PMR MAN 2 MATARAM-PEREDA BENCANA

Sabtu, 26 Juni 2021 08:25

PMR MAN 2 MATARAM-PEREDA BENCANA

Gambar- Tim PMR MAN 2 Mataram- suasana PEREDA BENCANA  medio 19-20 Juni 2021

Mataram- Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu ekstrakurikuler inti yang sama dengan Paskib di MAN 2 Mataram. Baru-baru ini per-19-20 Juni 2021, ekskul tersebut mengadakan sebuah kegiatan yang bertajuk PEREDA (Pelatihan Relawan Muda) atau maknanya sama dengan pengukuhan. Kegiatan ini mengukuhkan pengurus Masa Bakti 2020-2021.

Kegiatan berjalan lancar, aman dan menyenangkan. PEREDA sebagai ajang menempa para junior atau anggota baru agar menjadi pribadi yang aktif, sigap, tanggap dan tangguh terhadap situasi yang terjadi di sekitar. Pada kegiatan tersebut, Tim PMR melakukan simulasi penanggulangan bencana. Ketua panitia Morinda Febrianuri  menuturkan jika simulasi ini perlu dan wajib dilakukan agar para anggota lama maupun baru terlatih dengan baik jika ada bencana datang. 

Sigap, aktif, tanggap dan tangguh ini merupakan modal dan persyaratan utama bagi seseorang yang ingin terjun  dalam organisasi ini atau yang erat hubungannya dengan urusan penanggulangan bencana. Itu sebabnya pelatihan yang dilakukan kerap melibatkan latihan fisik.

PMR adalah perpanjangan tangan dari PMI (Palang Merah Indonesia) dan ibarat tim SAR dalam bentuk mini. Tugas dan kewajiban anggotanya hampir mirip. PMR biasanya merupakan organisasi yang ada di sekolah (baca:madrasah) atau diperuntukkan bagi remaja di masyarakat dalam rentan usia 10-17 tahun, sedangkan SAR maupun PMI merupakan organisasi besar yang jangkauannya secara Nasional bahkan sampai dunia Internasional. 

Kegitan PEREDA ini telah disiapkan kurang lebih selama tiga bulan. Kami mempersiapkan ini dengan matang. Karena kami menginginkan kegiatan sukses dan berbekas di anggota baru, maka kami berusaha mempersiapkkannya secara maksimal, tutur Morinda. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan mengisi waktu luang dengan tadarrus al-Qur’an yang dimulai sejak shalat magrib usai ditunaikan sampai menjelang azan isya’. 

Kemudian acara keakraban sambil menyalakan api unggun pun dilakukan. Layaknya Gerakan Pramuka, ekskul ini juga kerap memiliki kegiatan yang hampir sama. Meski Pramuka ada pelatihan kepanduan, namun beberapa kegiatan mereka sekilas mirip, semisal menjelajah alam dan simulasi penanggulangan bencana serta pelatihan tata cara menolong sesama.

Semua kegiatan itu sesungguhnya adalah untuk menjalin keakraban dan silaturrahim antar anggota dan alumni, juga bertujuan untuk mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.

Adapun karakteristik dari PMR itu yakni: bersih, sehat, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli, kreatif, senang bekerja sama, bersahabat, ceria, inovatif, agamis dan nasionalis.

Oleh karena salah satu karakteristik PMR itu ceria, maka setiap kegiatan maupun simulasi yang diadakan selalu dibarengi dengan keceriaan dan kegembiraan. Walau sering melibatkan latihan fisik dalam kesehariannya, namun mereka melakukan semua kegiatan dengan hati riang dan gembira. Banyak  program menarik dari ekskul ini, sehingga tak heran ekskul ini memiliki anggota yang membludak.

PMR merupakan wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI (Palang Merah Indonesia). PMI memiliki anggota di setiap Kabupaten maupun Kota dengan kurang lebih 5 juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

PMR merupakan kekuatan utama PMI dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. Kegiatannya juga berupa promosi tentang prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan bulan sabit merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Ada tiga tingkatan dalam organisasi PMR, yaitu: PMR Mula (untuk siswa SD), PMR Madya (untuk siswa SMP) dan PMR Wira (untuk siswa SMA/MA). 

PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership yaitu anggota dapat menjadi contoh (role model) keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya. PMR Madya berfungsi sebagai peer support yaitu memberi dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan keterampilan hidup sehat. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator yakni tutor sebaya tentang keterampilan hidup sehat.

Peran utama anggota PMR adalah Tri Bakti PMR yang disesuaikan dengan kompetensi dan minat mereka serta kebutuhan PMI dan remaja. Sebelum turun gunung, setiap anggota PMR wajib mendapatkan pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bakti PMR.

Tri Bakti ini seperti: meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional. Materi-materi dalam pelatihan itu mencakup: gerakan kepalang-merahan, pertolongan pertama, kepemimpinan, kesehatan remaja, sanitasi dan kesehatan, kesiap-siagaan bencana dan donor darah.

Kegiatan PEREDA ini turut dimeriahkan oleh Pembina, Pelatih, Alumni dan beberapa perwakilan ekskul lainnya. Ekskul ini langganan mendapatkan juara pada even-even daerah maupun nasional. Di bawah binaan ibu Erna Rofiqa, S.Pd. serta komandan terpilih Mardyan Dwi Saputra, PMR berharap semakin baik, aktif dan berprestasi di masa yang akan datang. [Siti Rahmi- Humas M2M].

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:  Humas MAN 2 Mataram

FB: Humas MAN 2 Mataram

YT: Humas MAN 2 Mataram 

Website: www.manduamataram.sch.id

Email: humasman2mataram@gmail.com


5115

INFORMASI LAINNYA