HANA & SHINDY

Kamis, 15 Juli 2021 12:27

HANA & SHINDY

Gambar. Shindy Aulia Kartika Sari (kiri) da Hana Novita Fitri (kanan)

Mataram- Dua pelajar MAN 2 Mataram berjaya di ITB. Salah satu Perguruan Tinggi beken di Indonesia. Kedua pelajar ini, yakni Hana Novita Fitri dan Shindy Aulia Kartika Sari. Keduanya merupakan pentolan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Mereka berhasil meraih juara 2 dan 3 lomba penulisan esai tingkat Nasional bertajuk “Energi Terbarukan” yang digelar Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam Even OGG FITB ITB 2021, pada 10 Maret 2021 yang lalu.

Dengan mengusung esai berjudul “Pemanfaatan “Mbah Kusi” (Limbah Kulit Singkong) sebagai Solusi Permasalahan Listrik di Kabupaten Lombok Utara” dan Rumput Laut sebagai Sumber Energi Penggerak Turbin Biogas untuk Bahan Bakar Penggerak Turbin di Kabupaten Lombok Timur”, keduanya berhasil meyakinkan juri dengan hasil penelitian mereka.

Duet gadis ini  mampu mengharumkan nama MAN 2 Mataram. Lomba yang dilakukan secara online ini sukses membuat keduanya bisa bersaing serta mengalahkan para peserta dari SMA/sederajat seluruh Indonesia.

Hana dan Shindy mengaku dibimbing dengan intensif dalam mengikuti lomba-lomba esai yang dilaksanakan secara online bersama Pembina dan Pelatih KIR MAN 2 Mataram.

“Prestasi anak-anak ini merupakan buah dari budaya kompetisi yang ditanamkan kepada seluruh anggota, semakin banyak mengikuti kompetisi diyakini khazanah keilmuan mereka akan semakin luas dan teruji, tentu pengalaman dan kemampuan menulis juga semakin matang,” ungkap Verweny Pembina KIR MAN 2 Mataram.

Hana baru naik ke kelas XI demikian juga Shindy. Hana terlahir 06 November 2004, sedangkan Shindy lahir pada 06 Maret 2005 lalu. Meski terlahir di tahun yang berbeda dan hanya terpaut tiga bulan, kedua gadis ini memiliki hobi menulis yang sama dan kemampuan yang hampir sama.

Dalam hal skill atau kemampuan menulis, Hana dan Shindy jika diibaratkan seperti angka, mereka adalah angka 11 dan 12. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pasti keduanya berjaya ketika lomba esai yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Bergengsi sekelas ITB (Institut Teknologi Bandung).

Keduanya memiliki bakat menulis yang baik, juga kemampuan di beberapa bidang. Jadi, keduanya merupakan kolaborasi yang memikat. Ibarat es teler durian dicampur alpokat plus sirup yang manis dan menyegarkan.

Fokus kajian Hana yakni Rumput Laut sebagai Sumber Energi Penggerak Turbin Biogas untuk Bahan Bakar Penggerak Turbin. Rumput laut selain dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif atau bahasa kerennya energi terbarukan. 

Pengelolaan rumput laut sebagai sumber energi pembangkit listrik dilakukan dengan mengolah rumput laut menggunakan bantuan mesin pengolah agar menjadi gas. Kemudian gas tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar untuk penggerak turbin yang ada pada pembangkit listrik. Penelitian ini mampu meyakinkan juri dan berhasil mendapat juara ke-tiga.

Beda lagi dengan kajian yang dilakukan Shindy, yakni fokus pada pemanfaatan sampah atau limbah kulit singkong (Mbah Kusi). Limbah bukan hanya masalah sederhana. Ini merupakan persoalan yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. Bukan hanya negara-negara berkembang tetapi juga negara-negara maju.

Masalah ini bahkan menjadi masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Bertambahnya penduduk dan berkembangnya industri-industri di Indonesia menyebabkan peningkatan produksi sampah menjadi semakin tidak terkendali. Apalagi industri-industri kecil yang tidak bisa mengolah sampah atau limbah dengan baik. 

