Rapat Koordinasi Pendataan Asesmen Nasional Berbasis Komputer 2021

Senin, 07 Juni 2021 10:49

Rapat Koordinasi Pendataan Asesmen Nasional Berbasis Komputer 2021

Bandung, 3 Juni 2021 dilaksanakan Rapat Koordinasi Pendataan Asesmen Nasional yang dilangsungkan di Hotel Aryaduta Bandung, Jawa Barat. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Pusmenjar, Kepala Balitbang dan Perbukuan, Koordinator substansi penilaian akademik, Koordinator substansi inovasi penilaian, Koordinator substansi analisis dan pemanfaatan hasil penilaian, dan Tim pengembang aplikasi.

Dalam Rakor ini kegiatan dibagi menjadi 2 bagian untuk Region I dan Region II yang masing-masing dihadiri perwakilan dari 17 provinsi. Untuk Region I dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2021 sedangkan untuk Region II pada tanggal 3 – 5 Juni 2021. Masing-masing provinsi mengirim Tim yang terdiri dari 1 orang perwakilan Kanwil Kemenag yang merupakan Penanggung Jawab Pendataan dan 5 orang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan Tim Teknis ANBK 2021 dari setiap provinsi.

Pada akhir tahun 2020 lalu sebenarnya sudah pernah diadakan Rapat Koordinasi Pendataan Peserta ANBK karena sebelumnya direncanakan ANBK 2021 diselenggarakan pada bulan Maret. Pertemuan kedua ini dilaksanakan dengan tujuan agar informasi mengenai pendataan peserta bisa sampai kepada semua pihak yang berkepentingan dengan lebih baik lagi untuk memaksimalkan persiapan pelaksanaan ANBK yang akan digelar pada bulan September dan Oktober nanti.

Acara Rapat Koordinasi dibuka oleh Ibu Asrijanty, Ph.D. selaku Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran. Dalam acara pembukaan disampaikan bahwa konsep UN (Ujian Nasional) berbeda dengan AN (Asesmen Nasional) dimana pendataan untuk UN dilakukan untuk memastikan semua siswa mengikuti Ujian Nasional. Sedangkan pada Asesmen Nasional pendataan dilakukan untuk memastikan siswa yang menjadi sampel sudah mewakili keragaman/variasi di masing-masing satuan pendidikan.

Ibu Asijanty, Ph.D. juga menyampaikan penegasan kembali bahwa hasil ANBK digunakan untuk mengambil kebijakan yang tepat untk perbaikan mutu pendidikan di Indonesia karena dari berbagai survey, observasi dan penelitian yang dilakukan lembaga di dalam maupun luar negeri menemukan bahwa kompetensi di Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu sudah dimasukkan Asesmen Literasi dan Numerasi di dalam Asesmen Kompetensi Minimum yang merupakan 1 dari 3 komponen Asesmen Nasional. Literasi dan Numerasi ini merupakan kompetensi minimum yang dibutuhkan seseorang untuk bisa menghadapi kehidupan.

Inti dari acara adalah soialisasi mekanisme pendataan calon peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer Tahun 2021 dimana yang akan menjadi peserta adalah sebagai berikut.

NO

Jenjang

Pendataan

Pelaksanaan Tes

1

SD, SDLB, MI, SDTK, dan Adi WP

Kelas 4 semester genap

Kelas 5 semester ganjil

2

SMP, SMPLB, MTs, SMPTK, dan Madyama WP

Kelas 7 semester genap

Kelas 8 semester ganjil

3

SMA, SMALB, MA, SMAK, SMTK, Utama WP, dan SMK

Kelas 10 semester genap

Kelas 11 semester ganjil

4

Paket A

Tingkat 2 Kelas 4 semester genap

Tingkat 2 kelas 5 semester ganjil

5

Paket B

Tingkat 3 Kelas 7 semester genap

Tingkat 3 Kelas 8 semester ganjil

6

Paket C

Tingkat 5 Kelas 10 semester genap

Tingkat 5 Kelas 11 semester ganjil

7

Ula

Kelas 4 semester genap

Kelas 5 semester genap

8

Wustha

Kelas 7 semester genap

Kelas 8 semester genap

9

Ulya

Kelas 10 semester genap

Kelas 11 semester genap

 

Para peserta didik inilah yang akan akan didata dan dipiih sampelnya untuk mengikuti Asesmen Nasional mengerjakan 3 Komponen Asesmen Nasional yaitu:

1.       Asesmen Kompetensi Minimum (Literasi & Numerasi)

2.       Survey Karakter

3.       Survey Lingkungan Belajar

 

Dari semua siswa dari setiap jenjang yang disebutkan sebelumnya, tidak semua siswa akan mengikuti ANBK 2021. Hanya siswa yang terpilih sebegai sampel saja yang akan mengikuti Asesmen Nasional. Sampel yang akan dipakai sebagai peserta ANBK di masing-masing satuan pendidikan adalah sebagai berikut:

·         SD sederajat maksimal 30 orang + 5 cadangan

·         SMP sederajat maksimal 45 orang + 5 cadangan

·         SMA sederajat maksimal 45 orang + 5 cadangan

 

Selain siswa, guru dan tenaga pendidik juga akan didata untuk mengikuti Asesmen Nasional tapi hanya hanya akan mengerjakan 1 komponen saja yaitu Survey Lingkungan Belajar.

Beragam info terkait Asesmen Kompetensi Minimum bisa diakses melalui laman https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/AKM/ mulai dari Kebijakan, Pengenalan Asesmen Nasional, Sistematika Pelaksanaan, dan contoh-contoh soal yang akan dipakai untuk Asesmen Nasional.

131

INFORMASI LAINNYA