RAKER MAN 1 MATARAM DI ARUNA SENGGIGI HOTEL

Sabtu, 17 Juli 2021 13:02

RAKER MAN 1 MATARAM DI ARUNA SENGGIGI HOTEL

Mansa Inmas- RAPAT KERJA MAN 1 MATARAM: Membangun Semangat dan Integritas Mengabdi dalam Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat

Pada hari Kamis, 8 Juli 2021, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada unit kerja MAN 1 Mataram mengadakan rapat kerja di Aruna Senggigi Hotel. Rapat kerja yang mengusung tema “Membangun Semangat dan Integritas Mengabdi dalam Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat” tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Drs. H. Muhammad Amin, M.M.Pd.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan rapat kerja, Kepala MAN 1 Mataram, Dr. Lalu Sirajul Hadi, S.Ag., M.Pd., mengingatkan bahwa perencanaan yang baik dan matang merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah lembaga. Sirajul Hadi juga mengaskan bahwa tidak boleh ada yang kontraproduktif dan semua keluarga besar MAN 1 Mataram harus berkolaborasi, berelaborasi, dan memiliki kesatuan pemikiran.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Kepala MAN 1 Mataram, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya perencanaan dalam mengajar. Untuk itu, semua guru harus memiliki RPP yang menjadi pedoman dalam mengjar.

Masih dalam sambutan pembukaan kegiatan rapat kerja, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Zaidi Abdad, menyatakan bahwa untuk membangun madrasah yang hebat bermartabat harus memiliki rel yang jelas, untuk itu kegiatan rapat kerja ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan. Jika semua madrasah memiliki rel yang jelas, yang dirumuskan melalui pemetaan potensi masing-masing madrasah, Zaidi Abdad berharap semua madrasah memiliki ciri khas masing-masing sehingga tiap madrasah tidak akan bersaing satu sama lain tetapi saling melengkapi dan berkolaborasi. Tentunya hal ini menuntut kreatifitas dan inovasi dari tiap madrasah. Zaidi Abdad juga mengingatkan untuk menggunakan kurikulum darurat selama pandemi Covid-19, “ramu dan kreasikan kurikulum agar sesuai dengan peraturan dan sesuai dengan prtokol kesehatan,” ujar Zaidi Abdad.

57

INFORMASI LAINNYA