Kulit singkong merupakan bagian kulit luar umbi singkong yang tidak digunakan pada waktu penggunaan bersama umbi singkong. Hanya dijadikan untuk bahan pakan ternak bahkan tidak dimanfaatkan sama sekali dan terbuang percuma. Padahal kulit singkong masih mengandung zat gizi.

Baik singkong maupun rumput laut merupakan bahan yang mudah diperoleh di Lombok. Bahkan bisa dikatakan melimpah. Selama ini masyarakat di Lombok mengolah singkong hanya terbatas pada umbinya, sementara kulit dari singkong hanya menjadi limbah, sedangkan rumput laut sudah lebih banyak varian pengolahannya. Misalnya menjadi dodol, bahan membuat puding dan kecantikan. Khusus di Lombok sendiri, rumput laut sebagai bahan dari energi yang terbarukan masih sangat jarang ditemukan.

Kulit singkong yang menjadi limbah ternyata masih perlu dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang sangat berguna bagi masyarakat, singkong mengandung karbohidrat tinggi. Sampah kulit singkong dapat dengan mudah diperoleh dari industri-industri rumahan yang memiliki bisnis singkong goreng atau kripik goreng, pabrik tepung tapioka, dan agen singkong yang ada di pasar-pasar tradisional. 

Pengolahan sampah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kompos maupun bioenergi. Selain itu, kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai olahan kuliner berupa crispy kulit singkong. Oleh karena itu, pengolahan sampah kulit singkong menjadi crispy kulit singkong adalah cara terbaik untuk mengolah sampah kulit singkong. 

Shindy meneliti kulit singkong dengan tujuan untuk mengetahui cara pengolahan sampah kulit singkong, mengurangi jumlah sampah kulit singkong, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan crispy kulit singkong ini yaitu dengan bereksperimen dalam pembuatan crispy kulit singkong tersebut. Crispy kulit singkong memiliki nilai jual tinggi dan memiliki rasa, tekstur, dan aroma crispy yang tidak kalah enak dan sedap dari kripik kulit singkong itu sendiri. Penelitian Shindy sukses membawa pulang medali Perak. 

Selain sama-sama hobi menulis, kedua gadis ini ternyata memiliki hobi yang berbeda. Hana gemar berolahraga, travelling dan bermain musik. Ketika SMP, Hana pernah menjadi mayoret marching band di sekolahnya. Ia juga pernah memenangkan field comender terbaik dan pernah mengikuti lomba marching band yang diselenggarakan oleh Universitas Warmadewa di Bali dan berhasil meraih juara ke-tiga.

Tak hanya itu, Hana juga sering menjuarai berbagai even KSM Geografi tingkat Nasional. Si pemilik postur 170 cm ini, pada Agustus nanti termasuk salah satu anggota paskibraka di Istana Merdeka. Ia adalah perwakilan dari Nusa Tenggara Barat. Saat ini, Hana sudah masuk tahap karantina sampai dengan tanggal 25 Juli 2021.

Lain Hana, lain pula Shindy. Shindy memiliki hobi melukis, menggambar, dan membaca. Shindy juga kerap menjuarai Kompetisi Sains Madrasah sejak SMP, fokusnya di Matematika. Selain ikut KIR, Shindy juga bergabung dengan ekskul Multimedia. Ekskul yang mendidik para anggotanya untuk melek teknologi, juga harus mumpuni di bidang desain grafis dan kaligrafi kontemporer. Ekskul Multimedia ini cocok buat Shindy yang gemar menggambar dan melukis.

Baik Hana maupun Shindy, keduanya merupakan bibit unggul yang harus senantiasa diasah dan dipupuk kemampuannya agar semakin menjadi pribadi-pribadi yang multitalent, berdedikasi serta berkarakter dalam mewujudkan madrasah mandiri, berprestasi dan tentu bermartabat. Congratulation for Hana & Shindy. [Siti Rahmi-Humas M2M].


INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:  Humas MAN 2 Mataram

FB: Humas MAN 2 Mataram

YT: Humas MAN 2 Mataram 

Website: www.manduamataram.sch.id

Email: humasman2mataram@gmail.com



9059

INFORMASI LAINNYA