Apel Paripurna, Sosialisasi SE 16 & 17, ASN Harus Proaktif Membangun Narasi Positif Tentang PPKM Darurat!

Senin, 19 Juli 2021 09:00

Apel Paripurna, Sosialisasi SE 16 & 17, ASN Harus Proaktif Membangun Narasi Positif Tentang PPKM Darurat!

Senin, 19 Juli 2021. Pagi ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur kembali menggelar kegiatan rutin bulanan yaitu apel paripurna. Apel yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh KUA dan satker beserta ASN dari Kantor Kemenag Kab. Lotim sendiri itu juga dalam rangka doa bersama agar pandemi covid-19 yang sedang melanda Bangsa segera berlalu. Kali ini yang mendapat giliran sebagai petugas apel berasal dari MTsN 3 Lombok Timur.

Dalam amanatnya, Drs. H. Sirojudin, MM selaku pembina upacara kembali menegaskan dan mengingatkan tentang SE Menteri Agama No. 16 dan 17 Tahun 2021. Dalam SE tersebut mencakup secara umum tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, sholat Idul Adha, serta petunjuk teknis pelaksanaan Qurban tahun 1442 H/2021 M. Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai bagian dari ikhtiar dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang saat ini tengah mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang diklaim lebih berbahaya.

Sirojudin juga berpesan, kita sebagai ASN haruslah proaktif dalam menyamakan persepsi dan membangun narasi positif tentang definisi, makna, tujuan, dan manfaat diterbitkannya SE 16 dan 17 ini, serta ikut berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang kebijakan pemerintah saat ini yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat agar masyarakat dapat melaksanakannya dengan disiplin, membatasi aktivitas dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Selain itu juga kita sebagai ASN haruslah menjadi contoh bagi masyarakat dalam optimalisasi proses vaksinasi sebagai bagian dari penanggulangan penyebaran virus ini.

Intinya, seluruh ASN di bawah naungan Kementerian Agama khususnya Kab. Lombok Timur harus terlibat secara aktif dalam sosialisasi SE Menteri Agama No. 16 dan 17 Tahun 2021, mengajak dan berkomunikasi secara intensif dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat agar dapat memberi pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan ibadah Idul Adha di masjid sementara, serta melaksanakan Qurban sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan. (Elly)


29

INFORMASI LAINNYA