Silaturrahmi Dan Koordinasi Kanwil Kemenag Dengan Polda NTB

Senin, 19 Juli 2021 15:52

Silaturrahmi Dan Koordinasi Kanwil Kemenag  Dengan Polda NTB


Mataram, Inmas- H-1 pelaksanaan ibadah Idhul Adha 1442 H, Kakanwil melakukan silaturrahim dan koordinasi terkait pelaksanaan ibadah idhul adha 1442 H di Kabupaten/ kota yang melaksanakan PPKM Mikro dengan polda NTB, Senin (19/07/2021)


Berlangsung di ruang Wakapolda, Kakanwil Kemenag NTB, DR. M.Zaidi Abdad diterima langsung oleh Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Ruslan Aspan, didampingi Dir. Intelkam, Kombes Pol. Sutrisno HR,SH.,SIK.,M.Si, Dir. Binmas diwakili AKBP Suartana , PLH Kasubdit 1 Dit. Intelkam AKP Hatta, S.IP.

                          

Silaturrahim dan koordinasi dilakukan sebagai upaya preventif, deteksi dini potensi pelanggaran SE Menag nomor 17 tahun 2021. 


Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan 10 Kabupaten/ kota hanya satu yang melaksanakan  PPKM mikro Darurat, yaitu Kota Mataram. Pemberlakuan PPKM mikro Darurat ditetapkan kepada kota mataram karena  berstatus merah                                 


Menyikapi Surat  Surat Edaran ( SE ) Menteri Agama nomor 17 tahun 2021, tentang pelaksanaan ibadah Sholat Idhul Adha, dan Qurban di daerah yang melaksanakan PPKM mikro, Kanwil Kemenag dan Polda NTB sepakat mengeluarkan beberapa kebijakan terkait pelaksanaan ibadah shalat Idhul Adha dan Qurban 1442 H sebagai berikut : 


1. Pelaksanaan Shalat Idhul Adha 1442, dan Qurban hendaknya mengikuti SE Menag No. 17 tahun 2021


2. Untuk daerah dengan status covid-19 hijau, kuning diperbolehkan melaksanakan ibadah shalat Idul adha di masjid dan lapangan, tapi tetap menerapkan prokes covid-19 dengan ketat


3. Daerah yang status merah atau menerapkan PPKM mikro Darurat, ketentuannya sebagai berikut :

a. Ibadah shalat Idul Adha tidak dilakukan dimasjid, musholla dan lapangan

b. Tidak melakukan takbir keliling

c. Takbir dalam masjid hanya dilakukan dengan pengeras suara dalam ruangan

d. Takbir dilakukan dirumah masing-masing

e. Jika shalat Idul Adha tetap dipaksakan dilakukan di masjid, lapangan, hanya boleh 25% dari kapasitas 

f.  Untuk sholat  yang di lakukan  dimasjid, musholla, lapangan hanya boleh diisi 25 % dari keseluruhan kapasitas tempat sholat, dan  apabila melibihi kapasitas dimaksud, selesai shalat akan dilakukan swap oleh petugas yang sudah disiapkan di - tempat. Jika ada jamaah yang positif setelah dilakukan swap, akan langsung di isolasi dan dibawa ketempat yang sudah ditentukan


61

INFORMASI LAINNYA