tanggal 05 Mei 2021.

MANPK MAN 2 Mataram memang memiliki program persiapan santrinya ke Timur Tengah. Biasanya persiapan ini dilakukan pada semester ganjil kelas XII. Persiapan ini menurut Kepala Madrasah Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd. berupa tutorial pendalaman Bahasa Arab, Tahfiz dan Kitab Kuning.

Tim pengajar pun merupakan orang yang expert di bidangnya. Tak tanggung-tanggung, pihak madrasah mengundang dosen dan guru besar UIN Mataram dalam proses tutorial ini. Ini merupakan bentuk keseriusan pihak madrasah dalam mengelola dan menyiapkan santrinya ke Timur Tengah.

Beliau mengucap syukur tak terhingga atas berkah bulan Ramadhan ini dan berharap akan semakin banyak santri MANPK yang diterima kuliah di Luar Negeri, bukan hanya di Mesir, melainkan di negara lainnya.

Untuk diketahui alumni MAN 2 Mataram sudah tersebar di banyak Negara, seperti: Polandia, Taiwan (Teipei), Australia, Malaysia, Turki, Maroko, Sudan, Yaman. Demikian pula di dua Kota Utama Saudi Arabia, Mekkah dan Madinah. Tahun ini juga ada tiga alumni MAN 2 Mataram mendapatkan beasiswa ke Eropa dengan destinasi Jerman dan Inggris. 

Saat ini, minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Menurut data dari Kemenag RI, ada 9000 mahasiswa Indonesia belajar di berbagai perguruan tinggi di Kawasan Benua Afrika, khususnya Afrika Utara. Sebagian besar para mahasiswa itu belajar di Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir, Universitas Internasional Afrika Khartoum Sudan dan Universitas Muhammad V Rabbat Maroko. Selain tiga negara utama tersebut, mahasiswa Indonesia juga tersebar di Tunisia, Libanon dan Syiria.

Program Beasiswa dan Non-Beasiswa untuk Mahasiswa S1 tujuan Mesir dan Maroko ini merupakan tindak lanjut dari MoU (Momerandum of Understanding) atau Kerjasama antara pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama dengan Pemerintah Arab Mesir (Al-Azhar Al-Syarif), Pemerintah Republik Sudan dan Pemerintah Kerajaan Maroko serta keinginan Pemerintah Syiria melalui Kedutaan Besar Syiria di Jakarta.

Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan seleksi bagi lulusan Sekolah Menengah Atas, Pendidikan Diniyah Formal Ulya atau Satuan Pendidikan Muadalah dan sederajat. Seleksi dilakukan melalui Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri (PPB UIN) sebagai penyelenggara seleksi yang dikoordinir oleh Konsorsium Pusat Bahasa PTKIN yang berjumlah 15 lembaga termasuk Pusat Bahasa UIN Mataram.

Seluruh tahapan seleksi mulai dari pendaftaran sampai tes dilakukan secara online. Calon mahasiswa diwajibkan memilih tempat lokasi tes. Pemilihan lokasi seleksi bertujuan untuk memudahkan koordinasi seluruh penyelenggaraan seleksi di berbagai wilayah di Indonesia.

Tes dilakukan dengan dua tahap, yakni: tes tulis online dan tes wawancara. Nilai minimal tes tulis 65 baru bisa mengikuti tes wawancara. Seperti tes tulis online umumnya, peserta diharuskan menyiapkan laptop dengan browser Chrome atau Mozilla atau handphone yang sudah memiliki aplikasi zoom meeting dan jaringan internet minimal 5GB.

Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir merupakan salah satu universitas favorit yang disasar santri MANPK MAN 2 Mataram. Alasan ajibnya sesungguhnya adalah karena Universitas ini merupakan salah satu universitas bergengsi di dunia. Universitas Al-Azhar juga merupakan salah satu pusat utama Pendidikan Sastra Arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia dan sebagai universitas pemberi gelar tertua nomor dua di dunia.

Baik Tsani maupun Nabil diterima di Universitas Al-Azhar Kairo melalui jalur non-beasiswa. Mereka akan berangkat setelah pengurusan visa selesai. Selain persiapan di Madrasah, keduanya juga belajar dan mendalami persiapan tes Timur Tengah di Mumtaza Bojonegoro. Pusat Bahasa yang valid dan credible (terpercaya) bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Luar Negeri, utamanya Timur Tengah.

Setelah dinyatakan lulus, mereka akan melakukan pembelajaran di Pusiba (Pusat Studi Islam dan Bahasa)-Jakarta sebagai kelas istiā€™dad sebelum berangkat. Semacam program pendalaman bahasa dan budaya negara setempat  atau pre-departure sebelum pemberangkatan ke Negara tujuan, agar para calon mahasiswa tidak terkena sindrom culture shock atau kaget dengan budaya atau kebiasaan negara setempat. Tsani dan Nabil merupakan dua diantara 1524 orang yang lulus dari seluruh Indonesia.

Sebagai santri MANPK MAN 2 Mataram, Tsani dan Nabil sejak awal nyantri memang sudah menyasar  Universitas Al-Azhar Kairo sebagai  tempat untuk melanjutkan studi mereka.  Karenanya,  mereka senantiasa serius mengikuti tutorial-tutorial yang diadakan madrasah.

Sebagai flashback, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) merupakan salah satu program peminatan unggulan Nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama yang menjadi bagian dari MAN Reguler yang sudah ada. Dengan penekanan pada kurikulum keagamaan yang padat serta penekanan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, MANPK ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang berwawasan ke-islaman, ke-indonesiaan dan ke-modernan yang baik. 

Selamat untuk Tsani dan Nabil, semoga marwah MANPK MAN 2 Mataram sebagai Madrasah Hebat Bermartabat semakin mendunia. [Siti Rahmi-Humas M2M].


INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:  Humas MAN 2 Mataram

FB: Humas MAN 2 Mataram

YT: Humas MAN 2 Mataram 

Website: www.manduamataram.sch.id

Email: humasman2mataram@gmail.com


11577

INFORMASI LAINNYA